M. Yunus Si Pedagang Es Cendol Yang Sukses Mengantarkan Anaknya Keperguruan Tinggi Ajo Dapat Menguliahkan Anaknya Ke PT

0
709

PADANG, JN- Siang itu cuaca begitu panas beberapa orang mengeluh dengan suhu udara yang mencapai 29 derajat. Pasalnya dalam beberapa hari  Kota Padang tak diguyur hujan. Namun bagi sebagian orang, kondisi tersebut membawa berkah, seperti yang dialami oleh  M.Yunus (60 tahun). Pria yang akrab disapa Ajo ini, berjualan es cendol durian buatannya sendiri.

M. Yunus atau yang sehari-hari dipanggil Ajo ini, berkeliling menjajahkan dagangannya dengan menggunakan becak motor (bentor). Ajo yang tinggal di Pasir Sebelah Nan Tigo, Kecamatan Tangah Kota Padang, sudah 15 tahun berjualan es cendol durian. Selain berkeliling es cendol durian, Ajo hampir setiap mangkal di kantor Pengadilan Negeri, yang berada di jalan Raya Bay Pas 23 km, Anak Air, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang.

Tak lama memasuki halaman kantor Pengadilan Negeri,  satu per satu orang datang membeli, es cendol durian. Melihat hal tersebut, Ajo pun tersenyum sambil menyapa dan melayani pembeli. Es cendol durian buatan Ajo pun, langsung disantap oleh pembeli.

Mulai dari anak-anak hingga dewasa, es cendol durian Ajo, sukai  dari berbagai kalangan. ” Yang membeli es cendol durian saya ini berbagai macam profesinya, seperti karyawan PT.Semen Padang, karyawan Bandara Internasional Minangkabau (BIM), karyawan pengadilan, dan masih banyak lagi, karena saya kalau berdagang selalu berkeliling. Alhamdulilah es cendol durian saya banyak yang suka,” katanya saat diwawancari Koran Padang, Jumat (10/8).

Selain rasanya yang enak es cendol durian Ajo, harganya pun sangat murah yakninya Rp 7000 per gelasnya. Bapak tiga anak ini mengaku, ketiga anaknya sudah lulus di bangku sekolah, bahkan satu anaknya kini sedang kuliah disalah satu Perguruan Tinggi (PT) di Kota Padang. ” Dua anak saya sekarang sudah berkerja, tinggal satu yang belum sekarang dia sedang duduk di bangku kuliah, semoga saja cepat menyelesaikan kuliahnya,” ujarnya.

Ajo yang lahir di Padangpanjang dan besar di Pariaman menuturkan, selama berjualan es cendol durian, tidak ada duka yang dialaminya. ”  Bagi saya tidak ada dukanya,  suka saja semua, yang penting kita yakin karena rezki sudah ada yang mengaturnya, meskipun hujan saya tetap berjualan,”tuturnya. Ajo yang keluar dari rumah dari pukul 11.00 WIB hingga sore, tetap semangat dalam mencari nafkah untuk keluarga.

Dalam sehari Ajo meraup untung Rp 200 ribu per hari. ” Bagi saya bersyukur itu adalah kunci yang paling penting, berapa pun untung yang saya dapat, saya tetap bersyukur,” ucapnya. Ajo pun mengaku untuk rasa es cendol durian, kualitas rasa tetap dipertahankan. ” Insyaallah kalau rasa tidak akan pernah berubah, karena es cendol durian saya memang asli tidak ada tambahan lainnya,”

Sementara itu para pelanggan Ajo mengaku, es cendol durian buatan Ajo memang enak. ” Es cendol durian ini rasanya sangat berbeda dengan es cendol durian yang pernah saya coba, selain itu harga pun murah,” ujar salah seorang pembeli es cendol Ajo Af (46 tahun). (mep)    

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here