Bachtul Kecewa Berat Dengan Ajudan Wakil Bupati Solok

0
1087

SOLOK, JN- Calon Anggota DPR RI dari Dapil  Sumbar 1 yang diusung Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dengan Nomor urut 8, Ir. Bachtul Bachtiar,  mengajak para caleg untuk bersaing secara sehat dan sportivitas pada Pileg  yang yang rencananya akan ditabuh pada bulan April 2019 mendatang.

“Kita ingin para caleg yang maju, baik ke DPRD Kabupaten hingga nasional, bisa bersaing secara sehat dan fair dan serahkanlah pilihan ke masyarakat dengan tidak melakukan politik belah bambu, dimana yang satu diinjak dan satu diangkat,” jelas Ir. Bachtul, kepada awak media, Sabtu (26/1) di Koto Baru.

Pernyataan itu disampaikan Bachtul, karena menurutnya masih banyak para caleg dan juga timses dalam melakukan kampanye dan bersosialisasi ke masyarakat,  masih suka menjatuhkan para saingan dan menjelek-jelekan lawan politik dengan cara tidak fair dan suka membuat fitanah kepada para pesaing agar tidak dipilih oleh masyarakat. 

“Silahkan hidupkan lampu kita,  tetapi jangan matikan lampu orang lain. Itu sama saja fitnah dan lebih kejam dari pembunuhan,” ujar Ir.  Bachtul. 

Ditambahkan Bachtul, dengan telah  ditetapkannya Daftar Calon Tetap Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat  Pada Pemilihan Umum 2019, maka para caleg Kabupaten, provinsi dan nasional secara yuridis formal sudah bisa memulai kampanye dan bersosialisasi kepada masyarakat di daerah pemilihannya melalui cara yang sesuai undang-undang seperti media cetak/elektronik, media sosial, sidang umum, tata muka, dan lain-lain.

“Namun berkampanye tentu harus dengan sopan dan tidak saling menjatuhkan,” tambah mantan anggota DPRD Sumbar dua priode ini.

Disebutkan Bachtul, dalam bersosialisasi diri kepada masyarakat pemilih, para caleg akan mencari metode pendekatan yang dapat diterima akal sehat, tidak hanya sekadar janji-janji manis seperti yang kita dengar pada kampanye Pileg 2014.

“Kalau Tuhan berkehendak dan kalau emang suratan kita yang akan dipilih, saya rasa tidak ada satu kekuatanpun yang bisa melarang, ” sebut Bachtul.  

Dia berharap, bahwa dalam menyosialisasikan diri, yang dikedapankan adalah pendidikan politik masyarakat, yaitu bagaimana pemilih semakin sadar atas tugas dan tanggung jawabnya sebagai warga negara, bagaimana pemilih menentukan pilihannya berdasarkan kata hati, bagaimana pemilih menciptakan situasi kondusif di tengah-tengah masyarakat terutama saat kampanye, bagaimana pemilih tidak terpengaruh dan juga tidak menyebarkan berita hoaks, kebencian, permusuhan, sara, dan seterusnya.

Hal-hal ini sangat penting ditanamkan pada pemilih menurut Bachtul agar pileg terlaksana secara demokratis dan beradab serta orang yang duduk di legislatif benar-benar orang yang punya integritas.

“Dalam menyosialisasikan diri hendaknya para caleg menanamkan dalam hati masyarakat, agar pemilih tau hak dan kewajibannya dan raihlah suara dengan sopan,” pungkas Bachtul.

Rasa kecewa itu, berkemungkinan besar juga ditujukan Bachtul kepada salah seorang ajudan Wakil Bupati Solok, dimana saat penyerahan hadiah, dirinya sudah termasuk salah seorang nama yang akan menyerahkan hadiah kepada pemain terbaik atau penyerahan hadiah untuk top scorrer pada Turnamen Minangkabau Cup 2019 tingkat Kabupaten Solok,  namun disaat dirinya sudah turun ke lapangan,  tiba-tiba namanya digantikan orang lain dan dipanitia dihalang-halangi oleh ajudan tersebut agar tidak Bachtul tidak menyerahkan hadiah sebab ada caleg lain yang juga maju ke nasional. Mungkin karena di sana juga ada caleg DPR RI dari PAN yang kebetulan ayahnya sudah banyak berjasa kepada Wakil Bupati Solok,  maka tanpa alasan yang jelas nama Bachtul sengaja dihilangkan dari daftar orang untuk penyerahan hadiah agar Bachtul tidak dipublikasikan ke masyarakat. 

Dengan rasa kecewa,  Bachtul tampak menjauh dari panggung dan terus menghilang meninggalkan GOR Batu Batupang dengan luka yang dalam. 

Meski saat ditanya awak media pihaknya mengaku tidak kecewa dan tidak mempermasahkan hal tersebut,  namun hal itu tidak bisa dipungkiri karena sebelumnya panitia pelaksana sudah mengabarkan bahwa Bachtul diminta untuk menyerahkan hadiah pemain terbaik. 

“Tidak masalah kok,  itu sudah biasa dan saya sangat memahaminya, namun kok panitia bisa diintervensi ajudan wabup” jelas Bachtul. 

Ketua panitia pelaksana Minangkabau Cup Solok tahun 2019, Sofriwandy NR, juga mengaku bahwa pihaknya sudah menyusun acara penyerahan hadiah dan termasuk nama Ir Bachtul di dalamnya untuk menyerahkan hadiah pemain terbaik. “Tetapi pembawa acara malah dirong-rongi ajudan Bapak Wabup dan berharap serta bermohon kepada pembawa acara agar nama Bachtul tidak disebutkan dan diganti nama yang lain, ” ujarnya (ujang jarbat)

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan Komentar
Masukkan Nama Anda