TNI, Mahasiswa  Bung Hatta dan Warga Panyalai Cupak Bergoro Membangun Jaringan Air Bersih

0
989

SOLOK, JN- Kesulitan mendapatkan air bersih, Ratusan warga jorong Panyalai Nagari Cupak, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, menggelar Gotongroyong (goro) bersama puluhan aparat TNI AD di kawasan Balai Sigalabuek, Jorong Panyalai, Kamis (30/8). Goro ini merupakan salah satu upaya untuk mendistribusikan air bersih melalui program penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat (Pamsimas).

Ratusan warga Pnyalai dan sebnyak 48 orang anggota TNI AD dari Kodim 0309 Solok, terlihat kompak bergoro. Selain itu, tampak juga turun membantu masyarakat dan TNI adalah puluhan mahasiswa Universitas Bung Hatta, Padang yang menggelar KKN PPM di nagari Cupak.

 “Kita harapkan dengan bekerjasama atau bergoro ini, air bersih yang didambakan masyarakat kan bisa tercapai dan dana juga dihimpun melalui swadaya masyarakat juga lebih besar,” jelas Yasral, Pj wali nagari Cupak Yasral.

Disebutkan Yasral, dengan memanfaatkan sumber mata air panas Unian yang berada di kawasan Padang Dama jorong Balai Pandan nagari Cupak, warga jorong Panyalai yang selama ini selalu kesulitan untuk mendapatkan air bersih PDAM, saat ini bisa menikmati air bersih. “Sebenarnya ada dua sumber mata air yang sudah kita bebaskan dengan pemilik lahan untuk dimanfaatkan oleh masyarakat jorong Panyalai. Biayanya pembebesan lahan tersebut kita himpun dari swadaya masyarakat di jorong Panyalai, tetapi belum dimanfaatkan dengan maksimal”  jelas tokoh masyarakat setempat, Pen Soprianto.

.

Pihaknya menyebutkan, dari dua sumber mata air panas tersebut mampu menghasilkan air sdengan kapasitas 5 liter per detik. Sementara di lokasi Goro Balai Sigalabuek ini, nantinya akan dibangun 1 unit bak reservoar berkapasitas 64 kubik, sebagai insalasi penyedia air bersih sebelum disalurkan ke rumah-rumah masyarakat. “Kita perkirakan, dengan kapasitas 64 kubik ini, setidaknya sekitar 2000 jiwa bisa menikmati air bersih setiap hari,” jelas Pen Soprianto.

.

Salah seorang fasilitator teknis Pamsimas Kabupaten Solok, Dita, menyebutkan bahwa  proyek air bersih ini akan menelan dana padu sebesar Rp. 677 juta termasuk dana talangan nagari dan swadaya  masyarakat. Sedangkan untuk menyalurkan air dari sumber air panas ke bak reservoar, pihaknya akan memasang pipa sepanjang 2.800 meter.

Dari reservoar, nanti akan dipasang pisa pembagi sepanjang 5 kilometer yang membentang dari Balai Sigalabuek dan beberapa dusun di jorong itu. “Sasaran untuk tahun ini baru 250 sambungan rumah saja. Kalau perawatannya bagus, pipa ini akan bisa dipakai hingga 15 sampai 20 tahun ke depan,” terang Dita.

Dita menyebutkan, sesuai dengan kontraknya, proyek ini akan selesai bulan November dan air bersih dari sumber mata air panas tersebut sudah bisa dinikmati masyarakat. Pihaknya juga memastikan, air panas tersebut juga telah lulus uji konsumsi di laboratorium karena kadar belerangnya juga jauh dibawah baku mutu. “Kalau kadar belerangnya dari hasil labor, telah lulus uji dan bisa dikonsumsi. Tapi harus dimasak dulu,”tambah Dita.

Adanya pengadaan air bersih melalui program Pamsimas tersebut praktis mendapat apresiasi dari masyarakat setempat. Pasalnya, selama ini masyarakat setempat sangat tergantung dengan air bersih dari instalasi pipa PDAM. Namun sejak beberapa tahun belakangan masyarakat sering kesulitan mendapatkan air bersih lantaran saluran air bersih milik PDAM ke rumah warga sering macet (Malin/ujang jarbat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here