Yulfadri Nurdin Puji  Sekolah SD 28 Cupak  Sekolah Umum Yang Menerapkan Berbasis Pesantren

0
140

SOLOK, JN- Wakil Bupati Solok, H. Yulfadri Nurdin, SH, memuji  Kepala Sekolah dan majelis guru SD Negeri 28 Cupak, Kecamatan Gunung Talang, meski tidak bernbasis Pesantren, namun sekolah tersebut sudah menerapkan tahfiz kepada seluruh siswanya.

 

“Saya sangat senang, meski sekolah kita ini belum berbasis pesantren, namun cara belajarnya sudah sekolah umum berbasisi pesantren dengan rutin mendidik siswanya mengajarkan shalat dan tahfiz Al Qur’an,” jelas  H. Yulfadri Nurdin, SH, saat menghadiri rapat atau musyawarah bersma, antara majelis guru, komite sekolah, guru dan orang tua siswa, bertempat di Ruang pertemuan SD Negeri 28 Cupak, Sabtu (20/10).

 

Acara yang juga dihadiri oleh Kadis Pendidikan Kabupaten Solok, Camat Gunung Talang, Ketua Komite sekolah dan Walinagari Cupat  itu, juga membahas masalah sekolah  SD 26 Cupak yang selalu kekurangan siswa setiap tahunnya. Saat ini sekolah tersebut, hanya memiliki siswa sebanyak 39 orang dan belum memiliki mushalla. Sementara guru PNS berjumlah sebanyak 9 orang. “Mengenai masalah kekurangan murid disini, tentu ini harus kita pikirkan bersama bagaimana para orang tua mau menyekolahkan anaknya disini dan juga tugas kita bersma,” tutur Yulfadri Nurdin.

 

Disebutkan Wabup, pihak sekolah  tentu harus berjuang keras agar bisa bersaing dengan sekolah-sekolah lain bagaimana menarik perhatian orang tua murid untuk bersekolah di sini. Sementara masalah sarana dan prasarana sekolah yang merasa kurang di sekolah itu, Wabup meminta pihak sekolah untuk mendiskusikan dengan Kepala Dinas Pendidikan. “Saya sangat mengapresiasi sekali karena disini meskipun belum menjadi SD berbasis pesantren tetapi sudah mengadakan pendidikan Tahfiz kepada para siswanya. Semoga ini terus berlanjut,” terang Yulfadri Nurdin.

 

Sebelumnya, Kepala sekolah SDN 28 Cupak,  Itri Yanti, Spd, dalam laporannya menyebutkan  bahwa  pihaknya menyampaikan ucapan terimakasih atas kehadiran bapak Wakil Bupati Solok beserta rombongan dalam rangka membahas masalah minimnya jumlah murid yang sekolah di SDN 28 ini, karena letaknya yang kurang strategis.

Itri Yanti juga menyebutkan bahwa Sekolah yang dia pimpin,  meski  belum menjadi SD berbasis pesantren, tetapi  pihaknya sudah mengadakan pendidikan tafiz. “Sementara kegiatan lain di luar pelajaran adalah bahwa kami melaksanakan sholat Dhuha berjamaah setiap hari, meski sekolah kami belum memiliki tempat ibadah, tetapi kami masih melaksanakan sholat d rumah penjaga sekolah serta prasarana lainnya,” jelas Itri Yanti.

Pihaknya berharap  kepada bapak Wakil Bupati Solok, Kepala Dinas Pendidikan serta ketua komite akan menambah jumlah murid  dan bisa memperjuangkan mushala untuk beribadah  (wandy)

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan Komentar
Masukkan Nama Anda