Polisi Militer Siap Membantu Memajukan Pariwisata Kabupaten Solok

0
47

SOLOK, JN– Pihak Polisi Militer Solok, siap membantu untuk pemasaran perkembangan Wisata Kabupaten Solok kedunia luar dengan bekerjasama dengan pihak ketiga.

Hal itu terungkap dalam ajang silaturrahmi antara Komandan Sub Denpom I/4-6 Solok Lettu. CPM. Taufik Nasir dengan Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Solok, Yandra Prasat, bersama wartawan KORAN PADANG, Wandy, pada Rabu petang (7/11), bertempat di ruang Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Solok.

“Kalau dunia pariwisata kita mau maju, maka pengelolaannya harus diserahkan kepada pihak ketiga, termasuk dalam menjual potensi dinasti wisata Kabupaten Solok yang dikenal sangat beragam seperti kebun teh, Lima Danau yang indah dan juga Alahan Panjang Resort,” jelas  Komandan Sub Denpom I/4-6 Solok, Lettu. CPM. Taufik Nasir. Pihaknya juga bersedia membantu menfasilitasi Kadis Pariwisata Solok untuk bertemu dengan pihak ketiga, seperti pengelola Hotel internasional yang ada di kota Padang dan lain sebagainya. “Kalau masih dikelola pemerintah daerah, akan lama berkembangnya, namun kalau diserahkan kepihak ketiga, mungkin akan lebih cepat merasakan manfaat bisnisnya,” tambah Taufik.

Disebutkannya, Kabupaten Solok memiliki alam yang indah dengan gunung dan danaunya serta juga kebun teh dan budayanya. Sayangnya, pengelolaannya selama ini belum profesional, sehingga belum bisa mendatangkan PAD serta manfaat bagi masyarakat sekitar lokasi wisata. Sehingga hal ini perlu diswastanisasikan atau pihak ketigakan. “Intinya, untuk kemajuan Kabupaten Solok, saya siap membantu,” beber Taufik.

Sementara Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Solok, Yandra Prasat, menyampaikan ucapan terimakasih atas dukungan dari pihak Polisi Militer Solok untuk ikut peduli tentang kemajuan pariwisata di Kabupaten Solok dengan pihak ketiga. “Insyaallah saya akan mebicarakan hal ini dengan Bapak Bupati dan mulai besok akan dibuatkan profil lokasi mana saja yang bisa dijual,” tambah Yandra.

Pihaknya sangat terbantu dengan adanya masukan dan saran serta memberi serta solusi untuk pariwisata Kabupaten Solok. “Memang hal semacam inilah yang kita harapkan, sebab kalau dengan dana APBD yang terbatas, tentu akan lama menghasilkan PAD dari lokasi wisata yang ada, sebab kita masih banyak kekurangan terutama dari sektor penunjang,” pungkas Yandra  (wandy)

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan Komentar
Masukkan Nama Anda