Bupati Gusmal dan Bule Ikut Turun ke Sawah di Paninggahan

0
172

SOLOK, JN-Bupati Solok, H. Gusmal bersama turis asing dan ratusan masyarakat, Selasa (2/4), ikut turun ke sawah di Nagari Paninggahan, sebagai tradisi mengingatkan generasi milenial tentang tradisi nenek moyang mereka di masa lalu saat memulai mengolah sawah.

Menurut Kepala Dinas Pariwisata dan Budayaan Kabupaten Solok, Yandra Prasat, acara turun ke sawah ini, digelar dalam rangka memeriahkan hari jadi Kabupaten Solok yang ke 106 dan sekaligus mengingatkan warga Kabupaten Solok bagaimana nenek moyang kita dulu turun ke sawah yang penuh kebersamaan dan gotong royong.
“Selain itu, tujuan acara ini adalah juga untuk manggaet para wisatawan untuk datang kesini dan mereka juga bisa berbaur dengan masyarakat dan juga bisa ikut turun kesawah bersama petani atau warga sekitar, ” terang Yandra.

Nagari Paninggahan termasuk salah satu nagari yang sudah ditetapkan sebagai kampung wisata budaya dengan kearifan lokalnya bersama nagari Salayo dan Nagari Jawi-Jawi Guguak oleh Kementerian Pariwisata Republik Indonesia.

Nagari Paninggahah, memiliki budaya yang kental dengan tradisi masa lalunya yang penuh kebersamaan. Selain itu, nagari ini juga berada di pinggir danau Singkarak dan memiliki pemandangan yang indah.

Bupati Solok, H. Gusmal, mengaku takjub dengan acara tersebut. Bahkan Bupati kembali teringat masa remajanya yang sangat suka memancing belut dan main layangan di sawah di belakang rumahnya bersama teman-temannya masa itu.

Acara turun Ke sawah tersebut digelar di nagari Paninggahan sebagai bagian dari Festival 5 Danau dalam rangka memperingati hari jadi Kabupaten Solok yang ke 106.

“Saya merasa bangga dengan tradisi masyarakat di Paninggahan ini yang masih menjaga tradisi kebersamaan saat memulai pekerjaan turun ke sawah, ” jelas H. Gusmal, saat nembuka acara turun ke sawah yang merupakan tradisi masyarakat Paninggahan turun menurun, Selasa (2/4).

Acara dihadiri turis asing, ratusan warga, Kepala Dinas Pariwisata, Camat, Walinagari dan tokoh masyarakat sekitar.

Tampak ratusan masyarakat menyaksikan acara ini yang dimulai dengan beberapa orang laki-laki turun ke sawah dan siang harinya tampak puluhan kaum ibuk-ibuk mengantar makanan ke sawah untuk makan siang.
Acara dibuka dengan Silek Lunau, dan dilanjutkan dengan menangkap ikan disawah, hingga batanam padi. Dan yang tak kalah serunya adalah “makan baselo di pamatang” yang juga diikuti oleh Bupati Gusmal, turis asing dan semua undangan.

Bupati menyampaikan rasa prihatinnya karena momen-momen itu mulai pudar ditengah masyarakat. Pihaknta berharap agar melalui peringatan hari jadi kabupaten Solok ke 106 kita hadirkan kembali, semoga masyarakat menghidupkan kembali nilai-nilai kebersamaan yang sarat nilai kebersamaan.

Meski kemajuan zaman mulai mengambil alih pekerjaan yang biasa dikerjakan secara bersama kini digantikan oleh mesin, namun kita perlu melestarikannya.

“Kira berharap, anak cucu kita juga merasakan bagaimana nikmatnya hidup dalam kebersamaan sebagai ciri khas budaya Minangkabau, termasuk waktu memulai ke sawah ini, ” terang Gusmal.

Bupati berharap agar masyarakat menghidupkan kembali nilai-nilai kebersamaan yang sarat nilai silaturrahmi ini di masyarakat (wandy)

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan Komentar
Masukkan Nama Anda