Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Muhadjir Effendy Buka Musywil XXI IPM Provinsi Sumbar

0
49

SOLOK, JN – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Muhadjir Effendy yang juga Ketua Umum PP Muhammadiyah, menghadiri dan membuka secara resmi Musywil XXI IPM Sumatera Barat yang ditandai dengan pemukulan gong, serta melakukan orasi kebangsaan dan konsolidasi pendidikan Muhamadiyah Sumatera Barat, di Gedung Kubung 13, Kota Solok, Sabtu (8/9).

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI mengucapkan selamat melaksanakan Musywil XXI IPM Provinsi Sumatera Barat agar nanti jadi titik tolak IPM akan lebih maju, bertenaga, dan bervisi.

“Muhammadiyah ini dulu pelopor sebelum Indonesia merdeka, muhammadiyah telah memikirkan dan menyelenggarakan pendidikan, ketika Negara belum memikirkan pendidikan. Pendidikan muhammadiyah itu dulu disebut pendidikan sistem klasikal dan pemerintah kita atau Negara Indonesia dulu juga meniru apa yang dilaksanakan oleh muhammadiyah ini,” kata Muhadjir.

Mendikbud juga menjelaskan bahwa Pelopor muhammadiyah ini dulu sangat diakui di Indonesia, jadi resiko pelopor ketika kemudian ada kelompok adopter, jadi setiap peloporan itu pasti ada adopsi oleh orang lain atau disebut adopter (peniru), peniru itu akan berusaha untuk memperbaiki apa yang ditirunya.

Menurut Mendikbud, hal itu ancaman bagi muhammadiyah karena adopter jauh telah melakukan penyempurnaan terhadap produk awal dari muhammadiyah. Dulu pendidikan hanya untuk anak pegawai kolonial dan anak-anak Belanda, dan dari sanalah muhammadiyah menampung masyarakat Indonesia yang miskin dan awam untuk disekolahkan.

Begitu sistem klasikal muhammadiyah di ambil alih Negara dan Negara semakin memperhatikan nasib orang miskin dengan berbagai macam fasilitas, sekolah gratis, sekolah dengan biaya yang murah, ada beasiswa dan seterusnya maka otomatis peran muhammadiyah awal kehilangan elangnya atau masanya.

“Kalau sekarang muhammadiyah melakukan sekolah murah, gratis atau semacamnya jelas tidak laku karena pemerintah telah melakukan itu. Jadi ini tantangan bagi sekolah muhammadiyah untuk melakukan revitalisasi biar naik kelas dari sekolah negeri,” kata Mendikbud diakhir orasinya.

Musywil XXI IPM ini dihadiri juga, Ketua Umum PW IPM Sumbar, Farid Anshar Alghifari, Ketua umum PP IPM, Hafiz Safaturrahman, Wali Kota Solok, Zul Elfian, Wali Kota Padang Panjang, Fadly Amran, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat Adib Fiqri, serta Ikatan Pelajar Muhammadiyah.

Sementara itu Wali Kota Solok dalam sambutannya mengucapkan selamat datang kepada Menteri beserta rombongan di Kota Solok dalam rangka Musywil XXI IPM Sumatera Barat.

“Atas nama masyarakat dan Pemerintah Daerah, saya mengucapkan terimakasih sekali lagi telah menunjuk Kota Solok sebagai tempat melaksanakan Musywil XXI IPM ini. Semoga acara ini berjalan dengan lancar sampai akhir,” kata Wali Kota Solok.(van)

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan Komentar
Masukkan Nama Anda