Kepemimpinan H.Gusmal-Yulfadri Nurdin Realisasikan ABS-SBK

0
743

SOLOK, JN–  SEJAK dilantik tanggal 17 Februari 2016 silam oleh Gubenur Sumatera Barat, Irwan Prayitno, Bupati Solok, H. Gusmal Dt Rajo Lelo, SE, MM dan Wakil Bupati Solok, Yulfadri Nurdin, SH, sudah mengikrarkan pembangunan Kabupaten Solok dengan Empat Pilarnya.

Namun landasan pembangunan Empat Pilar tersebut, juga tidak terlepas dari tatanan Adat Basandi Syara’ dan Syara’ Basandi Kitabulah atau ABS-SBK.

Masyarakat Kabupaten Solok sejak dulunya, juga dikenal dengan masyarakat yang taat agama atau adat. Namun sesuai perembangan zaman dan kemajuan technology, nilai-nilai itu mulai bergeser dan membuat pemerintah, guru sebagai pendidik dan niniek mamak harus bekerja keras untuk mempertahankan budaya leluhur yang dikenal dengan sopan santun dan memegang tinggi tatanan ABS-SBK.

 

Bupati Solok, H. Gusmal Dt. Rajo lelo, SE, MM dan Wakil Bupati, Yulfadri Nurdin, SH secara resmi oleh Gubenur Sumatera Barat, Irwan Prayitno Pertengahan Bulan Februari 2016 lalu. Dan waktu terus bergulir, tidak terasa masa kepemimpinan H. Gusmal-Yulfadri Nurdin hampir berjalan dua tahun lebih. Berhasil meyakinkan masyarakat dengan program 4 pilar Pembangunan, yang mana program ini nantinya akan bermuara pada kesejahteraan masyarakat Kabupaten Solok, sehingga membuat pasangan ini, berhasil memenangkan Pilkada Serentak Tahun 2015. Sesuai Visi dari program Empat Pilar adalah mewujudkan masyarakat Kabupaten Solok yang maju, mandiri untuk menuju masyarakat Madani yang berlandaskan filosofi Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah (ABS-SBK) dengan merealisasikan 4 Pilar Pembangunan Kabupaten Solok.

 

Adapun 4 Pilar Pembangunan yangdimaksud adalah  Pilar pembangunan di bidang ekonomi kerakyatan, pilar pendidikan, p;ira Kesehatan serta mewujudkan pemerintahan yang baik dan bersih. Dan ini semua diimplementasikan dalam bentuk kegiatan di sejumlah OPD yang ada di Pemkab Solok yang tujuan akhirnya adalah  mampu mewujudkan masyarakat Kabupaten Solok yang maju dan sejahtera. “Kita ingin masyarakat Kabupaten Solok ini maju dalam ekonomi dan taat Agama serta hukum, makanya kita ingin mendidik masyarakat dengan pendidikan agama yang baik dengan menggiatkan Subuh berjamaah dan Maghrib mengaji serta menjadikan sekolah umum berbasis pesantren di Kabupaten Solok,” jelas Bupati Gusmal, saat membuka Seminar Nilai Nilai Luhur ABS-SBK di Ruang Solok Nan Indah belum lama ini.

Sementara  Visi pembangunan 5 Tahun kedepan yang tercantum dalam RPJMD Kabupaten Solok Tahun 2016-2025, sesuai dengan Perda Kabupaten Solok Nomor 4 tahun 2006 untuk mewujudkan masyarakat Kabupaten Solok yang maju mandiri menuju masyarakat madani dalam nuansa Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah. Membangun karakter masyarakat sesuai filosofi ABS-SBK, menurut, H. Gusmal serta didukung oleh Pemerintah (Nagari Adat) yang kuat dengan meningkatkan peran Tungku Tigo Sajarangan (niniak mamak, alim ulama dan cadiak pandai) dan lembaga sosial kemasyarakatan lainnya, akan mempercepat kesejahteraan masyarakat.  “Kita berharap visi dan misi kita didukung oleh Pemerintahan Nagari, niniek mamak serta segenap masyarakat Kabupaten Solok, kalau tidak tentu tidak akan jalan juga ,” sambung H. Gusmal.

 

Bupati berharap agar nilai adat istiadat di Nagari tidak pudar di telan zaman, maka Pemkab Solok terus berjuang mempertahankan budaya yang ada. Bahkan Bupati Solok itu bercita-cita ingin dengan 4 pilar pembangunannya, harus bisa menjadi pelopor dalam pelaksanaan ABS SBK yang sejalan dengan target RPJMD Kabupaten  Solok tahun 2016-2021 melalui peningkatan peran Tungku Tigo Sajarangan. “Masyarakat maju dan mandiri dalam nuansa Adat Basandi Syarak’- Syarak Basandi Kitabullah, merupakan capaian penting di Kabupaten Solok,” ujar Bupati Gusmal saat membuka seminar sehari tentang arah kebijakan pendidikan Kabupaten Solok di Hall Batu Batupang, Koto Baru, akhir tahun 2017 lalu.

Disebutkan Gusmal, penerapan nilai-nilai ABS SBK dalam membangun masyarakat Kabupaten Solok, diawali dengan penguatan unsur perasaan, hati (qalbin salim) yang menghiasi nurani manusia dengan nilai-nilai luhur yang tumbuh mekar dengan kesadaran kearifan. ABS-SBK merupakan kecerdasan budaya serta memperhalus kecerdasan emosional serta dipertajam oleh kemampuan periksa dengan hidayah Islam. Bupati menambahkan, watak yang sempurna dengan nilai nilai luhur ini akan melahirkan tindakan terpuji, yang tumbuh dengan motivasi (nawaitu) yang bersih (ikhlas).

Pada akhir Desember 2017 silam, Bupati Solok itu juga kembali terpilih menjadi secara aklamasi menjadi Ketua LKAAM Kabupaten Solok untuk priode 5 tahun kedepan mengantikan posisi H. Syafri Dt Siri Marajo, SH. Dengan demikian, maka makin besarlah tanggungjawab Bupati Gusmal, selain jadi pemimpin di daerah, juga sekaligus kepala niniek mamak masyarakat Kabupaten Solok, untuk menerapkan tatanan ABS-SBK tadi dan meimplementasikannya di tengah-tengah masyarakat. “Sekali lagi saya katakan, saya ingin masyarakat Kabupaten Solok hidup dalam tatanan adat dan etika, serta maju dalam ekonomi untuk kesejahteraan bersama,” jelas H. Gusmal.

Bupati Gusmal dan Wakil Bupati Solok, juga berharap pada usia Kabupaten Solok yang ke-105 pada tanggal 9 April 2018 nanti, sudah mulai tampak buah dari kepemimpinannya, apalagi setelah akhir masa jabatannya pada tahun 2021 nanti, masyarakat Kabupaten Solok bisa menerapkan ABS-SBK dan hidup dengan penuh perdamaian (Ujang jarbat/Syfri M/ Hendrianto)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here