Pemkab Solok Gelar Rakor Dunia Usaha dan Kelembagaan Sosial

0
68

SOLOK. JN-Pemerintah Kabupaten Solok, menggelar acara Rapat Koordinasi (Rakor) dunia usaha dan Kelembagaan Sosial, bertempat di Ruang Pertemuan Kantor Barenlitbang Kabupaten Solok, Senin (4/3).
Rakor dibuka oleh Bupati Solok, yang diwakili oleh Asisten Koor Bidang Ekbangkesra, Drs. Aliber Mulyadi dengan dihadiri oleh Kadis Sosial Kabupaten Solok, Editiawarman, Kajari Solok, Aliansyah, SH. MH, Kapolsek Gunung Talang, Iptu Yasril Mochtar, Danramil Gunung Talang, Kristian Napitupulu dan undangan lainnya.

Ketua panitia pelaksana kegiatan, Drs. Dafrizon, MM, dalam laporannya menyebutkan bahwa data miskin yang ada di Kabupaten Solok daat ini sesuao Basis Data Terpadu (BDT) adalah sebanyak 30.046 Kepala Keluarga (KK) dan Program Keluarga Harapan (PKH) : adalah sebanyak 16.600 KK. Sementara untuk Beras Sejahtera (Rastra) adalau sebanyak 20.545 KK, KIS JKN sebanyak 135.000 jiwa. KIS Daerah adalah sebanyak 23.800 jiwa dan KIP adalah sebanyak 17.000 jiwa.

Sementara yang mungkin tidak tersentuh oleh Pemerintah Kabupaten Solok sebanyak 12.145 jiwa terdiri dari penyandang masalah sosial yang nerupakan anak terlantar, lansia terlantar, anak cacat dan lain-lain. Hal itu disebabkan belum terdaftar dibasis data terpadu (BDT) di kementrian sosial Republik Indonesia.

Acara ini bertujuan untuk memberikan pedoman dalam pemberdayaan dan peningkatan peran dunia usaha dan kelembagaaan kesejahteraan sosial (CSR). Selain itu juga intuk memberikan pedoman bagi stokeholder kesejahteraan sosial yaitu pemerintah daerah.

Sementara peserta kegiatan ini adalah para pengusaha,BUMN, Kepala OPD se Kabupaten Solok dan Camat se Kabupaten Solok.

Bupati Solok yang diwakili oleh Asisten Koor Bid Ekbangkesra, Drs. Aliber Mulyadi, dalam sambutannya menyebutkan bahwa dunia usaha adalah kemitraan dan upaya dunia usaha dalam melaksanakan tanggung jawab sosialnya dalam turut serta membantu penanganan masalah kemiskinan.

Untuk mencapai pembangunan di Sumatera Barat, khususnya 4 pilar Kabupaten Solok 2016-2021, tidak terlepas dari peran aktif pengusaha dan BUMN yang ada di Kabupaten Solok. ” Dana tanggung jawab sosialnya harus disalurkan kepada mereka yang menyandang masalah kesejahteraan sosial,” tutur Aliber Mulyadi. Pihaknya juga berpesan agar menginformasikan setiap kegiatan sosial sesuai dengan peta permasalahan sosial yang ada.

“Soscial responsibility, mempunyai tugas membangun kemitraan dengan dunia usaha dan masyarakat dalam memdukung keberhasilan penyelenggaraan kesejahteraan sosial,” terang Aliber.

Dengan dilaksanakanya rapat koordinasi dengan dunia usaha dan kelembagaan sosial di Kabupaten Solok perlu menjadi pegangan bagi kita semua terutama pengusaha dan BUMN dalam melaksanakan tanggung jawab dengan baik sesuai dengan tugas dan fungsinya (wandy)

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan Komentar
Masukkan Nama Anda