SOLOK,  JN- Aliansi Mahasiswa Solok (AMS), hari Kamis menggelar Audiensi atau pertemuan dengan wakil rakyat yang ada di parlemen bumi bareh Solok. 

Perwakilan Aliansi Mahasiswa Solok yang diterima di gedung dewan,  dipimpin oleh Ketua Aliansi Mahasiswa Solok, Anggra Islami Dasya dan Sekretaris AMS, Anjeli Syarma dan Hakim,  berjumlah lebih kurang 38 orang yang berasal dari Mahasiswa berdomisili di Kabupaten dan Kota Solok serta Mahasiswa yang Universitasnya di Solok.

Acara pertemuan digelar di Ruang Sidang Utama kantor DPRD Kabupaten Solok dan dipimpin oleh Wakil Ketua Ivoni Munir dan Lucki Efendi dan dihadiri anggota DPRD lainnya seperti Nosa Eka Nanda, Sp.d, Ketua Fraksi PKS, Aurizal, Spd (Ketua Fraksi PAN, Hafni Hafiz, S, Ketua Fraksi Gerindra, Dian Anggraini, Ketua Fraksi Demokrat, Zamroni, SH, Ketua Fraksi PDIP – Hanura, M. Hidayat, Ketua Fraksi NasDem, Yetty Aswati, Ketua Fraksi Golkar, Septrismen, Fraksi Gerindra, Madra Idriawan, Fraksi Gerindra, Faisal Fraksi Gerindra dan Vivi Yulistia dari Fraksi Golkar.

Pada intinya,  Aliansi Mahasiswa Solok meminta agar anggota dewan yang mewakili rakyat dan dipilih oleh rakyat,  benar-benar menjalankan tufoksinya sesuai aturan yang ada. 
Mahasiswa berdomisili di Kabupaten dan Kota Solok serta Mahasiswa yang Universitasnya di Solok.

U

Kedayangan Aliansi Mahasiswa Solok ke DPRD Kab. Solok, juga membawa Spanduk yang terbuat dari Spanduk dan Kertas Koran sebanyak 9 buah bertuliskan :

  1. Solok yang bermartabat di rusak oleh Para Pejabat.
  2. Kampanye bikin aturan tanpa rakyat
  3. Saudara dipilih bukan dilotre.
  4. Absen Nitip Rapat Tidur kerja Ngawur Gaji Full. 
  5. DPRD jangan saling mukul kerja aja yg betul.
  6.  Katanya Kawasan tanpa asap tapi kenapa ada asbak.
  7. Itu DPRD atau lagunya Afgan Kok Sadis.
  8.  Selamat datang para atlit.
  9. Asbak di lempar bos.

Selain itu mahasiswa juga menyayangkan kericuhan yang terjadi di gedung dewan pada Minggu kemaren,  hingga terjadi perlemparan asbak,  balik bangku dan lainnya dan menciderai kepercayaan masyarakat. 

“Kami minta wakil kami di DPRD benar-benar amanah dan tidak sok-sokan kayak jadi selebritis,” sambung Anggra Islami Dasya.
Aliansi Mahasiswa Solok juga membuat Nota Kesepakatan antara Pihak DPRD Kab. Solok dengan Hasil kesepakatan yang dituangkan dalam Nota Kesepakatan, dengan isi sebagai berikut:
1. Pemerintah Daerah yaitu Kepala Daerah dan DPRD menghasilkan RPJMD yang sah baik secara moril maupun moril. 
2. Memaparkan hasil RPJMD yang sah dan Program Unggulan untuk kemajuan Kabupaten Solok. 
3. Anggota DPRD yang melakukan permintaan maaf kepada masyarakat Kabupaten Solok secara terbuka disiarkan di media – media. 
4. Badan Kehormatan agar memproses anggota DPRD yang terlibat dalam aksi kericuhan sidang rapat Paripurna 18 Agustus 2021.
5. Meminta Bupati agar menimbang kembali perubahan atas Perbub Nomor 60 Tahun 2020 yang dikeluarkan tentang sistem dan Presedur pengelolaan keuangan daerah
6.Badan Kehormatan agar menjalankam peran nya dengan sebaik – baik nya sebagai amanah Konstitusi yang di tetapkan. 


Nota Kesepakatan tersebut ditanda tangani oleh :
1. Pimpinan DPRD Kab. Solok. Ivoni Munir

2. Wakil Ketua II DPRD Lucki Efendi

3. Ketua Umum Aliansi Kabupaten Solok Anggra Islami Dasya.

Sebelumnya Aliansi Mahasiswa Solok (AMS), ini,  juga sudah  mengirim Surat Terbuka kepada Bupati dan Ketua DPRD Kabupaten Solok, meminta polemik yang terjadi belakangan segera diakhiri. 
Surat terbuka dikirim dan ditandatangani oleh Ketua Aliansi Mahasiswa Solok, Anggra Islami Dasya dan Sekretaris AMS, Anjeli Syarma pada Minggu lalu. 
Dalam  surat tersebut AMS meminta Polemik pejabat tinggi sebagai representasi Kabupaten Solok beberapa waktu belakangan ini,  telah memberikan dampak citra tidak baik  terhadap kacamata publik.
“Tarik ulur antara kedua belah pihak yang tidak memiliki titik ujung temu kesepakatan jika dibiarkan akan berpengarih terhadad kehidupan sosial perekonomian dan politik masyarakat Kabupaten Solok,” papar Anggra Islami Dasya (wandy)

Share.

Leave A Reply

Exit mobile version