Tahun Ajaran Baru di Kabupaten Solok Dimulai 13 Juli 2020

0
2495

SOLOK, KP– Tahun ajaran baru 2020/2021 di sekolah-sekolah yang tersebar di wilayah Kabupaten Solok, rencananya akan dimulai pada tanggal 13 Juli 2020. 
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Solok, Zulkisar, S.Pd, MM, saat menggelar rapat dengan para Komite Sekolah SD, SMP dan SMA sederajat, tentang persiapan tatanan Normal pola hidup baru (New Normal) dilingkungan sekolah dan madrasah se Kabupaten Solok, Sabtu (6/6), bertempat di ruang rapat kantor Disdikpora Kabupaten Solok.
Pada tapat dengan Para ketua Komite sekolah SD, SMP dan SMA sederajat tersebut, disepakati bahwa awal tahun ajaran baru dimulai tanggal 13 Juli 2020 dengan cara bertatap muka.

“Tahun ajaran baruakan kita mulai pada tanggal 13 Juli dengan disepakati secara bertatap muka, dengan berpedoman kepada potokol kesehatan. Namum jika kondisi belum dinyatakan aman maka pembelajaran dilakukan dari rumah,” sebut Kadispora Kabupaten Solok, Zulkisar.

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Solok berencana segera kembali mengaktifkan proses belajar mengajar di sekolah setelah terhambat oleh pandemi Covid-19. 

Nantinya proses pembelajaran akan mempertimbangkan beberapa aspek. Terutama kesiapan sekolah memulai lagi proses belajar mengajar. “Kita perlu memastikan kesiapan sekolah dan guru, baik itu lingkungan sekolah apakah sudah aman, apakah masih berada pada zona merah dan lain-lain,” sebut Zulkisar.
Para siswa juga harus terjamin kesehatan dan keamanannya, mulai dari tempat tinggal hingga perjalanan menuju sekolah. “Di masa transisi seperti ini, peran orang tua menjadi penting untuk dipastikan kesiapannya,” tambah Zulkisar.
Pihaknya juga menyarankan sekolah mempersiapkan standar keamanan dan APD serta alat pengukur suhu tubuh di setiap sekolah serta pedagang yang tidak jelas disarankan tidak boleh berdagang di lingkungan sekolah.

Sebelumnya Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Solok, Drs. Kasril, menyebutkan bahwa Pemkab Solok juga akan memastikan sekolah memiliki fasilitas sanitasi mulai dari Alat Pelindung Diri (APD), termasuk sterilisasi ruangan belajar. Selain itu, tenaga pengajar juga harus dipastikan dalam keadaan sehat. Dan sekolah juga dilakukan penyemprotan sebanyak 3 kali sehari.
Pihak Dinas dan Komite sepakat untuk merencanakan masa transisi brrjalan 2 bulan. Dengan rincian pada pekan pertama dan kedua siswa hanya belajar singkat sekitar 1 hingga 2 jam tanpa istirahat dan tempat duduk diatur.

“Jika ini sudah aman semua bisa kembali normal sesuai kebijakan pusat, bisa kembali ke sekolah tiap hari, jika belum aman kami lakukan kembali kesiapannya atau sekolah akan dihentikan lagi,” sebut Kasril. Selama ini sistim belajar daring atau online tidak efektif dan jauh lebih bermanfaat proses belajar mengajar dengan cara bertatap muka.
Rapat juga dihadiri oleh Kadisdikpora Pemkab Solok, Zulkisar, Sekretaris Disdikpora Pemkab Solok, Sukiman Agus, Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Solok, Drs. Kasril dan perwakilan Dinas Pendidikan Sumbar (wandy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here