Pendidikan

H. Epyardi Asda: Santri Wajib Memperjuangkan Nilai-nilai Agama dan Apa Yang Dicita-citakan Oleh Para Lelehur

×

H. Epyardi Asda: Santri Wajib Memperjuangkan Nilai-nilai Agama dan Apa Yang Dicita-citakan Oleh Para Lelehur

Sebarkan artikel ini

SOLOK, JN- Bupati Solok, Capt. H. Epyardi Asda Dt Sutan Majo Lelo, M.Mar, hari Sabtu (22/10), menghadiri sekaligus menjadi Inspektur Upacara Upacara Peringatan Hari Santri yang Ke-V Tahun 2022, bertempat di Lapangan Islamic Center Koto Baru.


Tampak hadir pada acara tersebut yakniPlt. Askor Bidang Pemerintahan, Drs. Syahrial, MM, Staf Ahli Bid. Pemerintahan Kemasyarakatan dan SDM, Mulyadi Marcos, SE, MM, Kepala Kantor Kemenag Kab. Solok, H. Zulkifli, S.Ag, MM, Alim Ulama serta Tokoh-tokoh Agama Se-Kabupaten Solok, Majelis Guru Tenaga Pendidik Santri Se-Kabupaten Solok.
Upacara berlangsung secara hikmat diikuti oleh Seluruh Santri di Kabupaten Solok.


Pada kesempatan itu juga dibacakan Ikrar Santri yakni:

1. Sebagai Santri NKRI, berpegang teguh pada aqidah ajaran nilai dan tradisi Islam Ahlussunah Wal Jamaah.


2. Sebagai Santri NKRI, bertanah air satu, tanah air Indonesia, beridiologi negara satu, idiologi Pancasila, berkonstitusi satu, UUD 1945, berkebudayaan satu, kebudayaan Bhinneka Tunggal Ika.

Baca Juga :
Rektor Unand Prof. Dr. Yuliandri, SH. MH Lantik Prof. DR. Herwandi Sebagai Dekan Fakultas Ilmu Budaya Periode 2021-2025


3. Sebagai Santri NKRI, selalu bersedia dan siap siaga menyerahkan jiwa dan raga membela tanah air dan bangsa Indonesia, mempertahankan kesatuan dan kesatuan nasional serta mewujudkan perdamaian abadi.


4. Sebagai Santri NKRI, berperan aktif dalam pembangunan nasional, mewujudkan kesejahteraan lahir dan batin untuk seluruh rakyat Indonesia yang berkeadilan.


5. Sebagai Santri NKRI, pantang menyerah, pantang putus asa serta siap berdiri di depan melawan pihak-pihak yang akan merongrong Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika, serta konstitusi dasar lainnya yang bertentangan dengan semangat Proklamasi Kemerdekaan dan Resolusi Jihad Nahdlatul Ulama.


Sementara Bupati Solok, H. Epyardi Asda, dalam arahannya menyampaikan bahwa Pada lima tahun yang lalu Pemerintah Bersama Himpunan Santri telah menetapkan tanggal 22 Oktober Sebagai Hari Santri Nasional.

Baca Juga :
Bupati Epyardi Asda Buka Acara Bimtek Peningkatan Kompetensi Kepala SMP Se Kab. Solok di SMPN 3 Gunung Talang

“Harapan kita, para Santri dapat mewujudkan Apa yang menjadi Ikrar yang telah diucapkan oleh Para Santri,”Sebut H. Epyardi Asda.
Menurut Bupati, sebagai Santri dan Generasi Penerus kita wajib memperjuangkan nilai-nilai Agama dan apa yang telah dicita-citakan oleh para Leluhur, ditangan ananda semua Kebangkitan Indonesia dan Kabupaten Solok dapat terwujud.
“Sebagai Bupati Solok saya menghimbau kepada para santri untuk bertekad meneruskan perjuangan para leluhur dengan senantiasa belajar bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu,” harap H. Epyardi Asda.

Bupati juga menjelaskan bahwa ditangan generasi penerus inilah akan ditumpangkan nasib Bangsa Indonesia kedepannya, agar bisa sejajar dengan negara-negara maju dan berjiwa. Islami (wandy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.