SOLOK, JN- Dimana ada kemauan disitu pasti ada jalan. Setidak-tidaknya itulah yang sudah dilakukan pemuda gigih asal Nagari Taruang Taruang, Kecamatan IX koto Sungai Lasi, Kabupaten Solok, yang baru saja meraih gelar Doctor, yakni DR. Yusrial, SHi, MA.

Meski hanya seorang anak petani dengan penghasilan pas-pasan, namun Yusrial baru saja menyelesaikan Studi S3-nya Di Universitas Negeri Islam (UIN) Riau Pekanbaru dan sukses meraih gelar Doctor.

“Sesungguhnya Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum, jika kaum itu sendiri tidak berusaha untuk merubahnya sendiri. Itu sesuai Firman Allah dalam surat Ar-Ra’d : 11,” terang Yusrial, yang saat ini menjabat sebagai Wakil Devisi Sosialisasi komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Solok, Kamis (21/11).

Firman Allah itulah yang menjadi motivasi bagi Yusrial untuk bisa merubah hidup. Pihaknya sangat yakin kalau dengan usaha yang gigih, akan bisa meraih perubahan.

Lahir di Taruang Taruang, pada 15 Juni 1982, merupakan anak keempat dari pasangan Mak Junir (alm) dan Timarani (almh). Semasa hidup, ayah Yusrial merupakan seseorang Petani dan ibunya merupakan seorang ibu Rumah Tangga biasa.

Meski semasa sekolah hidup serba kekurangan karena orang tua kurang mampu, namun hal itu tidak membuat Yusrial gentar dan patah semangat untuk belajar dan terus belajar.

“Saya yakin, kalau dengan bersungguh-sungguh dan kemauan yang keras, pasti akan menuai hasil yang baik pula. ini berkat do’a orang tua serta dukungan penuh dari sang istri tercinta” kata Yusrial.

Dengan menceritakan kisah hidupnya, Yusrial berharap bisa menjadi motivator bagi kepada generasi muda, dan berharap semoga tidak ada lagi anak nagari Tarung-Tarung yang putus sekolah karena alasan ekonomi.

Yusrial yang menempuh pendidikan di SDN 09 (saat ini SDN 02) Tarung-Tarung) dan melanjutkan pendidikan ke MTsN Sungai Lasi (saat ini MTsN 1 Solok) dan tamat tahun 1998. Dengan bermodalkan beasiswa yang didapat selama di Madrasah Tsanawiyah. Yusrial melanjutkan pendidikan ke MAN Gunung Padang Panjang. Suatu hal yang sangat luar biasa adalah selama lebih kurang 3 tahun di Padang Panjang ia tinggal di Masjid sebagai petugas kebersihan dan bilal (mu’azzin) di Masjid Raya Ganting Gunung Padang Panjang bahkan ia sempat pindah ke Masjid Nurul Amri Kampung Jambak (belakang SMPN 1 Padang Panjang). Selama di MAN Gunung ia juga aktif di organisasi intra sekolah (Yusrial tercatat pernah menjabat sebagai Ketua OSIS 2 periode) dan kegiatan ekstra. Salah satu kegiatan ekstra yang ia tekuni adalah “Praktek Dakwah” yang dibimbing oleh salah seorang KUA teladan Padang Panjang Efi Yoskar (saat ini beliau di Kanwil Kemenag Sumatera Barat). Berkat motivasi dan bantuan dari Efi Yoskar, Yusrial melanjutkan kuliah S1 jalur PMDK pada jurusan ahwal al-Syakhshiyah (Hukum Keluarga) Fakultas Syariah IAIN/UIN Imam Bonjol. Untuk memenuhi kebutuhan kuliah Yusrial tinggal di Masjid sebagai Marbot (petugas kebersihan) dan mengajar TPA/MDA selama 4 tahun.

