Wabub Solok Pimpin Peringatan Hari Santri Nasional

0
1314

SOLOK, JN– Peringatan hari santri nasional tingkat Kabupaten Solok tahun 2017, Minggu (22/10) di pusatkan di Masjid Agung Nurul Mukhlisin, Islamic Centre Koto Baru, Jum’at (21/10). Acara tersebut juga dihadiri Wakil Bupati Solok, Yulfadri Nurdin, SH, Kakan Kemenag Kab Solok, Drs.H. Alizar Chan, M.Ag, Kepala Dinas pendidikan Kabupaten Solok, Syahrul Efendi, Kabag Kesra, Noviarman, Camat kubung, Dafrizon, Forkompinda se Kabupaten Solok serta seluruh santri se Kabupaten Solok .

Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Solok, Drs.H. Alizar Chan, M.Ag, dalam laporannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bupati Solok karena telah sempat hadir pada peringatan hari santri ini. “Kita bersyukur bahwa Tanggal 22 Oktober 2015, sudah di deklarasikan oleh Presiden Jokowi secara resmi sebagai Hari Santri Nasional seperti yang kita peringati hari ini,” jelas Drs.H. Alizar Chan, M.Ag. Adapun rangkaian acara peringatan hari santri nasional ke-III, Tingkat Kabupaten Solok diisi dengan Lomba kaligrafi antar pesantren di MTI Paninggahan, Lomba footsal dan berbagai lomba lainnya. “Semoga peningkatan ukuah Islamiah di Kabupaten Solok ini semakin bagus kedepannya,” jelas Alizar Chan.

Wakil Bupati Solok, Yulfadri Nurdin, dalam arahannya menyampaikan bahwa pertama sekali pihaknya mengucapkan selamat memperingati hari santri nasional yang kali ini adalah untuk ketiga kalinya diperingati di Kabupaten Solok. “Kita berharap, semoga anak-anak kami yang belajar di pondok pesantren kedepan akan menjadi pemimpin-pemimpin di daerah kita ini. Pemkab Solok akan memberi apresiasi kepada seluruh pengelola pondok pesantren mudah-mudahan makin lama akan makin berkembang. Santri adalah sebuah aset bangsa yang perlu dibina dan di kembangkan di masa yang akan datang. Ini adalah cikal bakal penerus bangsa ini khususnya kabupaten Solok,” terang Yulfadri Nurdin. Wakil Bupati juga mengucapkan terima kasih kepada Al Ustadz yang telah memberikan ceramah yang intinya hidup ini harus jujur kepada diri sendiri maupun kepada orang lain. “Intinya, saya ingin masyarakat kita di kab solok ini menjadi masyarakat yang Islami,” jelas Yulfadri Nurdin.

Dijelaskan Wabub Solok, sejak Indonesia belummerdeka, keberadaan Santritetap menjaga persatuan dan sejak Indonesia merdeka, santri berdiri di garda terdepan membentengi NKRI dari berbagai ancaman. “Mencintai agama mustahil tanpa berpijak diatas tanah air, karena itu Islam harus bersanding dengan paham kebangsaan. Santri harus siap mengemban amanah yaitu amanah kalimatul Haq, berani mengatakan “iya” terhadap kebenaran walaupun semua orang mengatakan “tidak” dan itulah kebenaran sejti,”pungkas Yulfadri Nurdin (wandy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here