Puluhan Jurnalis di Sumbar Dibekali Ilmu Koperasi

0
320

PADANG, JN- Salah satu ekonomi di Indonesia agar tetap kuat dan masyarakatnya sejahtera, koperasi merupakan suatu badan usaha yang dapat membantu menyelesaikan masalah tersebut. Saat ini sebanyak 4000 lebih, koperasi yang ada di Sumatera Barat, dan mencapai omset Rp 2 juta, namun tidak semua yang tercatat secara resmi.

” Salah satu syarat agar koperasi tetap hidup dan tidak mati, diharapkan pengurus koperasi mengurus, Nomor Induk Keluarga (NIK), karena saat ini terdapat 793 koperasi yang telah memilki NIK,” kata
Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah Balai Pendidikan dan Latihan Koperasi, Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menangah (UKM) Sumatera Barat (Sumbar), Donny Ubani, saat menutup, kegiatan penguatan kelembagaan kopersi dan pelatihan wartawan tentang perkoperasian di Padang, Sabtu (7/4) kemaren.

Ia juga menyebutkan bahwa, untuk mendapat NIK tersebut sangatlah mudah,dengan cara mendaftarkan koperasi secara one line ke menterian koperasi dan UKM. ” Jika koperasi tidak memiliki NIK, maka koperasi tersebut dianggap ilegal dan bisa ditutup,”ujarnya.

Lebih lanjut ia menuturkan, agar koperasi yang ada baik di Kabupaten maupun di Kota Padang, hendaknya berbadan hukum melalui notaris. “Memang dalam mengurus badan hukum memerlukan biaya tapi keuntungan yang diperoleh juga besar,” ucapnya.

Ia berharap agar, media masa selalu mengeksposkegiatan koperasi. ” Saat ini berita untuk koperasi sangat kurang pada hal banyak bisa dipublikasikan. Apalagi saat ini banyak koperasi yang berhasil dan sukses, karena pengurusnya telah berhasil membina koperasi.

Sementara itu, wartawan senior Rusdi Bais, menjelaskan, pemerintah daerah untuk tidak menggonta-ganti Kepala Dinas Koperasi dan UKM serta stafnya karena akan berdampak pada pembinaan koperasi.
“Saat ini Kepala Dinas Koperasi dan UKM maupun stafnya sering digonta-ganti sehingga pejabat di organisasi perangkat daerah itu tidak mengerti tentang koperasi,” ujar dia.

Dalam pelatihan koperasi bagi para wartawan, hendaknya dapat menambah ilmu dan wawasannya tentang perkoperasian. Salah satu peserta koperasi Siri Antoni, mengaku senang dengan kegiatan tersebut. ” Dengan adanya kegiatan ini, tentunya menambah wawasan kami dan juga bekal dalam membangun prilaku wartawan dalam koperasi,”imbuhnya.

Kegiatan yang dilaksanakan selama tiga hari, diikuti para wartawan yang tersebar di Sumatera Barat. Selama tiga hari awak media cetak dan one line diberi pembekalan tentang perkoperasian. (mep)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here