Kakao Juara Nasional Asal Salayo Terserang Hama Ulat Api

0
192

SOLOK, JN-Tanaman Kakao atau coklat milik Kelompok Tani Saiyo yang diketuai oleh Bapak Busron Bahar, yang pernah menjadi juara nasional pada peringatan hari Kakao atau coklat sedunia akhir tahun 2018.lalu, kini terserang hama ulat api.

Menurut Ketua Bidang Perlindungan Tanaman Kakao Keltan Saiyo, asal nagari Salayo Kecamatan Kubung, Busron Bahar Malin Kayo, serangan hama yang kemudian diketahui bernama ulat api itu, sudah menyerang tanaman coklat atau kakao kelompok tani Saiyo semenjak Seminggu terakhir.

“Ya, tanaman kakao kami terserang penyakit ulat api. Daunnya menjadi hitam dan buahnya menjadi kerdil kayak habis terbakar, ” jelas Busron Bahar Malin Kayo, kepada awak media di kebunnyo di Jorong Batu Palano, Minggu (10/3).
Pihaknya sangat mencemaskan kalau dnas terkait tidak segera turun, maka dikuwatirkan akan menyerang tanaman kakao milik warga lain.

Busron Bahar merupakan pembina sekaligus Ketua Bidang Perlindungan Tanaman Kakao pada Kelompok tani (Keltan) perkebunan kakao Saiyo, Nagari Salayo, Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok. Dengan kesungguhannya, bisa membudidayakan tanaman kakao, dan bisa meraih Juara 1 Tingkat Nasional, sekaligus membanggakan Sumbar.

Sebagaimana kita ketahui, Kakao atau dalam bahasa latinnya disebut Theobroma cacao, merupakan salah satu komoditas andalan perkebunan yang peranannya cukup penting bagi perekonomian nasional, khususnya sebagai penyedia lapangan kerja, sumber pendapatan dan devisa negara. Disamping itu, kakao juga berperan dalam mendorong pengembangan wilayah dan pengembangan agroindustri.

Luas Keltan Saiyo, mencapai 33 hektar yang yang dikelola oleh petani tergabung dalam Kelompok Tani Kakao Saiyo. Sukses tersebut, juga tidak lepas dari peran Pembina Keltan Saiyo, Drs.H. Benny Faisal. MM Dt. Sinaro Sati dan tokoh masyarakat setempat, Dalmenda Pamuncak.

Hadirnya hama dan penyakit dalam budidaya ini akan menimbulkan penurunan produktivitas di lapangan.
Usai mendapat laporan bahwa tanaman Kako Keltan Saiyo terserang hama, maka Dinas Pertanian segera mengirim
Tim ke Keltan Saiyo yang dipimpin oleh
Kabid Syamsul Nurzal.

“Kami ikut prihatin dengan kondisi ini, semoga hama kakao ini segera hilang dari kebun ini, “.tutur Syamsul Nurzal.

Menurut Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Solok, Ir. Admaizon, dalam melakukan budidaya tanaman coklat, masyarakat sering kali mengalami permasalahan seperti serangan hama dan penyakit seperti hama Tanaman Coklat berupa Conopomorpha cramerella. Jenis hama ini dikenal juga dengan sebutan penggerek buah coklat (PBC). Ciri buah muda yang terserang PBC yaitu mengalami perubahan warna sebelum matang.
“Namun yang menyerang tanaman coklat kelompok Saiyo adalah jenis Hama ulat api,” jelas H. Admaizon.

Serangan PBC ini mengabkibatkan cacat pada biji kakao, sehingga dapat menurunkan hasil produksi hingga 80 persen. Buah kakao matang yang terserang hama ini tidak akan berbunyi jika digoncang. Selain itu, pada bagian kulit buah yang tesereng PBC akan mudah untuk ditumbuhi jamur.

“Pengendalian hama PBC dapat dilakukan dengan sanitasi lahan, membersihkan kulit buah, ranting atau daun kering, dan gulma. Pembungkusan buah supaya tidak terserang dan memusnahkan buah yang terserang dengan cara menguburnya,” jelas H. Admaizon.
Selain itu juga dapat dikendalikan dengan musuh alami, seperti Trichogrammatoidea bactrae fumata, rangrang, semut hitam, dan jamur entomopatogen.

Selain itu, pengendalian juga bisa dilakukan dengan menggunakan bahan kimia dapat dilakukan menggunakan insektisida berbahan aktif organoklorin atau piretroid sintetik. Contoh insektisida piretroid sintetik seperti deltametrin, fipronil, lamda sihalotrin, betasiflutrin, alfa sipermetrin dan esfenvalerat.

Selain dari Dinas Pertanian, beberapa orang tim relawan dari UNAND Padang juga datang ke lokasi tersebut untuk mengetahui jenis hama yang menyerang

Tampak serangan hama pada bagian tunas muda mengakibatkan daun-daun muda menjadi melengkung, kecil, dan berubah warna menjadi kehitaman. Sedangkan pada bagian buah hama ini lebih suka menyerang buah yang masih muda dan mendekati matang (wandy)

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan Komentar
Masukkan Nama Anda