Ratusan Masyarakat Bergoro Membangun Kubah Masjid Tertua di Jorong Koto Sungai Nanam

SOLOK, JN- Sambut bulan suci Ramadhan 1443 Hijriah, ratusan masyarakat Sungai Nanam, Kecamatan Lembah Gumanti menggelar Gotong royong (goro) membangun Kubah Masjid tertua di setempat, Rabu (23/3).

Adapun masjid tertua tersebut yakni masjid Lamo Istiqamah, yang berlokasi di Jorong Koto, Nagari Sungai Nanam.

Gotong royong tersebut untuk pengecoran balon/kubah” masjid Lamo Istiqamah”. Tampak hadir masyarakat tua dan muda dan para kaum hawa juga tampak sibuk menyiapkan masakan dan minuman

Suasana yang penuh kekeluargaan dan persaudaraan dan semangat membangun masjid Lamo yang merupakan masjid tertua di nagari Sungai Nanam.
Menurut cerita masyarakat setempat, Sungai Nanam merupakan daerah subur dan dengan cuaca sejuk dan kawasan datar.  Agama Islam sudah masuk ke daerah tersebut sejak ratusan tahun lalu.

Untuk kegiatan pembinaan masyarakat kala itu, didirikanlah Masjid Lamo tidak tahu pasti kapan didirikan, setelah Nenek Moyang berpindah dari sirukam ke Sungai Nanam  dan mendirikan  Satu Nagari yang diberi nama Sungai Nanam (sungai nan Aniang) beserta pasar dan balai balai adat serta mesjid untuk tempat beribadah.

“Pada awalnya mencacak tanah untuk mendirikan masjid yang bertempat di Lekok Batu Gadang dan sampai saat ini masih tetap disebut dengan “ Lurah Mansajik”, Waluapun tidak jadi didirikan masjid,” terang Mulyono, warga setempat.
Menurut cerita orang tua disana, awalnya masjid didirikan masih berbentuk Surau Besar. Namun kapan madjid ini didirikan, tidak ada catatan pastinya.
 Tetapi menurut perkiraan oran tua-tua disana,  surau atau masjid tuo itu berdiri untuk pertama kalinya sekitar  Tahun 928 M atau lebih kurang 650 Tahun silam.

 Salah satu peninggalan situs surau Gadang/Masjid Lamo yaitu satu buah “Tonggak Macu” yang terletak ditengah tengah  masjid. Sejak didirikan sampai saat ini masih berdiri dengan kokoh. Pada tahun 1992 masjid Lamo Istiqamah juga telah diurus sertifikat tanahnya dengan No.03.08.09.09.1.00003 .tanggal 5 Desember 1992 dan SK Pengurus terbaru dari Pemerintahan wali nagari Sungai Nanam, No 25 tahun 2021 tanggal 19 Juli 2021.Serta juga telah memiliki ID Masjid dari Dirjen BIMAS Islam Kementerian  Agama Republik Indonesia Nomor ID :01.6.03.02.02.000048.

Kegiatan yang diselenggarakan sampai saat ini masjid lamo yang dilakukan perubahan sekarang ditambah namanya “Masjid lamo Istiqamah “.Disamping dijadikan tempat Shalat Jum’at juga untuk melaksanakan “Khalwat/suluk” setiap bulan Ramadhan,Sejak ratusan tahun yang lalu hingga saat sekarang.Dan juga melakukan kegiatan pendidikan TPQ dan MDTA.

Baca Juga :
Wakil Walikota Solok, Ramadhani Kirana Resmikan Mushalla Nurul Islam Menjadi Masjid

Masjid Lamo Istiqamah ini sudah terjadi tiga kali perombakan. Namun identitas utamanya tidak pernah dibuang atau ditinggalkan berupa “ Tonggak Macu”.Tahun 1999-2007 juga didirikan pondok pesantren yang bernama Pondok Pesantren Imam Mahmud.
 Dalam sejarahnya merupakan Imam besar surau Gadang/Masjid Lamo Istiqamah masa dahulu.Juga adanya kegiatan belajar Al-Qur,an, MDTA dan juga telah dirintis mendirikan lembaga pendidikan bagi anak cacat dan autis,pada tahun 2021 ini.
    Seiring dengan perubahan waktu dan pertambahan jumlah penduduk di nagari Sungai Nanam, terutama dijorong koto dan pasa yang dahulu desa Sungai Nanam Timur.
Maka pada tahun 1973 didirikanlah masjid baru yang diberi nama masjid Raya Al-Muhajirin, yang berlokasi  di Jorong Pasa menjadi masjid pusat kegiatan nagari Sungai Nanam hingga saat sekarang.

