SOLOK, JN- Objek wisata sungai, Kapalo Banda Kuok atau “Palo Banda” yang berlokasi di Jorong Tangah Padang, Nagari Jawi-Jawi Guguak, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, pada H plus 2 lebaran, diserbu pengunjung.

Meski secara resmi lokasi ini tidak masuk dalam daftar objek wisata resmi pada Dinas Pariwisata Kabupaten Solok, namun Kapalo Banda Kuok masuk ke dalam kampung Wisata Budaya Nagari Jawi-Jawi Guguak, yang sudah ditetapkan Pemerintah pusat. 

Dengan ramainya para pengunjung yang datang, sehingga membawa berkah bagi warga setempat dengan membuka warung dadakan, seperti warung makanan dan minuman.

“Alhamdulillah, hasil penjualan hari ini cukup lumayan,” tutur Susi (31), salah seorang penjual minuman dalam kemasan, kepada Media ini, Senin (26/5/2020).

Sayangnya, para pengunjung Kapalo Banda Kuok, banyak yang tidak mengindahkan standar atau protokol kesehatan Covid-19 yang sudah ditetapkan pemerintah, seperti banyaknya warga yang tidak memakai masker dan tidak menghindahkan menjaga jarak.

Para pengunjung yang rata-rata datang dari kawasan Kecamatan Gunung Talang dan Kubung ini, dinominasi oleh anak-anak dan juga para orang tua sebagai pendamping. 

Kapalo Banda Kuok, merupakan sebuah lokasi irigasi untuk warga Nagari Cupak, Koto Baru dan Salayo. Airnya yang bersih dan ada kolam untuk berenang, sehingga sangat dinikmati oleh para Pengunjung. Bahkan pada hari biasa atau libur, lokasi tersebut menjadi tempat memancing ikan Gariang, Baung, Lele, Tilan dan lain sebagainya bagi warga yang hobinya memancing.

“Selain masuknya gratis, airnya juga bening dan pemandangannya juga indah,” sebut Utami (33), warga asal Sungai Rotan Nagari Cupak, yang membawa anaknya berenang ke objek wisata Kapalo Banda. Sementara Ano (50), warga setempat mengaku puas mengajak anak dan cucunya bermain-main di Kapalo Banda. “Selain murah meriah, lokasi ini juga dekat dari rumah. Hanya tinggal jalan kaki aja 5 menit,” sebut Ano.

Sedangkan objek Wisata lain yang juga ramai antara lain kebun teh Batang Barus dan Air Batumbuk. Para pengunjung tampak berselfie ria dan selanjutnya menikmati gurihnya jagung bakar yang dijual bebas sepanjang lokasi jalan lintas Lubuk Selasih menuju Alahan Panjang. Bahkan menurut Aria, perantau asal Jakarta uang sudah dua bulan berada di kampung, kebun teh PTP VI, Kayu Jao, jauh lebih indah dari pada kebun teh di puncak Bogor, jawa Barat. “Indah sekali dan menakjubkan, ini kurang promosi kali ya. Kalau ada yang pernah kesini, pasti pengen balik lagi karena keindahan alamnya,” jelas Aria, yang diamini teman wanitanya Sisil.

Selain Kebun Teh, pengunjung juga memadati lokasi Danau Singjarak dan Embung Sungai Nanam. Ratusan pengunjung juga memadati lokasi ini. Sayangnya, seperti halnya di Singkarak, pengunjung juga masih mengeluhkan masalah toilet dan sulitnya mencari lokasi parkir.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Solok, Nasripul Romika, menyebutkan, meski ada himbauan agar warga lokal tetap berada di rumah saja untuk memutus mata rantai covid-19, namun minat wisatawan domestik untuk berkunjung ke lokasi wisata yang tidak resmi pada libur lebaran ini tidak pernah surut.

“Namun semua lokasi wisata resmi yang ada di Kabupaten Solok tidak ada yang dibuka, ” sebut Nasripul.

Selain itu, lebaran kali ini juga ladang mengaus reski bagi para pedagang musiman di berbagai objek wisata, seperti di sepanjang kebun teh Barang Barus dan Air Batumbuk, Tugu Ayam dan Dermaga Singkarak. (Wandy

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here