PGRI Kabupaten Solok Gelar Pelatihan Kabupaten Solok Menulis 

0
70

SOLOK, JN- PGRI Kabupaten Solok, menggelar acara Pelatihan Kabupaten Solok Menulis  (KSM), yang diselenggarakan di Hotel Mami Kota Solok. Acara  pelatihan dibuka secara resmi oleh

Bupati Solok H. Gusmal, SE, MM Dt. Rajo Lelo yang juga Ketua LKAAM Kabupaten Solok, pada Sabtu (27/10). Acara pelatihan digelar selama Dua hari, dan ditutup Minggu 28 Oktober 2018.

 

Menurut Ketua Panitia Syafrial Anuir, S.Pd, MM, tujuan dari diadakannya pelatihan Kabupaten Solok Menulis (KSM) ini  adalah untuk meningkatkan minat para tenaga pendidik di Kabupaten Solok khususnya dan Sumatera Barat pada umumnya untuk menulis. “Semoga acara ini bermanfaat bagi kita semua, khususnya dari kalangan pendidik,” jelas Syafrial.

 

Sementara  Ketua PGRI Kabupaten Solok, Dr. H. Asrinur, M.Pd mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Solok yang senantiasa memberikan suport dan perhatian pada peningkatan mutu pendidikan dan pengembangan serta peningkatan kualitas pendidik di Kabupaten Solok, terutama di bidang menulis, sehingga Bupati Solok mencanangkan program Kabupaten Solok Menulis. “Beliau Bapak Bupati juga sangat mendukung diadakannya pelatihan guru untuk menulis ini guna peningkatan SDM para guru dibidang karya tulis,” jelas Asrinur.

Lebih jauh disebutkan Asrinur, , atas perhatian dan kepedulian tersebut, Bupati Solok telah mendapatkan penghargaan tertinggi bidang pendidikan dan peningkatan profesional guru dari Pengurus Besar PGRI tanggal 2 Desember 2017 yang lalu berupa anugerah Dwija Praja Nugraha yang diterimanya di Stadion Patriot Candrabaga, Kota Bekasi dan disaksikan oleh Presiden Joko Widodo.

 

Sedangkan Bupati Solok, H. Gusmal dalam arahannya menyebutkan menulis itu sesuatu pasti bermanfaat. Orang menulis pasti membaca. “Jadikan menulis suatu hobby dan menambah wawasan,” ujar Gusmal. Disebutkan Bupati, untuk menjadikan menulis itu sebagai hobi karena dengan menulis kita akan mengasah otak kiri dan otak kanan, jika otak kita tidak kita asah, secara otomatis otak tersebut akan mengecil dan tidak berkembang sehingga kita akan cepat pikun.

“Begitu juga halnya dengan guru, kita mengasah otak hanya sampai umur 60 tahun, jika sudah pensiun otak juga istirahat, agar semua itu tidak terjadi marilah kita menulis. Tulislah apa yang dapat kita tulis dan perbanyaklah membaca karena dengan membaca kita akan dapatkan informasi terbaru,” sebut Gusmal.

Sementara yang bertindak sebagai narasumber Pelatihan KSM ini adalah Owner Penerbit Hakim Publishing Bandung Ustadz Abdul Hakim El Hamidy (Aa Hakim), H. Waitlem, S.Pd, M.Pd Pengawas SMP dan Dr. H. Asrinur, M.Pd Ketua PGRI Kabupaten Solok (wandy)

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan Komentar
Masukkan Nama Anda