Selama Libur Lebararan, Tidak Boleh Ada Pungli di Objek Wisata di Kabupaten Solok

0
220

SOLOK, JN- Dalam rangka menciptakan rasa aman dan nyaman bagi pengunjung objek wisata selama libur lebaran 1440 Hijriah, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Solok, menggelar rakor pengaman lebaran untuk Wilayah Kabupaten Solok.

Rapat dipimpin oleh Kadis Pariwisata dan Kebudayaan Kabudayaan Kabupaten Solok, Nasripul Romika, S. Sos, bertempat di ruang pertemuan Dinas Pariwisata Kabupaten Solok, Jum’at (24/5).

Rapat dihadiri oleh Sekretaris Dinas Pariwisara, Rusdi, S. Sos, para Kabid dan Kasi di Dinas Pariwisata, para camat yang ada di lokasi objek wisata seperti Camat X Koto Singkarak, Camat Lembah Gumanti, Danau Kembar beserta Babinkamtibmas dan TNI dan juga penggiat pariwisata di objek wisata yang ada di daerah tersebut.

Menurut Nasripul, rapat tersebut digelar dalam rangka meningkatkan pelayanan dan pengamanan di lokasi objek dan destinasi wisata di Kabupaten Solok untuk mensukseskan libur lebaran 2019.

Selain itu juga untuk menindaklanjuti surat edaran dan himbauan Bupati Solok Nomor 556/227/ dan Disoarbud-2019 tentang pengelolaan dan penyelenggaraan objek wisata saat libur lebaran yang harus mengutamaian kenyamanan para wusatawan dan pengunjung dengan menerapkan konsep Sapta Pesona Pariwisata. Diantara Sapta Pesona itu adalah Keamanan. Ketertiban, kebersihan, kesejukan, keindahan, keramah-tamahan dan kenangan.

“Kalau hal ini sudah tercipta, maka saya jamin berlebaran di Kabupaten Solok akan berjalan aman dan nyaman, ” sebut Nasripul Romika.

Pihaknya juga meminta pengelola objek wisata juga transparansi terhadap tiket masuk, parkir, dan harga makanan serta minuman serta pasang spanduk di sekitar objek wisata.

Dalam rakor itu disepakati bahwa untuk biaya parkir kendaraan roda dua juga tidak boleh lebih dari Rp 5000 untuk sekali parkir. Sementaea untuk roda empat maksimun dikenakan biaya 10.000 dan roda enam atau lebih maksumun Rp 15.000 sekali parkir.

Sementara biaya masuk untuk objek wisata seperti Alahan Panjang Resort dikenakan biaya Rp 15.000, Dermaga Danau Diatas, Singkarak, Danau Dibawah, Destinasi Pasingrahaan Singkarak dan lainnya yang dikelola secara swakelola dikenakan biaya maksimun Rp 5000.

“Sementara untuk lalulintas kita sudah berkoirdinasi dengan pihak Dinas Perhubungan dan Kepolisian. Jadi bukan hanya kita, tapi Polres juga akan turun untuk menertibkan lalu lintas supaya enggak macet. Kalau kami di bagian wisata, jadi semua ada hubungannya,” pungkas Nasripul (wandy)

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan Komentar
Masukkan Nama Anda