Demi Perbaikan Akhlak Generasi Muda, Bupati Gusmal Kembangkan Sekolah Umum Berbasis Pesantren di Kabupaten Solok

0
594

SOLOK, JN- Tim Safari Ramadhan (TSR) Khusus Bupati Solok, hari Minggu malam (19/5), mengunjungi Mushalla Nurul Amal Pandan, Jorong Balai Dama, Nagari Koto Gadang Guguak, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok.

Tim Safari Ramadhan atau Tim Khusus Bupati Solok, dipimpin langsung oleh Bupati Solok, H. Gusmal, SE, MM, dengan beranggotakan yakni Kepala BKD, Editiawarman, Sekwan DPRD kabupaten Solok, Drs. H. Suharmen, Kepala Dinas PUPR, Effia Vivi Fortuna, Dirut PDAM, Ardinal, Kadis Perikanan, Kanedy Hamzah, Kabag Humas, Elafki, Kabag Pembangunan Syaiful, Kadis Koperasi dan UMKM, Eva Nasri, Kepala Kesbangpol, Junaidi, Kasubag Humas, Ismardi, dan tiga orang wartawan yakni Wandy dari Harian Koran Padang, Adrizal, Metro Andalas dan Yasril Yakub dari Mingguan Senior.

Selain itu juga tampak hadir, Walinagari Koto Gadang Guguak, Adri, Ketua KAN, Ketua BMN dan tokoh masyarakat setempat.

Wali Koto Gadang Guguak, Adri dalam sambutannya menyebutkan bahwa atas nama pemerintahan nagari Jawi-Jawi Guguak, pihaknya mengucapkan terima kasih atas kunjungan tim ramadhan di Musalla Nurul Amal Pandan, Koto Gadang Guguak.
Walinagari juga mengajak warga untuk terus membangkitkan semangat bersatu untuk daerah.
“Pemerintah nagari Koto Gadang Guguak bertekad akan selalu mendukung berbagai program pemerintah daerah,” sebut Adri.
Pihaknya juga mengajak masyarakat untuk tetap tenang menunggu hasil Pileg dan Pilpres yang baru saja dilaksanakan. Walinagari juga menjelaskan kondisi mushalla Darul Amal yang sedang dalam tahap renovasi.

“Dengan adanya kunjungan tim safari Ramadhan Kabupaten Solok ke nagari kami ini sebanyak Empat kunjungan, diharapkan dapat menjalin silaturahmi antara sesama kita antara masyarakat dan Pemerintah Daerah

Walinagari juga mengajak warga masyarakat untuk terus membangkitkan semangat bersatu untuk membangun Nagari Koto Gadang Guguak dan Pemkab Solok.

Pihaknya juga mengajak masyarakat untuk tetap tenang menunggu hasil pengumuman Pileg dan Pilpres yang baru saja dilaksanakan. “Mari kita jaga kantibmas di lingkungan kita bersama-sama, ” ajak Adri.

Bupati Solok, H. Gusmal, yang diwakili oleh Sekwan DPRD kabupaten Solok, Suharmen, dalam sambutannya menyebutkan bahwa kunjungan TSR Pemkab Solok itu, merupakan kunjungan TSR Khusus Pemkab Solok tahun 2019 untuk mengunjungi masjid atau Mushalla yang telah ditunjuk. Setidaknya ada tiga belas masjid yang akan dikunjungi tim reguler dari tim 1 selain tim reguler.

Dijelaskan Suharmen, Pemerintah kabupaten Solok setiap tahunnya membentuk tim ramadhan dengan 14 tim yang mengunjungi 60 mesjid dan musholla di Kabupaten Solok.

“Tujuan tim Ramadhan ini dilaksanakan setiap tahunnya adalah untuk menjalin tali silaturahmi, serta menerima masukan dan saran dari masyarakat,” sebut Suharmen.

Lebih jauh dijelaskannya, Pemerintah kabupaten Solok setiap tahunnya membentuk tim ramadhan dengan 14 tim yang mengunjungi 60 mesjid dan musholla di Kabupaten Solok, termasuk salah satunya mengunjungi Mushalla Nurul Amal Pandan ini.

“Tujuan dari kedatangan tim Ramadhan ini adalah untuk menjalin tali silaturahmi, serta menerima masukan dan saran dari masyarakat di setiap masjid yang kami kunjungi,” sebutnya.

