Maigus Tinus: Pemuda Minang Jangan Tiru Pula Gaya Kebarat-Baratan

0
139

SOOOK, JN- Maigus Tinus Jambak Manti Batuah S.Sos, mengharapkan peringatan Hari Sumpah Pemuda (HSP), bisa menjadi sarana bagi pemuda untuk berkomitmen melakukan kemandirian ekonomi untuk membangun wirausahawan muda yang handal di daerah tersebut.

“Momentum peringat HSP ini bisa mendorong semangat para pemuda untuk berkomitmen menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan pemuda di Kabupaten Solok. Dirinya juga meminta HSP ini bisa menjadi Refleksi dan implementasi para pemuda yang diwujudkan dengan karya nyata melalui berbagai kegiatan positif, inovatif, kreatif dan mandiri di bidang ekonomi,” sebut kandidat calon Bupati Solok Maigus Tinus, memaknai HSP yang jatuh pada setiap tanggal 28 Oktober.

Menurutnya, pemuda harus menjadi pioner dan agen perubahan yang mampu menggerakan seluruh pemuda untuk berkontribusi dan berkiprah dalam pembangunan dan mensejahterakan masyarakat. Sehingga bisa menghasilkan pemuda yang berkualitas, yang dapat menumbuh kembangkan wirausaha baru.”Ini harus dilakukan dengan kerjakeras dan kerja cerdas dalam membangun kemandirian tersebut,” jelasnya.

Salah satu dari kandidat calon Bupati yang muncul ini mengatakan, pemuda bisa memberikan sesuatu yang baik dan bermanfaat. Dengan berkomitmen selalu melakukan hal yang positif dan dituntut lebih kreatif serta terus berupaya mengembangkan diri sesuai potensi masing-masing.

“Saat ini pemuda didaerah kita sudah cukup maju, tapi kita harapkan lebih berkembang lagi karena itu perlu mempunyai kreativitas serta mengembangkan diri dan terus berkreasi dan turut berperanserta dalam pembangunan daerah kita ini,”ujarnya.

 Lalu pengusaha muda ini juga meminta pemuda untuk terus mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek). Pemuda yang mandiri akan selalu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta arus informasi yang tidak mengenal batas, tambanya.

Karena pemuda dengan berbagai potensinya perlu sentuhan yang baik dengan dukungan program dan kegiatan yang mampu berperan sebagai bagian dari pelaku pembangunan. Negara, kata dia, memberikan dampak yang besar terhadap perubahan paradigma pemuda yang tanpa disadari telah diintervensi dengan kekuatan informasi baik melalui televisi, internet atau dunia maya.

“Sebagai pemuda jangan menyalah kaprahkan modernisasi, yang saat ini cenderung dipahami mengikuti gaya hidup yang “kebarat-baratan”, atau meniru orang asing yang lebih banyak tidak sesuai dengan adat istiadat dearah kita,” katanya.

Modernisasi, kata dia, harus dipahami sebagai sikap yang tetap mempertahankan nilai dan tata krama budaya kita sebagai orang Minang. Karena menurut Maigus, tantangan pemuda semakin tinggi kedepannya, pemuda harus bisa mempersiapkan diri agar mampu bersing Era- Komunitas Asean. Dengan kata lain mentalitas pemuda harus terus dibangun agar menjadi pemuda-pemuda yang unggul, berkarakter, berkapasitas dalam persaingan global yang semakin hari semakin kompetitif.

Lalu juga menggiginkan para pemuda memperbaiki diri, dan menunjukkan prestasinya. “Apabila ada stigma orang yang menyebutkan bahwa pemuda itu malas, apatis, cuek dan lain-lain, maka harus kita lawan. Tunjukkan pemuda tidak seperti itu,” tegasnya.

Hal yang patut dijadikan pelajaran dari peringatan Sumpah Pemuda ke-91 tahun ini adalah rasa saling percaya, mengingat “Sumpah Pemuda” dapat dideklarasikan karena adanya rasa percaya di antara pemuda, ujarnya.

Pemuda telah berhasil membangun komitmen kolektif di daerah untuk bersatu dan mengembangkan jiwa nasionalisme di tengah-tengah hegemoni kolonialisme penjajah, momentum sejarah penting untuk kembali direnungkan dan direaktualisasikan agar semangat yang terkandung di dalamnya terus memberikan inspirasi dan motivasi bagi seluruh daerah untuk dapat hidup sejajar dengan daerah lainnya.

Pemuda yang inspiratif merupakan pemuda yang mampu memberikan inspirasi bagi pembangunan daerahnya, harus mampu mengembangkan ilmu yang diperoleh dari peguruan tinggi.Dan tidak hanya berpatokan jadi PNS.

“Pola pikir seperti itu harus dirubah, karena masih banyak peluang yang dapat dimanfaatkan untuk menciptakan lapangan pekerjaan sendiri, putra asli Talang ini siap membantu, Pemuda yang betul-betul ingin menciptakan lapangan pekerjaan sendiri,” jelasnya.

Ia juga mengimbau motivasi Pemuda ketika masuk kuliah yang biasanya bertujuan mencari pekerjaan diganti dengan menciptakan lapangan pekerjaan. Orientasi bahwa sarjana untuk mencari kerja harus sudah mulai ditinggalkan, karena masih banyak peluang lebih besar dan menjanjikan.

“Usaha Kecil Menengah (UKM) masih kurang peminatnya, padahal peluangnya jauh lebih besar dan menjanjikan, apa lagi daerah kita merupakan daerah pelintasan dibagin selatan Sumatera Barat. Pemuda jangan sampai menjadi penonton, tetapi mesti menjadi pelaku dari kemajuan daerahnya,” katanya

Dia mengakui, masih banyak pemuda yang berharap bekerja sebagai pegawai negeri sipil (PNS) setelah lulus diperguruan tinggi atau suasta. Namun demikian hal itu sudah tidak mungkin, seiring dengan moratorium formasi penerimaan PNS tidak seimbang dengan yang lulusan sarjana setiap tahunnya (Jn01/nof)

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan Komentar
Masukkan Nama Anda