Oleh : Anggra Islami Dasya

(Ketua Aliansi Mahasiswa Solok Se-indonesia)

KABUPATEN Solok saat ini sedang dihadapkan pada problematika yang sangat rumit di segala bidang baik dalam bidang ekonomi, pendidikan, sosial, hukum, moral, dan lainya.


 Misalnya dalam bidang ekonomi seperti masih tingginya angka kemiskinan, apalagi dengan adanya pandemi covid-19, masyarakat nyaris kembali pada krisis ekonomi. Dilanjutkan lagi dalam bidang pendidikan seperti pendidikan yang tidak merata, kualitas pendidikan yang masih stage, dan banyaknya tawuran antar pelajar. 
Pada bidang sosial seperti demoralisasi anak nagari sebagai penerus di masa yang akan datang. Di bidang hukum, disinyalemen belum meratanya masyarakat memperoleh keadilan, hukum masih dianggap „pandang bulu‟, dan belum memenuhi rasa keadilan masyarakat sebagai tujuan utama dari hukum diciptakan. Permasalahan paling krusial dewasa ini adalah demoralisasi yang terjadi di kalangan masyarakat baik di kalangan pejabat tinggi, wakil rakyat, pegawai, mahasiswa, pelajar SMA bahkan pelajar SMP dan SD pun mengalami krisis moral tersebut.
 Kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah nampak memudar. Sungguh dramatis dan miris sekali jika kita lihat beberapa waktu lalu, di hampir semua layar kaca dan media informasi lain yang menayangkan bagaimana krisis moralitas  para petinggi daerah yang menjadi penerus suara rakyat di lembaga tinggi daerah. Aliansi Mahasiswa Solok sebagai bibit-bibit pejuang selanjutnya yang menjadi agent of change di segala bidang dan menjadi social control yang akan terus menjunjung tinggi keterbukaan dan transparansi dalam melaksanakan pemerintahan agar lebih mensejahterakan rakyatnya dan meminimalisir tingkat penyelewengan di tingkat aparatur negara. Aliansi Mahasiswa Solok bertujuan mengontrol keadaan daerah; bukan untuk sekedar mengkritik, tetapi juga akan memberikan kontribusi yang riil untuk perubahan yang lebih baik (agent of social control) baik berupa apresiasi kebijakan maupun turun langsung kelapangan.


Sebagai kaum intelektual ,Aliansi Mahasiswa Solok akan tetap bersikap berani dan kritis, berani untuk mendobrak zaman ke arah kemajuan dan kritis terhadap kebijakan para pemegang roda pemerintahan. AMS akan terus berkontribusi sebagai transportasi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi mereka. Tentu Beban dan tanggung jawabnya sangatlah besar. AMS akan terus menyampaikan kebenaran tanpa menutupi kebohongan, selalu meneriakkan keadilan, sehingga semua harapan rakyat dan juga janji manis para politisi yang selalu berkoar dengan dalih demi kesejahteraan atas nama rakyat bisa terealisasikan, bukan hanya sekedar omong kosong belaka. Namun, itu semua hanya akan menjadi label yang hampa tanpa makna jika AMS tidak mampu memberikan perubahan yang signifikan bagi masyarakatdan daerah, serta tidak mampu menjaga harkat dan martabat sebagai „agent of intellectual‟.

AMS siap Menjadi Mediator Kedua Belah Pihak

Mahasiswa sebagai Social Control Perubahan, adalah satu kata yang sangat didambakan untuk membawa kemajuan bagi daerah, dan mahasiswa dituntut untuk memulai perubahan itu. Merubah iklim hedonisme di pemerintahan menjadi iklim yang penuh dengan hawa intelektualitas dan progresifitas. 
AMS mengimplementasikan kemampuannya di kampus dan juga lingkungan tempat tinggalnya sehingga keberadaannyasebagai mahasiswa akan sangat berpengaruh positif Mahasiswa sebagai social control “Pemerintahan”, selalu mengawal apa yang baik dari pemerintah kepada rakyatnya, dan akan memberikan masukan kepada pemerintah melalui mekanisme „public participation‟. Artinya, bahwa ada channel dimana Mahasiswa dapat menyampaikan aspirasinya, yaitu melalui „public participation‟, seperti dalam pembentukan peraturan perundangundangan, dan/atau saat pemilihan para wakil rakyat dan pemimpin pemerintahan.
 Kujungan progresif yang dilaksanakan oleh Aliansi Mahasiswa Solok beberapa waktu belakangan merupakan bentuk upaya menjaga control social terhadap dinamika persoalan politik yang hangat di berita dan media sosial. AMS menggaris bawahi bahwa setiap upaya yang dilakukan oleh pemerintah harus berorientasi kepada kepentingan masyarakat. 
Masyarakat Solok hari  ini membutuhkan sinergitas semua kalangan terutama pemerintah agar mampu merealisasikan program-program yang strategis. Sudah saatnya kedua belah pihak saling berlapang dada dan berekonsiliasi agar tercipta kembali iklim politik yang sehat dan sejuk demi kemajuan kabupaten Solok.


 Dalam rangka mencapai situasi tersebut AMS siap untuk memfasilitasi mediasi nan badunsanak terhadap pihak terkait***

Share.

Leave A Reply

Exit mobile version