Pihaknya mengharapkan di bulan Ramadhan ini, mari kita pergunakan untuk beribadah dengan sebaik-baiknya dan masyarakat diminta untuk tidak mudah percaya berita bohong atau hoak. Selain itu, Bupati meminta para orang tua untuk mengawasi anak-anaknya terlibat narkoba, pergaulan bebas dan LGBT atau hubungan sejenis.

Suharmen juga menjelaskan bahwa Pemkab Solok juga melaksanakan sekolah berbasis pesantren serta magrib Al Qur’an dan subuh berjamaah untuk memperbaiki akidah dan akhlak anak-anak kita.

“Kita berharap dengan melaksanakam ibadah ramadhan sebulan penuh nantinya, kita akan kembali bersih di hari raya. Untuk itu, selain tingkatkan amal, mari jauhi diri kita dari berbagai sikap iri, dengki dan sifat tercela lainnya,” ajak Suharmen.

Pada kunjungan tersebut, tim ramadhan memberikan bantuan berupa satu Unit jam digital dan Uang Sebesar Rp 10.000.000 kepada pengurus Mushalla Nurul Amal Pandan yang diserahkan langsung oleh Bupati Gusmal.

Acara dilanjutkan dengan ceramah Agama yang disampaikan oleh ustadz Asep Ajidin, yang membahas tentang makna Lailatul Qadar.

Asep Ajidin dalam ceramahnya membahas tentang makna dari
Lailatul Qadar yanhg artinya menurut ustadz Asep Ajidin malam yang agung. Konteks Lailatul Qadar ada 2; yakni pertama Lailatul Qadar dengan pengertian; malam pertama turunnya al-Quran yang hanya terjadi satu kali dan tidak akan terjadi berulang kali pada setiap tahunnya. Kedua Lailatul Qadar di bulan Ramadhan.

Lailatul Qadar di bulan Ramadhan tidak ada ketentuan yang pasti dari Nabi SAW, kapan atau tanggal berapa terjadinya. Tetapi Nabi menganjurkan untuk mencarinya di sepuluh akhir Ramadhan. Hikmah dirahasiakannya Lailatul Qadar adalah agar setiap muslim bersungguh-sungguh dalam beribadah pada setiap malam Ramadhan.

Para ulama berbeda pendapat tentang kapan terjadinya Lailatul Qadar, bahkan jumlahnya sampai 40 pendapat. Hal ini menunjukkan tidak ada dalil yang qath’i (pasti) dari Nabi . Nabi  sempat akan menjelaskan tentang Lailatul Qadar, namun tidak jadi karena ada dua orang sahabat di waktu itu yang sedang bertengkar.

Surat Al-Qadar turun di Makkah sebelum ada syari’at puasa. Berarti yang dimaksud dengan Lailatul Qadar di sini bukan Lailatul Qadar yang ada di bulan Ramadhan.

Lailatul Qadar di sini adalah saat pertama turunnya al-Quran di malam hari, di mana malam tersebut dinilai lebih bermakna dari 1000 bulan di zaman jahiliyah yang hidup semrawut, tidak mengenal aturan, penuh dengan kegelapan dan kemusyrikan.

Dalam hal ini al-Qasimi dalam tafsirnya menjelaskan sebagai berikut:

“Karena telah berlalu di kalangan mereka (zaman jahiliyah) ribuan bulan di mana mereka hidup dalam kegelapan juga penuh kesesatan, maka satu malam yang memancar padanya cahaya petunjuk dari al-Quran, tentu saja lebih baik dari pada ribuan bulan di zaman jahiliyah.” (Lihat al-Qasimi, 17: 6220).

Dari penjelasan tersebut, berarti maksud dari satu malam lebih baik daripada 1000 bulan itu bukan artinya lebih baik daripada ibadah 1000 bulan pada bulan Ramadhan.

Untuk perbandingan, sama halnya seperti ungkapan; “Detik-detik proklamasi kemerdekaan bangsa Indonesia itu lebih baik daripada 1000 tahun hidup di zaman penjajahan.”

