Sekolah Muballigh Pertama di Sumbar Dibuka di Kabupaten Solok

0
301

SOLOK, JN- Bupati Solok, H. Gusmal Dt Rajo Lelo, SE, MM, hari Sabtu pagi (13/4), membuka secara resmi kegiatan Pembinaan Muballigh yang dikenal dengan Sekolah Muballigh,
bertempat di Mesjid Agung Nurul Mukhlisin, Islamic Center Koto Baru, Kabupaten Solok.

Ketua panitia pelaksana acara, Asep Ajidin dalam laporannya menyebutkan bahwa kegiatan Sekolah Muballigh ini diikuti oleh 100 peserta yang berasal dari unsur Kementrian Agama Kabupaten Solok dan 14 Kepala KUA se Kabupaten Solok, MUI Kabupaten Solok dan MUI Kecamatan serta Nagari, 14 Kasi Kesra Kantor Camat se Kabupaten Solok dan utusan muballigh dari 14 Kecamatan yang ada di Kabupaten Solok.

Asep Ajidin yang juga Kabag Kesra Setda Kabupaten Solok, juga menjelaskan bahwa Sekolah Muballigh ini mungkin yang Pertama di Sumbar dan dibuka di Kabupaten Solok.

Sementara narasumber Sekolah Muballigh ini antara lain H. Gusmal yang Bupati Solok, Drs. H. Alizar, M.Ag Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Solok, Buya H. Gusrizal Gazahar, Lc, MA Ketua MUI Sumatera Barat, Ketua MUI Kabupaten Solok Drs. H. Syahrul Wirda, MM, Dr. H. Zulkarnaini, MA dan Dr. H. Wakidul Kohar, MA Dosen UIN Pascasarjana UIN Imam Bonjol Padang.
“Sekolah Muballigh akan dilaksanakan selama 10 kali pertemuan yang direncanakan dilaksanakan setiap bulan selama tahun 2019,” terang Asep Ajidin.

Sementara Bupati Solok, H.Gusmal dalam arahannta menyambut baik dan memberikan apresiasi atas kegiatan Sekolah Muballigh yang merupakan sebuah inovasi dalam sistem pembinaan muballigh dalam menjawab tantangan kekinian.
Untuk itu, Bupati Gusmal mengajak para peserta Sekolah Muballigh untuk mengikutinya kegiatan ini dengan serius.
“Sekolah Muballigh merupakan bentuk jihad masa kini, karena Rasulullah SAW menjelaskan dalam haditsnya bahwa orang yang keluar dari rumahnya dengan niat untuk menuntut ilmu, maka selama dalam perjalanan pergi dan pulang serta selama berada di Majelis Ilmu maka orang itu berada dalam keadaan jihad fii sabilillah,” tutur H. Gusmal.

Selanjutnya, Bupati Gusmal juga mengutip hadits Nabi lainnya bahwa kaum muslimin dan kaum muslimat diwajibkan menuntut ilmu sepanjang hayat.

Lebih jauh penerima anugerah Dwija Praja Nugraha itu menjelaskan bahwa, penghargaan tertinggi di bidang pendidikan dan peduli profesi guru dari PB PGRI itu kepada para peserta Sekolah Muballigh menjelaskan, bahwa kegiatan Sekolah Muballigh ini yang pertama di Kabupaten Solok, mungkin juga di Propinsi Sumatera Barat dan berpesan untuk mensosialisasikan kepada masyarakat tentang apa yang sedang dilakukan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Kabupaten Solok dengan bahasa agama, karena hal itu untuk memudahkan pemahaman masyarakat. Selain itu, sebagai warga negara mesti melandasi pembangunan yang dilakukan dengan Pancasila dan sebagai umat Islam tentunya mesti mengacu kepada Al-Qur’an dan Hadits dalam segala aktifitas pembangunan di segala bidang.
“Semoga kegiatan ini bermanfaat buat kita semua, ” pungkas H. Gusmal (wandy)

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan Komentar
Masukkan Nama Anda