Masjid Lamo Istiqamah , dibangun atas swadaya masyarakat Sungai Nanam.Saat ini, kondisi masjid tampak sudah kurang layak dan banyak bagian yang rusak, tembok dan lantai yang retak, atap yang bocor, cat yang mengelupas, dan tiang penyangga pun tampak mulai lapuk. Jika terus didiamkan, bukan tidak mungkin masjid itu kemudian roboh.
Melihat kondisi demikian, warga dan jmaah setempat berinisiasi untuk memugar masjid Lamo Istiqamah tersebut.Dan saat ini dilakukan pengecoran kubah masjid Lamo Istiqamah Sungai Nanam.
“Ini pertama kalinya renovasi sejak tahun 1954,” ungkap bapak H.Musbar Mangkuto Sati  (57 tahun ) selaku Ketua Panitia Pelaksana Pembangunan Masjid Lamo  Istiqamah.
Haji Musbar Mangkuto Sati  menuturkan bahwa warga Koto dan Pasa serta masyarakat Sungai Nanam memiliki semangat yang tinggi dalam melaksanakan ibadah dan kegiatan keagamaan di masjid.
Hal itu juga dibenarkan oleh salah seorang pengurus masjid Lamo Istiqamah “Amiruddin Muis,S.Pd.I ( 47 Tahun), yang juga merupakan cucu dan keturunan Imam Surau Gadang /masjid Lamo dahulu,anak dari Imam Muis.

“Ketika sholat Jumat, jamaah harus shalat dengan kondisi masjid yang berantakan karena material bangunan dan masih dalam tahap pembanguan masjid,” terang Amiruddin Muis.
Keadaan ini sudah berjalan sudah hampir 3 tahun, dan untuk sementara waktu pengerjaan renovasi kadang  dilanjutkan, kadang tidak.


 “Kalau selama sayuran mahal, Alhamdulillah Infak dan bantuan masyarakat cukup banyak,termasuk juga dari para perantau serta para dermawan,Covid 19 juga mempengaruhi,“ paparAmiruddin Muis.

Baca Juga :
Delapan Orang Siswa SMA 2 Sumbar Dapat Reward Dari Bupati Solok

Menurutnya, warga Juga ikut badoncek. Namun dari urunan atau badoncek itu, dari hasil panen dan penjualan hasil pertanian, belum mencukupi. 
“Ya, mayoritas warga Koto dan Pasa serta Sungai Nanam adalah petani,” imbuh H.Musbar Mangkuti Sati dan dijawab sama oleh Iskandar/mak Kandar (Bendahara Pembangunan).


Panitia pembangunan masjid berupaya menyelesaikan pembangunan sesegera mungkin dan berharap ada donatur yang peduli dengan kondisi masjid Lamo Istiqamah yang membutuhkan dana hampir 500 juta rupiah ini.
 “Karena ada sekitar 200 jamaah masjid yang berharap renovasi segera terselesaikan, dengan harapan dapat memiliki tempat ibadah yang layak, aman, dan nyaman,” pungkasnya.Pengurus Masjid Lamo Istiqamah yang sempat berdiskusi dengan pengurus yayasan Peduli Kenagarian Sungai Nanam Kecamatan Lembah Gumanti Kab Solok ,Sumatera Barat Ketua “Masriwal,M.BG,S.AP”.didampingi oleh dewan pembina Mulyono,SC Putra Sungai Nanam yang saat sekarang aktif di TNI AD,juga Almasra,S.Pd (Guru Pada SDN 18 Sungai Nanam), Sungai Nanam.
Pihaknya mengajak paa dermawan  untuk bersama-sama membantu pengurus dan panitia pembangunan masjid Lamo Istiqamah, apalagi akan memasuki bulan Ramadhan 1443 H.
Sementara itu wali nagari Sungai Nanam yang oleh sekretaris nagari Harmi Sriono Adlis  menghimbau kepada para dermawan dimanapun untuk ikut berbagi reski.Baik infak,sadaqah,wakaf,bantuan bahan bangunan maupun lainnya. mengajak kita semua untuk ikut membangun masjid bersejarah dinagari Sungai Nanam.


 Caranya berdonasi melalui rekening Bank nagari (BPD Sumatera Barat ) cabang Alahan Panjang, No rekening masjid Lamo: 2300.0210.10621-0.atau datang langsung kelokasi di Jorong Koto Nagari Sungai Nanam,Kecamatan Lembah Gumanti kab Solok Sumatera Barat.No Kontak HP/WA .085365061814.Iskandardi :082172578503  (Masriwal/jn01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.