Bupati Solok Gelar Rapat Online Dengan Pemerintah Daerah Provinsi Sumbar

0
266

SOLOK, JN- Pemerintah Daerah Kabupaten Solok, hari Senin (20/4), menggeelar Rapat Online atau Video conferencedengan Pemerintah Daerah Provinsi Sumbar, bertempat di Guest House Arosuka. Sedang Pemda Sumbar live dari kantor Gubernur Sumbar.
Tampak hadir dari Provinsi Sumbar antara lain Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno, Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit, unsur Forkopimda Provinsi Sumbar. Sedangkam dari Pemkab Solok tampak hadir Bupati Solok, H. Gusmal, SE. MM, Ketau DPRD Kab. Solok, Jon Firman Pandu, Sekda Kab. Solok, Aswirman, Asisten Koor Ekbangkesra, Medison, Kakan Kesbangpol, Junaidi, Kasat Pol PP dan Damkar, Efriyadi, Kadishub Muhammad Djoni, Kabag Humas, Syofiar Syam dan unsur Forkopimda Kabupaten Solok.
Video conference yang juga diikuti oleh Bupati/Wali kota se Provinsi Sumbar membahas 2 hal pokok terkait dengan rencana penerapan PSBB di Provinsi Sumbar. Rapat membahas mengenai tata laksana penerapan PSBB, seperti Pelaksanaan PSBB di wilayah Provindi Sumbar akan dimulai pada hari Rabu tanggal 22 April 2020 dan dalam pelaksanaan PSBB nantinya, setiap perbatasan daerah Sumbar akan dibentuk posko pengamanan, dan kendaraan yang masuk akan dilakukan pemeriksaan secara intens, termasuk juga pengendara dan penumpang kendaraan.
Kab/kota nantinya juga akan melakukan pembentukan posko di setiap perbatasan untuk menunjang posko pada perbatasan provinsi dan menjalankan tugas sesuai dengan protokol covid.

Meskipun PSBB diberlakukan, ada beberapa sektor yang masih boleh beroperasi selama masa PSBB dengan tetap mempedomani protokil covid instansi pemerintah dengan pengaturan dari menteri, BUMN/BUMD dengan aturan dari kementerian terkait, pelayanan kesehatan, pelayanan utilitas, pelayanan kebutuhan oangan dan ekspedisi barang.
Setiap kegiatan yang masih akan tetap berjalan demi memenuhi kebutuhan masyarakat, maka harus sesuai dengan protokol covid untuk meminimalisir penularan antar sesama, sedangkan untuk kegiatan masyarakat yang tidak menyangkut dengan kebutuhan akan ditutup untuk semetara selama pelaksanaan PSBB.
Nantinya jika ada masyarakat yang melakukan perjalanan keluar kota di dalam Provinsi Sumbar, maka akan di data mengenai prioritas perjalanan yang dilakukan. Jika tidak terlalu penting, maka akan dianjurkan untuk kembali ke daerah asal.

Bagi kendaraan (baik umum / pribadi) yang akan masuk ke Prov. Sumbar akan dilakukan pengecekan yang ketat, bahkan penumpang yang ada dimobil hanya boleh 50% dari kapasitas. Jika melebihi maka akan ditunrunkan, dan disarankan untuk naik kendaraan umum yang masih belum mencapai muatan 50% dari kapasitas

Akan memperkecil akses / jalur masuk ke daerah agar semua yang masuk dapat terus dipantau. Mengenai pemberian bantuan sosial bagi masyarakat terdampak covid-19 di wilayah Provinsi Sumbar.Untuk pemberian bantuan sosial nantinya akan ada 7 macam bantuan yang akan diberikan, 5 diantaranya merupakan jenis bantuan dari pusat, 1 dari pemerintah provinsi dan 1 dari pemerintah kab/kota.
Jenis bantuan tersebut antara lain PKH 178.754 KK, Sembako 245.870 KK, Prakerja 74.720 KK, Kementerian Sosial 250.000 KK, Bantuan Pemprov Sumbar 162.674 KK dan bantuan Pemkab Solok di serahkan kepada daerah terkait dengan penerimanya.
Petugas-petugas terkait akan terus melakukan razia kepada masyarakat yang masih melanggar aturan pelaksanaan PSBB.

“Diharapkan petugas daerah dapat mendata masyarakat dengan valid sehingga nantinya tidak ada masyarakat yang menerima ganda bantuan,” sebut Bipati Gusmal. Bupati dan seluruh jajaran pemerintah daerah Kabupaten Solok sangat mendukung kebijakan pemerintah provinsi Sumbar untuk melakukan PSBB demi mencegah penularan wabah covid-19.
Disebutkan Bupati, Pemerintah daerah akan selalu melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat bahwa di Sumbar telah menerapkan PSBB serta agar mereka dapat menjalankan pelaksanaan PSBB ini dengan baik (wandy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here