Tak Terdaftar Di Kemenristek Dikti Alumni UIN IB Kecewa Tak Dapat Ikuti CPNS

0
1407
PADANG, JN– Sejumlah Alumni kampus Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Imam Bonjol (IB) Padang yang saat ini sudah berubah nama menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) IB Padang  merasa kecewa.  Pasalnya, ijazah para alumni, belum terdaftar di Kementerian Riset Teknologi Pendidikan Tinggi (Kemensitek Dikti).
Tak hanya itu, kekecewaan para alumni kian bertambah dengan asumsi ketidak terdaftaran itu menggugurkan harapan para alumni untuk mendaftar CPNS tahun 2018 yang menyaratkan bahwa ijazah lulusan terdaftar di Kemenristek Dikti. “Tentunya kami sangat kecewa dengan kondisi seperti ini, padahal mendaftarkan ijazah di Kementerian merupakan tanggung jawab pihak kampus,” tutur Deni Gustiar, alumni fakultas Syariah BP 2013.
Sebagai alumni yang sudah diwisuda pada tahun 2017 lalu, dirinya baru mengetahui bahwa ijazahnya tidak terdaftar setelah mengakses situs Forlap.Dikti maupun http://ijazah.ristekdikti.go.id.  “Beberapa waktu lalu masih bisa di akses dan memasukkan data, ternyata tidak ada, begitu juga kemarin saya juga kembali mengakses namun justru situsnya error,” ujarnya.
Terhadap hal tersebut, Deni sudah menanyakan langsung kepada pimpinan kampus dan menanyakan kejelasan tentang belum terdaftarnya ijazah tersebut.”Saya dan beberapa teman menemui wakil bidang akademik untuk menyakan kondisi ini,” ucapnya.
Dalam pertemuan itu dikatakan Deni, pihak kampus sudah mengupayakan usaha mendaftarkan ijazah para alumni. Namun disebutkan belum dapat maksimal secara keseluruhan alumni. “Memang ada juga teman saya yang sudah terdaftar, tapi cukup banyak yang belum terdaftar, kami disini menanyakan pertanggung jawaban kampus serta pemenuhan kewajibannya, terlepas dari adanya pembukaan CPNS atau tidaknya,” tuturnya.
Ia berharap kepada pihak kampus, agar menanggapi kondisi tersebut secara serius dan maksimal, karena  pimpinan kampus bukan hanya semata tentang mahasiswa tapi bagaimana memenuhi tanggung jawab dan hak-hak para alumni.
Hal yang samapun juga disampaikan oleh alumni lainnya yakninya Rivai (28 tahun), menurutnya  alumni lainnya yang wisuda pada tahun 2016 lalu merasakan kecewa,  meski ia sudah melakukan pengecekan berulang-ulang apakah ijazahnya sudah terdaftar atau belum.
“Ya memang dahulu itu saya pernah mendengar informasi bahwa, agar ijazah terdaftar di Kementrian, maka kami diminta pihak kampus untuk mengisi formulir dan menyerahkan legalisir ijazah dan transkrip nilai untuk didaftarkan melalui pustipanda kampus, namun itu setelah itu dilakukan, saya cek belum ada nama saya,” tutur alumni Fakultas Dakwah tersebut.
Sebagai alumni, ia berharap agar permasalahan yang terjadi itu dapat segera terentaskan pihak kampus, agar kondisi itu tidak berlarut-larut. “Apalagi CPNS sudah dibuka, saya melihat banyak peluang dan formasi untuk IAIN, bagaimana akan lulus, daftar adminstrasi saja tentu sudah ditolak karena ijazah ini tidak terdaftar,” keluhnya sembari ia merasa yakin banyak para alumni IAIN yang merasakan kekecewaan seperti yang dirasakan Rivai.
Selain itu alumninya yaitu, Khairul (29 tahun) yang merupakan alumni S1 dan S2 UIN  IB Padang, yang sudah terdaftar menyebutkan, dari informasi yang ia terima dari rekan rekannya masih banyak yang belum terdaftar. “Kalau saya sudah terdaftar, namun saya prihatin juga dengan teman-teman yang belum terdaftar ijazahnya, semoga saja masalah ini segera dientaskan kampus dan juga tidak dialami oleh adik-adik yang akan menamatkan kuliah,” harapnya.
Sementara itu, berdasarkan surat edaran Kemeristek Dikti tertanggal 21 Desember 2017 tentang surat edaran periode awal pelaporan PDDIKTI  nomor 5478/A.P1/SE/2017 yang ditujukan kepada pimpinan perguruan tinggi, Kopertis disebutkan berdasarkan UU no 12 tahun 2012 dan Permen Ristek Dikti no 61 tahun 2016 tentang Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti), secara keseluruhan setiap perguruan tinggi yang ada di Indonesia wajib melakukan pelaporan data pelaksanaan PT.
Dalam surat itu disebut, pelaporan PD DIKTI berlaku untuk kepada Prodi umum di PTN dan PTS di kemenristek Dikti di mulai bagi mahasiswa baru TA 2003/2004. Untuk Prodi di PTN Kemenag di mulai bagi mahsiswa TA 2009/2010. Sementara untuk mahasiswa yang terdaftar sebelum Tahun Ajaran (TA) yang disebutkan maka cukup dilakukan di PT masing-masing.
Menanggapi kondisi yang tengah dihadapi para alumni IAIN/UIN, terpisah, Wakil Rektor I bidang akademik dan kelembagaan UIN IB Padang, Hetti Waluati Triana, menjelaskan pihaknya tengah mengupayakan pengentasan ijazah alumni yang belum terdaftar di Kemenristek Dikti. “Semua itu dalam proses, kami sudah melakukan pertemuan dengan seluruh pimpinan, dan mengintruksikan untuk menindaki hal ini secara bersama, sehingga dapat terentaskan segera,” katanya saat ditemui awak media  di rungan kerjanya, Selasa (29/9) sore kemaren.
Ditempat terpisah, Dekan Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN IB Padang, DR. Wakidul Kohar menyebutkan, saat ini pihaknya tengah melakukan proses pemverikasian data para alumni untuk segera di daftarkan di kemenristek Dikti.  “Kami sudah bertemu bersama membahas ini, dan dalam proses PDDIKTI,” ucapnya.
Untuk solusi sementara, sebagimana disebutkan dalam surat edaran bahwa mahasiswa angkatan 2009/2010 ke atas wajib didaftarkan ke Kemenristek Dikti, bagi yang akan mendaftar CPNS maka sementara waktu akan diberikan surat keterangan dari pihak kampus. “Semua kami bekerja untuk hal ini, bagi alumni yang mendaftar CPNS maka bisa meminta surat keterangan. Sembari pimpinan kampus akan menindak lanjuti hal ini ke pusat (Kemenristek Dikti),” tutupnya. (ep)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here