Roda Mutasi Bergulir di Dinas Pendidikan Kabupaten Solok

0
2757

SOLOK, JN- Sebanyak 239 Kepala Sekolah di seluruh Kabupaten Solok yang terdiri dari 173 Kepala Sekolah SD dan 66 orang Kepala SMP, hari Rabu sore (18/4), diambil sumpahnya oleh Bupati Solok yang diwakili oleh Plt. Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Solok, Zulkisar,  S.Pd, MM, bertempat di ruang pertemuan Aula Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten penghasil bareh tanamo itu.

Pengambilan sumpah jabatan fungsional yang dilakukan oleh Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Solok  itu, juga dihadiri oleh para Kabid dan seluruh undangan yang hadir. Namun beberapa kalangan sangat menyayangkan bahwa lokasi pelantikan para Kepsek SD dan SMP di Kabupaten Solok itu terlalu sempit, sehingga antara keluarga pengunjung dan undangan harus berdesakan untuk memasuki ruangan. Selain itu, puluhan awak media tampak kecewa, karena tidak bisa mengambil gambar dan mengabadikan acara pelantikan jabatan fungsional tersebut. “Sangat disayangkan ruangannya sangat kecil, sementara tamu yang hadir ratusan orang dan kita tidak bisa mengambil gambar dan meliput acara kegiatan ini,” jelas Adrizal, salah seorang Wartawan Harian yang meliput di Kbupaten Solok. Dia bersama rekan-rekan media lain tampak hanya duduk-duduk di depan ruangan Sekretaris dinas, karena tidak bisa masuk ke ruang pelantikan.

Dalam arahannya,  Zulkisar menyampaikan bahwa roda mutasi, rotasi dan promosi di Dinas Pendidikan adalah hal yang biasa dan juga bertujuan untuk penyegaran. “Kepada yang dilantik, kami menyampaikan ucapan selamat bertugas di tempat yang baru dan terimakasih kepada Kepala Sekolah sebelumnya atas pengabdiannya,” jelas Zulkisar.

 

Di tempat terpisah, Kabid Dikdas SD dan SMP Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Solok, Mardias menyebutkan bahwa jumlah Kepala SMP yang dilantik adalah sebanyak 66 orang dan ada yang di rotasi dan ada yang promosi. Sementara jumlah Kepsek SD yang diambil sumpahnya adalah sebanyak 179 orang. Selain itu ada juga beberapa kepala sekolah yang tetap atau tidak berubah karena tidak mendapat undangan. Namun terkait adanya kabar bahwa ada nama salah seorang guru yang sudah meninggal yakni atas nama Yulbetri dari SD 11 Koto Sani yang ikut masuk dalam daftar yang akan diambil sumpahnya, langsung dibantah oleh Mardias bahwa hal itu tidak benar, termasuk mengangkat salah seorang guru yang saat ini sudah stroke namun juga namanya masuk yang dilantik yakni  Fitriniati dari SD 11 Kacang, juga dibantah tegas oleh Mardias.

“Tidak mungkinlah kita melantik orang yang sudah meninggal, kalau pun ada namanya masuk ke daftar yang dilantik, tetapi tidak diumumkan,” jelas Mardias (wandy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here