Program SUBP Diharapkan Bisa Hindari Generasi Untuk Hindari Maksiat

0
141

SOLOK, JN- Bupati Solok, H. Gusmal, berharap agar Program Sekolah Umum Berbasis Pesantren (SUBP), bisa berjalan dengan baik di Kabupaten Solok.

Bahkan sebagai program yang digadang oleh Bupati Solok Haji Gusmal, program ini harus dilihat dan diawasi sejauh mana perkembangan pergerakan kemajuannya, agar cita-cita tersebut bisa tercapai.

“Program ini bisa diraih kalau didukung semua pihak, termasuk dana. Untuk itu Pemda melalui Dinas Pendidikan Pemuda Olahraga sebagai yang kompeten, harus berperan aktif menggelar berbagai sosialisasi, perlombaan sekaligus sebagai indicator evaluasi terhadap murid dan siswa,” sebut Ketua DPRD kabupaten Solok, Jon Firman Pandu, Senin (13/1).

Disebutkan Jon Pandu, Bupati Solok, H. Gusmal, SE, MM, sangat berharap agar seluruh sekolah SMP yang ada di Kabupaten Solok pada tahun 2025 mendatang semuanya berbasis pesantren.

“Ya, selain Bapak Bupati, kita tentu juga sangat berharap agar seluruh sekolah SMP dan Sekolah Dasar yang ada di Kabupaten Solok, nantinya menerapkan Sekolah Umum Berbasis Pesantren atau SUBP, ” sebut Jon Pandu

SUBP yang semula digagas oleh H. Sakar Soeib, yang waktu sebelum diangkat menjadi Kabid SMP, merupakan mantan Kepsek SMP Negeri 6 Gunung Talang. Selama 8 tahun menjadi Kepsek di SMP negeri 6 Guntal, H. Sakar Soeib sudah menerapkan SUBP pada anak didiknya. Bahkan hal ini membuat Bupati Solok mengangkatnya menjadi Kabid SMP, untuk menerapkan SUBP di seluruh Kabupaten Solok. Namun pada mutasi kemaren, H. Sakar Soeib dipindahkan menjadi Kabid di BKPSDM, dan posisinya digantikan oleh Ibu Doctor Nila yang merupakan pakar pendidikan Kabupaten Solok.

“Ya, siapapun yang duduk di Dinas Pendidikan, kita harap program SUBP ini bisa berjalan baik dan sesuai yang diinginkan bersama, ” sebut Jon Pandu.

Program Sekolah Menengah Berbasis Pesantren ini sudah di launching sejak bulan Februari 2017 lalu di Taman Hutan Kota Wisata Arosuka.

“Saat ini Pemerintah Kabupaten Solok terus bekerja keras memasyarakatkan pendidikan yang mengintegrasikan sistem pendidikan umum dengan sistem pendidikan bernuansa pesantren,” tambah Jon Pandu.

Sebelumnya, Penggagas SUBP ini, H. Sakat Soeib, menyebutkan bahwa untuk tahap awal tersebut, Pemkab Solok sudah menggerakkan program yang sudah dicanangkan ini, untuk 15 Sekolah yang tersebar di 14 kecamatan sebagai pilot project atau sekolah percontohan untuk penerapan sistem pendidikan yang terbilang baru di kabupaten Solok.

“Nantinya semua sekolah akan menerapkan Sekolah Menengah Berbasis Pesantren. Saat ini kita masih kekurangan tenaga pendidik trampil dan juga terbentur biaya karena belum semua sekolah memiliki sarana yang memadai, seperti asrama dan juga mushalla yang layak, ” sebut H. Sakar. Untuk itu, Bupati meminta penerapan SUBP ini bisa terwujud pada tahun 2025 mendatang.

“Sekolah umum berbasis pesantren merupakan upaya membangun generasi yang handal secara pengetahuan umum namun juga dilandasi dengan pengetahuan agama yang kuat, apalagi ditengah pengaruh kuat narkoba dan pergaulan bebas,” ungkap H. Sakar Soeib.

Dalam pencanangan dimulainya proses belajar Mengajar (PBM) SMP Berbasis pesantren diseluruh sekolah yang sudah ditetapkan, Bupati Solok meminta program ini secepatnya bisa dioptimalkan di sekolah yang sudah ditetapkan.

Bahkan besarnya keinginan Bupati terlaksananya dengan baik program unggulan kabupaten Solok ini, ia mewanti-wanti kepala sekolah yang tidak sanggup memimpin dan menerima sistem pendidikan berbasis pesantren ini untuk mundur.

“Bapak Bupati meminta Kepala sekolah yang tidak sanggup, silahkan angkat tangan dan akan kita ganti dengan yang siap. Tapi kalau sudah angkat tangan, tidak adalagi kepercayaan pimpinan kepala daerah bagi yang bersangkutan,” tutur H. Sakar Soeib.

Untuk teknis pelaksanaannnya sendiri, sebut H. Sakar, sudah dilakukan seleksi untuk guru agama yang berkualitas untuk mendukung penambahan kurikulum keagamaan di masing-masing sekolah. Sudah disiapkan 70 orang guru yang berkompeten.

Disebutkan H. Sakar Soeib, Bupati ngotot menerapkan SUBP ini menjadi program unggulan, karena dinilai baik untuk membentuk moral generasi penerus yang agamais dan mengerti etika (wandy

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan Komentar
Masukkan Nama Anda