Pawai Obor Makin Meriahkan Penyambutan Peringatan Tahun Baru di Kabupaten Solok

0
87

SOLOK, JN– Perayaan Penyambutan dan peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1440 Hijriah tahun 2018  di Kabupaten Solok, benar-benar berlangsung sangat meriah. Dan ini mungkin peringatan paling meriah sejak Dua Puluh tahun terakhir,  yang diselenggarakan Pemkab Solok, dibawah naungan Kabag Kesra Kabupaten Solok yang baru, Asep Ajidin.

Gema peringatan Tahun Baru Islam di Kabupaten Solok, sudah dimulai sejak hari Jum’at tanggal 6 September 2018 lalu dengan menggelar lomba Pildacil yang besertanya murid SD sederajat, dimana masing-masing nagari mengutus 2 orang peserta putra-putri. Acara dilangsungkan di Halaman kantor Bupati Solok, di Arosuka. Acara digelar selama dua hari dan berakhir pada Sabtu kemaren.

Acara peringatan  detik-detik Tahun Baru Islam di Kabupaten Solok pada Senin malam (10/9), dilakukan dengan pawai obor dibeberapa tempat seperti di Koto Baru yang dimulai dari GOR Batu Batupang hingga ke depan Masjid Islamic Center di Koto Baru. Sementara di arosuka, usai shalat maghrib berjemaah, juga dilakukan pawai obor yang dimulai dari masjid Nurul Ikhlas Kayu Aro menuju Taman Hutan Kota Terpadu Sukarami dan Selasa shubuh dilanjutkan dengan shalat shubuh berjaah di Islamic Center Koto Baru.

 

“Alhamdulillah, kita berupaya agar umat Islam lebih membesarkan tahun baru mereka dari pada tahun baru yang jatuh pada 1 Januari  setiap tahunnya. Tahun baru Islam jatuh pada saat maghrib pada 1 Muharam dan berbeda dengan tahun baru biasa yang jatuh pada jam  00.00 jelas, Kabag Kesra Pemkab Solok, Asep Ajidin, Senin (10/9).

Disebutkannya, pawai api obor yang diselenggarakan oleh siswa madrasah dan MTsN serta sekolah umum lainnya, adalah dalam rangka mendidik generasi muda untuk lebih menggenal tahun baru Islam kedepannya. Sebelumnya pada Minggu siang lalu, juga sudah dilakukan  acara pawai Ta’aruf  yang berlangsung dari Taman Hutan Kota Wisata menuju Tugu Ayam dan Finish di kantor Bupati Solok. Peserta pawai ini menurut Kabag  Kesra murid SD, SMP dan madrasah se Kabupaten Solok. Pada hari Rabu  tanggal 12 September juga akan digelar Lomba Qasidah Rabana tingkat Kabupaten Solok yang diikuti seluruh nagari. Sementara acara puncaknya adalah Tabligh Akbar yang bertempat di halaman kantor Bupati Solok, yang diikuti oleh seluruh sekolah, Pegawai dan masyarakat serta majelis taklim se Kabupaten Solok dan  seklaigus lomba penyerahan hadiah kepada pemenang lomba. Sementara ustad yang akan memberi ceramah pada acara tabligh Akbar adalah ustad Ustad H. Syamsul  Arifin Nababan, LC, MA dari Jakarta.

“Tahun baru Islam berdasarkan hitungan bulan dimana Tahun komariah dihitung menurut peredaran bulan. Bulan mengelilingi bumi dalam waktu 29 hari 12 jam 44 menit atau dibulatkan menjadi 29 hari,” terang Asep Ajidin. Disebutkannya,  Satu tahun komariah ada 12 bulan yang berganti-ganti jumlah harinya, yaitu 29 hari dan 30 hari tiap bulannya. Dalam satu tahun berjumlah 354 hari. Kalender komariah disebut juga kalender Hijriah, yang artinya pindah, diawali dengan hijrahnya Nabi Besar Muhammad SAW dari Mekah ke Madinah. Kalender komariah lebih cepat 11 hari dari kalender Masehi. Oleh karena itu, tanggal 1 Syawal jatuh pada bulan Masehi yang berbeda beda. Pergantian tahun baru Islam dimulai pas Maghrib, berbeda dengan tahun Syamsiah yang jatuh pada pukul 00.00 setiap tahunnya.

Sementara Tahun syamsiah dihitung berdasarkan lamanya bumi sekali beredar mengelilingi matahari, yakni 365 hari, 5 jam 48 menit, 46 detik atau dibulatkan menjadi 365 hari (wandy)

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan Komentar
Masukkan Nama Anda