Berbekal ilmu komputer yang didapat secara otodidak, tahun 2006 Yusrial kembali melanjutkan kuliah S2 di Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat (UMSB) sambil kerja sebagai teknisi Komputer di Toko Komputer Pratama Comindo (CV.Pratama Citra Mandiri) Kota Padang siang harinya dan Menjadi Guru Privat Baca Al-Qur’an ke rumah-rumah pada malam harinya. Tahun 2008 mengabdikan diri sebagai Pegawai dan Tenaga Pengajar (Dosen) di STAI SOLOK. Aktifitas sebagai penyelenggara Pemilu mulai ditekuninya sejak 2013 sebagai Ketua Panitia Pengawas Pemilu Kec.IX Koto Sungai Lasi untuk Pileg dan Pilpres. Pada tahun 2014-2016 dipercaya menjadi Anggota Panwaslu Kabupaten Solok untuk Pemilihan Kepala Daerah tahun 2015. Pada akhirnya tahun 2016 mendapat kesempatan dari Kementerian Agama Republik Indonesia untuk melanjutkan Pendidikan S3 dengan Program Mora Scholarship 5000 Doktor. Yusrial yang dilantik pada tanggal 7 Oktober 2018 menjadi Komisioner KPU Kabupaten Solok Divisi Hukum dan Pengawasan periode 2018-2023 dapat menyelesaikan kuliah program Doktor selang 1 hari pasca pelantikan menjadi anggota KPU Kabupaten Solok, tepatnya tanggal 8 Oktober 2018 dengan prediket Cumlaude IPK 3,77. Meskipun sempat tertunda beberapa kali akhirnya pada tanggal 26 September 2019 yang lalu, Yusrial resmi diwisuda dan disematkan gelar Doktor Hukum Keluarga oleh Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim Riau Prof. Dr. Ahmad Mujahidin, M. Ag didampingi oleh Ketua Dewan Kehormatan Guru Besar UIN SUSKA Prof.Dr. Alaidin Koto,MA yang juga sebagai salah seorang Promotornya.

Yusrial merupakan satu-satunya dari keluarga besar di daerahnya yang bisa menyelesaikan pendidikan tertinggi Strata Tiga (S3) yang juga aktif di berbagai organisasi, diantaranya : Sekretaris Ikatan Mahasiswa Kota/Kabupaten Solok (IMKKAS) Cabang IAIN Imam Bonjol Padang (2002-2003), Badan Eksekutif Mahasiwa Jurusan (BEM-J) Ahwal al-Syakhshiyah/Hukum Keluarga (Kabid Intelektual 2003-2004), Ketua Umum Badan Semi Otonom (BSO) Islamic Studies Center (ISC) Fakultas Syariah (2002-2003), Ketua Dewan Legislatif (DL) ISC Fakultas Syariah (2004-2005), dan Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Fakultas Syariah IAIN Imam Bonjol Padang (2005), selain itu Yusrial juga pernah menjabat sebagai Ketua Umum Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kasman Singodimedjo Fakultas Syariah (2003-2004), PC. IMM Kota Padang (2004-2006), DPD IMM Sumatera Barat (2006-2008), Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kabupaten Solok (2013-2016), Sekretaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Solok periode 2015-2020 (2018 mundur karena lulus KPU). Sebagai salah seorang yang senang berorganisasi, ia juga pernah menjadi Ketua Ikatan Pemuda Pelajar Tarung-Tarung Sepakat (IPPTAS) Periode 2014-2018, dan sekarang dijabat Oleh Kakanda Husnal Petra, S.Pd, dan juga banyak terlibat dalam kegiatan kemasyarakatan di Nagari Taruang-Taruang.

Ada 3 lagi anak Nagari Taruang-Taruang yang sudah meraih gelar Doktor bahkan Guru Besar, tiga nama tersebut adalah Prof. Dr. Yasnur Asri, M.Pd, Dosen/ Guru Besar Bahasa Indonesia Universitas Negeri Padang (UNP), Dr. H. Suarman, M. Pd, Dosen Universitas Riau (UNRI) lulusan Doktor Universitas Kebangsaan Malaysia, dan Dr. Non Syafriafdi, M. Pd (Guru SD/ Kepala SDN 06 Sungai Ara Indragiri Hilir Riau) lulusan Doktor Universitas Negeri Padang (01/yr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here