Meskipun Lailatul Qadar itu malam diturunkannya al-Quran pada fase pertama, yakni dari Allah ke langit yang paling bawah, tetapi bukan berarti bahwa Lailatul Qadar itu sudah tidak berlaku lagi saat ini disebabkan proses turunnya al-Quran sudah selesai. Lailatul Qadar tetap ada sampai hari kiamat. Abu Dzar dalam hal ini pernah menanyakannya langsung kepada Nabi:

يَا رَسُوْلَ اللهِ، أَخْبِرْنِي عَنْ لَيْلَةِ الْقَدْرِ فِي رَمَضَانَ، قَالَ: قُلْتُ: تَكُوْنُ مَعَ الْأَنْبِيَاءِ مَاكَانُوْا فَإِذَا قُبِضُوْا رُفِعَتْ أَمْ هِيَ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ؟ قَالَ: بَلْ هِيِ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ

Wahai Rasulullah, beritahukan kepadaku apakah Lailatul Qadar itu pada bulan Ramadhan atau bulan lainnya? Beliau menjawab: “Ramadhan”. Aku bertanya juga: “Apakah adanya itu ketika para nabi ada, sehingga kalau mereka meninggal, Lailatul Qadar pun dicabut, ataukah berlaku sampai hari kiamat?” Beliau menjawab: “Sampai hari kiamat.” (Shahih Ibnu Khuzaimah kitab ash-shiyam bab dzikrid-dalil ‘ala anna lailatal-qadri hiya fi Ramadhan no. 2170)

Lailatul Qadar itu adalah malam ditetapkannya semua urusan manusia dalam jangka waktu satu tahun. Para ulama sepakat untuk tidak membatasi urusan apa saja yang ditetapkan pada malam itu, sebab Allah pun menyebutnya: min kulli amrin; semua urusan. Ini berarti mencakup semua urusan kehidupan manusia mulai dari hidayah agama, rezeki, kesehatan, kecerdasan, urusan rumah tangga, keluarga besar, tetangga, urusan di kantor, pasar, masjid, organisasi, dan sejumlah urusan lainnya. Jika seseorang memohon agar semua urusannya tersebut dilancarkan pada Lailatul Qadar niscaya semua urusannya dilancarkan. Asalkan betul saja pada malam itu ia beribadah dan berdoa kepada Allah, menyambut para malaikat yang turun ke bumi untuk menetapkan semua urusannya.

Dijelaskan Ustadz Asep Ajidin, menurut Hadist yang diriwayatkan oleh Imam Al Bukhari dan Muslim dalam kitab Shahihnya, dari Aisyah bahwa Rasulullah SAW, jika sudah memasuki sepuluh terakhir di bulan Ramadhan beliau mengen-cangkan ikat pinggangnya, maksudnya menjauhi istrinya dari bercumbu dan bercampur, menghidupkan malam dengan mem-perbanyak zikir, doa dan tilawah al-Quran, serta membangunkan keluarganya agar menyedikitkan tidur pada malam-malam tersebut.

Masih diriwayatkan dari Aisyah bahwa Rasulullah SAW menghabiskan malam-malam sepuluh terakhir Ramadhan dengan beri’tikaf di Mesjid. Beliau mengulangi bacaan al-Quran bersama Malaikat Jibril disetiap Ramadhan, dan pada tahun terakhir dari hayatnya beliau beri’tikaf selama duapuluh hari untuk mengulang-ulang bacaan al-Quraan bersama Jibril.

Aisyah juga bertanya kepada Nabi, “Wahai Rasulullah, jika aku mengetahui malam qadar, apa yang harus aku ucapkan padanya?”. Beliau menjawab, ucapkanlah,

اَللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِىّ.

“Wahai Allah, sesungguhnya Engkau Mahapemaaf, mencintai pemaafan, maka maafkanlah aku”. (Hadits Shahih riwayat Tirmidzi no.3760, dan Ibnu Majah no.3850)

Demikian pula para sahabat, tabi’in, dan para ulama salafus shalih mereka semua sangat merindukan kedatangan malam qadar dan menanti-nantikannya dengan menghidupkan sepuluh malam terakhir Ramadhan melalui peningkatan ibadah seperti beri’tikaf, mentadarus al-Quran, memperbanyak zikir dan istigfar kepada Allah SWT.
Diriwayatkan dari Sai’d bin Musayyib, seorang ulama besar pada generasi Tabi’in, bahwa siapa yang shalat maghrib berjamaah dan shalat isya berjamaah  maka ia berpeluang memperoleh pahala beribadah pada malam qadar.

اَللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِىّ –رواه الترمذي-

“Wahai Allah, sesungguhnya Engkau Mahapemaaf, mencintai pemaafan, maafkanlah aku”. (HR. Tirmidzi)

Do’a tersebut adalah do’a yang dianjurkan oleh Nabi kepada ‘Aisyah ketika ia bertanya kepada Nabi; Apa yang mesti saya baca andai saya mengetahui kapan terjadi lailatul qadar?Do’a tersebut adalah do’a yang paling utama diucapkan, tapi bukan berarti tidak boleh berdo’a dengan do’a yang lain (wandy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here