SOLOK, JN- Para kader terbaik Partai Keadilan Sejahtera (PKS), menyatakan sudah siap untuk bertarung pada Pilkada Kabupaten Solok yang akan digelar Tahun 2020 mendatang.

“Intinya, kader terbaik DPD PKS Kabupaten Solok, menyatakan siap untuk bertarung pada Pilkada mendatang, ” sebut Ketua DPD PKS Kabupaten Solok, Nosa Ekananda, Senin (22/7).

Disebutkan Nosa Ekananda, pihaknya mempunyai target agar Kader PKS menjadi Bupati atau Wakil Bupati Solok. “Tergantung nanti dinamika Politik yang ada beberapa bulan mendatang. Termasuk pilihan terakhir adalah mengusung Kandidat lain non Kader PKS, artinya PKS akan terjun mensukseskan perhelatan Pilkada 2020 di Kabupaten Solok,” sebut Nosa Ekananda.

Lebih jauh disebutkan Nosa Ekananda, kalau kader PKS memungkinkan dengan pasangan Partai lain untuk menang, popularitas dan elektabilitas calon dari PKS mumpuni, kenapa tidak. Karena dalam Perpolitikan, inilah jalan bagi Kader-kader Partai, wujud kontribusi nyata untuk daerah, negara dan bangsa.

“Salah satu modal yang sudah kami persiapkan jauh-jauh hari, selain kursi DPRD Pemilu 2019 4 kurai dan lonjakan suara signifikan, adalah sejak awal di PKS sudah sering dilaksanakan Sekolah Kepemimpinan Partai atau SKP, yang harus diikuti oleh Pengurus Partai, Kader dan Anggota DPRD Kota/ Kabupaten, Provinsi dan juga DPR-RI. SKP inilah salahsatu Ruang Pembelajaran agar Kader PKS paham tata kelola Pemerintahan dan kemasyarakatan, sehingga ketika peluang ada, mereka sudah siap. SKP dilaksanakan secara bergelombang oleh Pengurus satu tingkat diatasnya,” terang Nosa Ekananda.

Pihaknya juga menjelaskan bahwa secara Tim PKS sudah bersilaturahim dengan beberapa kandidat, diantaranya Bapak Desra, Yulfadri Nurdin, Agus Syahdeman. Tim kandidat lain pun sudah menghubungi PKS untuk bertemu, diantaranya Tim Bapak Iriadi, Zul Elfian dan lainnya.

“Artinya kami dari PKS sangat terbuka dengan siapapun untuk bersilaturahim dan membicarakan Pilkada 2020 untuk Kabupaten Solok kedepan yang lebih baik, tidak ada pengecualian,” sebut Nosa Ekananda.

Untuk diinternal partai sendiri, siapa Kader yang akan diusung, ada mekanisme di PKS. “Sebelum Partai memutuskan siapa yang akan diusung, kami ada namanya melaksanakan Pemilu Internal, menjaring aspirasi semua Kader PKS, Pengurus PKS semua level baik DPD, DPC dan DPRa (Nagari), ini adalah wujud bahwa PKS membutuhkan aspirasi Kader sebagai bahan pertimbangan, Kader tidak saja dilibatkan buat kerja-kerja lapangan, tetapi juga untuk bahan sebelum mengambil kebijakan strategis, seperti Pilkada.

“Sejak bulan Juli 2019 ini kami sudah memulai tahapan tersebut. Hasilnya nanti akan diserahkan ke DPW dan DPP. Siapapun nanti yang diputuskan oleh Partai pasti tidak asal memutuskan. Sudah mengkaji segala sisi, baik popularitas, elektabilitas dan kapasitas. Nama-nama tersebut tidak saja yang berdomisili di Kabupaten Solok, tapi juga di luar Solok,” jelas Nosa Ekananda.

Disebutkan Nosa, diantara nama-nama Kader PKS yang muncul saat ini adalah Bapak DR. Adli asal Gantung Ciri, Kamrizal, Lc., MA asal Koto Baru, Olfa Yonson, SE asal Sungai Janiah, Alfatmi asal Sumani, DR. Ghazali asal Saok Laweh, termasuk Anggota DPRD terpilih Pileg 2019 yang siap ditugaskan oleh PKS untuk bertarung di Pilkada 2020 yaitu Bapak Drs. Nazar Bakri, Nosa Ekananda, S.Pd, Yusferdizen, dan Harry Pawestrie.

Sementara ketika ditanya sikap
Ketua DPD PKS Kabupaten Solok sendiri, Nosa Ekananda, yang sudah 3 priode menjadi anggota DPRD yang suara pribadinya setiap Pileg terus naik, Nosa menjawab, bahwa memang ada dan sudah diminta secara personal oleh beberapa Kandidat dan tokoh masyarakat untuk berpasangan dengan mereka atau maju. Tapi karena dia adalah Kader Partai dan Ketua Partai, maka pihaknya hanya menunggu dan akan patuh dengan Keputusan Partai.
“Mekanisme Partai sudah ada, tinggal melaksanakan mekanisme Partai saja. Diminta maju, walaupun harus mundur dari DPRD, saya siap. Diminta tidak maju dalam Pilkada, maka saya akan all out untuk memenangkan Kandidat lain yang telah diputuskan oleh Partai. Karena ini adalah soal amanah, berat tanggung jawabnya, dunia akhirat. Maka sebaik-baik amanah jangan diminta-minta,” tutur Nosa Ekananda (wandy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here