Dinas Kominfo Kota Solok Bentuk Tim Monitoring Untuk Memantau Situs Terlarang di Warnet

0
61

SOLOK, JN – Untuk menggantisipasi terjadinya penyakit masyarakat, dan menindak lanjuti UU Nomor 11 2018 tentang ITE, Dinas Kominfo Kota Solok membentuk tim monitoring untuk memantau situs terlarang di warung internet (Warnet) yang berada di dua kecamatan di Kota Solok.

Kepala Bidang Pengelolaan Informasi dan Media Komunikasi Publik Mukhni mengatakan, monitoring ini dilakukan selama 4 hari yang telah dimulai dari minggu kemaren. Ia juga menyebut sebelum pelaksanaan kegiatan telah dilakukan briefing dalam rangka pembagian kelompok serta teknis monitoring.

“Tim juga dibekali oleh surat tugas dan himbauan dari Kepala Daerah yang akan ditempel pada warnet sehingga pelanggan mengetahui himbauan dari Pemerintah Kota Solok,” sebut Mukhni didampingi Kasi Pengelola Media dan Komunikasi Publik, Asmardi beserta staf Diskominfo, Selasa (1/10).

Lalu Ia mengatakan, jumlah warnet yang tersebar di 2 Kecamatan di Kota Solok, berjumlah 30 warnet. Kegiatan ini dilakukan untuk penertiban bagi yang tidak memenuhi standar operasional sesuai peraturan dan ketentuan yang berlaku.

“Agar monitoring berjalan dengan baik dan lancar, diusahakan untuk tim yang turun ke lapangan menjaga kesopanan kepada pengelola/pemilik warnet serta tidak mengganggu kenyamanan pelanggan warnet yang tengah melakukan aktifitasnya pada saat monitoring berlangsung,” jelas Mukhni.

Tim yang turun langsung melihat kondisi warnet terkait apakah sudah terpasang filter situs negatif, situs web penipuan dan perjudian online, desain ruangan yang terbuka dan warnet nakal. Disamping itu memastikan apakah tersedia fasilitas mushola dan toilet.

Lalu tim juga menghimbau pemilik mengenai batasan jam operasional serta tidak dibenarkan anak sekolah berkeliaran pada saat jam sekolah. Pemilik juga wajib menjaga ketertiban dan keamanan lingkungan sekitar.

Pada saat di lapangan,Ia menegaskan kepada pengelola warnet bahwa keberadaan warnet di Kota Solok kita harapkan benar-benar berfungsi sebagai jendela informasi yang bermanfaat positif bagi masyarakat, dan juga untuk tidak membiarkan pelanggan yang masih berseragam sekolah berkeliaran di lingkungan warnet.

Sementara itu menurut salah seorang tim monitoring menjelaskan hasil temuan dilapangan, “Secara umum seluruh pemilik telah mengetahui mengenai himbauan dari Pemko, namun terkait izin usaha masih ditemukan beberapa yang belum mengurusnya. Mengenai ketertiban kami sudah menegaskan bahwa operasional harus telah berakhir sebelum tengah malam dan tidak dibenarkan pelajar berkeliaran saat jam sekolah,” ujar Megi Nofendra.(van)

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan Komentar
Masukkan Nama Anda