Uang Operasinal Guru PAUD di Kab. Solok Yang Rp200 Ribu Per Bulan Akan Dipotong Pula 35 Persen Oleh Tim TAPD

0
1053

SOLOK, JN- Kabar buruk menimpa para guru honorer PAUD di Kabupaten Solok yang telah mengabdikan dirinya untuk mencerdaskan anak bangsa yang menurut UU adalah tugas negara. 

Menurut informasi yang diterima media ini dari beberapa orang guru PAUD di Kabupaten Solok, Uang Operasional Guru PAUD Yang hanya Rp200 Ribu Per Bulannya, juga akan disunat sebesar 35 Persen Oleh Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).

“Kita sangat berharap dan bermohon agar uang operasional untuk kami yang hanya Rp200 Ribu per bulan tidak dipotong. Kalau mau yang dipotong itu gaji dan tunjangan pejabat eselon 2 dan tiga saja yang dipangkas,. Kan gaji dan tunjangan mereka jutaan,” sebut Nita, salah seorang guru PAUD di Kabupaten Solok.

Pihaknya bersama rekan-rekan satu kerja, mengeluhkan pemotongan dana bantuan untuk biaya operasional penyelenggara (BOP) tahun 2020 ini.

Meski saat ini sudah 50 persen dana untuk Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang seharusnya digunakan membayar honor tenaga pendidik tersebut dipotong Pemerintah terkait dengan wabah virus Corona (Covid-19) yang melanda seluruh provinsi di tanah air.

“Mereka mungkin lupa, kami para guru honorer itu telah mengabdi mengisi kekurangan guru, menggantikan guru yang pensiun atau meninggal, mengisi kekosongan jabatan guru yang diangkat menjadi kepala sekolah. Tetapi uang Rp 200 per bulan masih dipotong juga,” tambah seorang guru PAUD yang minta namanya tidak ditulus.

Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Pendidikan Non Formal (PNF) Kabupaten Solok, Zainal Jusmar, saat dihubungi media ini membenarkan rencana tersebut.

Namun pihaknya bersama Kepala Dinas Pendidikan akan berusaha agar hal itu tidak sampai dilakukan.

“Kalau uang operasional mereka yang Rp200 Ribu dipotong 35 persen, berarti mereka guru PAUD hanya menerima Rp 165.000 Per bulannya. Kasihanlah mereka,” terang Zainal Jusmar, Selasa (12/5). Pihaknya bersama Kadis Pendidikan Kabupaten Solok, Zulkisar sudah mengusulkan agar itu tidak dilakukan Tim TAPD.

Kabarnya, selain operasional guru PAUD, gaji THL juga akan dipotong. Bahkan untuk keperluan pemutus rantai Covid-19, anggaran pada Dinas Pendidikan juga kena pangkas Rp11 Miliar.

Saat ini jumlah guru honor PAUD di Kabupaten Solok mencapai kurang lebih 900 orang.Beberapa sekolah pengelola pendidikan anak usia dini (PAUD) di Kabupaten Solok, juga mengeluhkan pemotongan dana bantuan untuk biaya operasional penyelenggara (BOP) ini.


Sekretaris Daerah Kabupaten Solok, H. Aswirman, saat dihubungi media ini melalui WhapshAap nya, mengaku belum mengetahui hal tersebut.
“Nanti saya tanya dulu ke Badan Keuangan Daerah,” sebut Aswirman singkat (wandy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here