Kisah Anak-Anak Pinggiran di Kab Solok: Rela Berjalan Kaki Puluhan Kilometer Setiap Hari Demi Sebuah Pendidikan

0
517
SOLOK,  JN- Menyedihkan memang,  meski sudah lebih dari 75 tahun Negara ini Merdeka,  namun masih banyak warganya yang belum bisa menikmati arti kemerdekaan itu sendiri.
Di Kabupaten Solok sendiri,  selain di Kecamatan Tigo Lurah dan Hiliran Gumanti dan di X Koto Diatas,  masih banyak nagari yang warganya harus berjalan kaki puluhan kilo ke sekolah,  demi untuk mendapatkan sebuah pendidikan yang layak.
Di Nagari Surian, Kecamatan Pantai Cermin,  Kabupaten Solok,  ada sebuah dusun yang bernama Subarang,  Jorong Tambang, Kenagarian Surian,  yang sampai saat ini warganya harus berjalan kaki hingga puluhan kilometer pulang pergi,  dengan melintasi perbukitan dan kawasan hutan. Kondisi ini akan diperparah bila cuaca hujan,  maka jelas para anak-anak di kawasan ini rela buka sepatu agar tidak kotor sampai di sekolah
“Ya behitulah kondisi kami di sini sejak dulu, jauh dari ibukota dan tinggal di kawasan terisolir, ” ujar Nani (53), salah seorang warga Dusun Subarang Batang Hari,  Jorong Tambang,  Nagari Surian,  Minggu (18/11), saat dikunjungi rombongan dari Caleg Partai Demokrat Kabupaten Solok dan Sumbar,  yang dipimpin Ketuanya,  Agus Syahdeman,  SE,  saat menyambangi daerah tersebut.
Disebutkan Nani,  jika musim hujan tiba,  hanya orang-orang tertentu saja yang bisa naik motor ke daerah tersebut dan benar-benar mereka yang punya nyali, sebab kalau lengah sedikit,  maka nyawa jadi tantangannya.
Rasa sedih dan iba tampak tergambar dari muka para caleg Demokrat tersebut.  Sebab mereka tidak bisa membayangkan,  baru satu kali saja mengunjungi daerah tersebut bisa dicapai 2 jam dari Ibukota Pantai Cermin di Jorong Pasa.  Bagaimana kalau setiap hari seperti yang dilakukan generasi muda dari Jorong Subarang itu.
“Pokoknya saya salut dan beri apresiasi kepada anak-anak dan orang tua di dusun Subarang ini. Mereka rela berjalan kaki sejauh sepuluh Kilometer pulang pergi untuk mendapatkan pendidikan di SD terdekat, ” jelas Agus Syahdeman.
Pihaknya berjanji,  jika nanti terpilih menjadi anggota DPRD Sumbar,  maka akan berusaha memperjuangkan daerah tersebut agar keluar dari ketertinggalan.
“Kasihan,  ini anak bangsa,  seharusnya pemerintah memperhatikan mereka, ” tambah Agus Syahdeman.
Acara kunjungan Caleg Demokrat ke jorong terisolir di Surian ini, juga digelar dengan tanya jawab dan dialog dengan masyarakat sekitar. Pada umumnya,  masyarakat minta perbaikan jalan ke daerah mereka serta minta pendirian sekolah SD gendongan. Agus Syahdeman juga sangat menyayangkan bahwa daerah Tambang dikenal dengan penghasil emas di Surian, namun warganya hidup dalam ketertinggalan.
Camat Pantai Cermin,  Crismon,  yang coba dihubungi media ini,  HP yang bersangkutan sedang tidak aktif (wandy)

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan Komentar
Masukkan Nama Anda