Pendidikan Berkarakter Akan Terwujud Bila Dilandasi Dengan ABS-SBK

0
28

SOLOK, JN- Wakil Bupati Solok, H. Yulfadri Nurdin, SH, menyebutkan bahwa dunia pendidikan berkarakter yang diterapkan di Kabupaten Solok, harus dipadukan dengan konsep pendidikan karakter nasional serta adat sitiadat dan berpedoman kepada ajaran Agama Islam. Kalau ketiganya tidak disinkronkan, maka mustahil hal tersebut akan terwujud.

“Kita jelas sangat prihatin dengan kondisi pendidikan anak-anak kemenakan kita akhir-akhir ini. Selain sudah banyak moral yang sudah bobrok, terjadinya kenakalan remaja karena di sekolah-sekolah tidak lagi diajarkan pendidikan moral pancasila yang lebih mendetail seperti zaman dulu. Selain itu, pendidikan agama juga tidak lagi menjadi acuan dasar, sehingga bekal untuk anak-anak dalam menjalani kehidupan semakin tipis dan mereka rapuh terhadap godaan,” terang H. Yulfadri Nurdin, kemaren.

Gagasan Yulfafri Nurdin yang mengaitkan konsep Dinas Pendidikan dengan filosofi Adat Basandi Syara’, Syarak Basandi Kitabullah atau ABS-SBK, mungkin akan lebih tepat diterapkan. Filosofi ABS-SBK jika diimplementasikan dalam praktik kehidupan sehari-hari bisa terwujud, karakter generasi yang berperangai sopan dan rancak.

Berkaitan dengan itu, saat ini diupayakan pula penguatan-penguatan peran Tungku Tigo Sajarangan (TTS), sehingga pendidikan karakter berbasis ABS-SBK akan komplementer dengan semakin melembaganya peran TTS di Minangkabau.
Selama ini acara Musyawarah-musyawarah TTS (MTTS) di samping membicarakan isu-isu aktual di nagari juga perlu membahas kondisi-kondisi terkini berkenaan dengan kurenah anak kemenakan, sekaligus upaya-upaya nyata dalam rangka menggiring generasi muda Minangkabau untuk berperilaku sesuai ABS-SBK.
Harapan Yulfadri Nurdin yang menegaskan peran agama dan adat sebagai basis pendidikan karakter perlu ditindaklanjuti. Jika saat ini sudah selesai disusun modul pendidikan karakter oleh Dinas Pendidikan Sumbar, bahkan diujicobakan mulai 2012, belum terlambat seandainya perlu ditalaah, sehingga ABS-SBK tidak hanya sebagai maskot belaka, tetapi memperoleh wadah untuk penerapannya di seluruh Sumatera Barat.
“Kita berharap agar konsep pendidikan yang diterapkan di sekolah-sekolah, harus mengedepanan ABS-SBK atau Agama, sehingga benar-benar bisa melahirkan anak didik yang mempunyai karakter,” harap Yulfadri Nurdin.
Untuk mencapai pendidikan berkarakter yang berpedoman kepada ABS-SBK, setidaknya dibutuhkan kerjasama semua elemen, baik dari orang tua, guru, mamak dan juga kaum cadiak pandai dan tentu saja didukung dprdnya.
Ketua DPRD Kabupaten Solok, Hardinalis Kobal, SE, MM, mengharapkan bahwa keinginan pemerintah Kabupaten Solok untuk menerapkan pendidikan berkarakter, haruslah dimulai sejak usia dini atau sekolah PAUD. Tetapi pendidikan berkarakter yang diterapkan sama anak didik, harus dimulai dari rumah, lingkungan dan juga tempat anak-anak menimpa ilmu agama.
“Membentuk akhlak anak memang gampang-gampang susah, tergantung kepada kemauan kita. Tetapi kalau kita tidak berupaya merubahnya, akan jadi apa generasi kita mendatang. Kalau jadi pemimpin mentalnya juga akan bobrok. Jadi kalau mau pendidikan yang berkarakter, harus dimulai dari usia PAUD” tutur Hardinalis Kobal. Pihaknya berharap agar konsep pendudikan berkarakter ini bisa diwujudkan dengan ABS-SBK (wandy)

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan Komentar
Masukkan Nama Anda