Desnadefi Gusmal Dukung Pertumbuhan Industri Kerajinan

0
43

 SOLOK, JN- Pada Kamis (31/1) Ketua Dekranasda (Dewan Kerajinan Nasional Daerah) Kabupaten Solok Hj. Desnadefi Gusmal, SH mengunjungi sentra pengrajin Batik Tulis di Jorong Salingka Tabek, Nagari Koto Baru Kecamatan Kubung Kabupaten Solok. Kunjungan dimaksud didampingi oleh sekretaris dan para Kabid di Dinas Koperindag Kabupaten Solok.

Menurut Desnadefi, Kabupaten Solok yang
terkenal dengan sektor pertanian dan wisata pesona lima danau, Kabupaten Solok mampu menjadi tujuan utama di kawasan Sumatera Barat. Namun salah satu target Pemerintah Kabupaten Solok untuk menjadikan daerah sebagai sasaran daerah kunjungan. Dalam hal ini, tentu perlu nilai tambah lain, terutama dari sektor ekonomi kreatif. Pemkab Solok tekadkan pengembangan produk kerajinan. Sebelumnya, industri kerajinan yang di plot sebagai magnet tersendiri dalam menarik pengunjung ke Kabupaten Solok memang belum begitu banyak. Jikapun ada, jenis usaha seperti batik, sulaman dan usaha kerajinan lainnya masih belum bisa berkembang. Rata-rata pengrajin masih ragu terhadap desain serta ide kreatif yang bisa menjadi nilai tambah sebuah produk, dan akhirnya industri kerajinan selalu berjalan di level yang sama tiap tahunnya, tanpa perkembangan yang signifikan. Ada, tapi hanya sekedar ada, tak lebih.

 Sekretaris Dinas Koperindag yang diamini oleh para kabid menambahkan bahwa pada dasarnya, usaha ekonomi kreatif berbasis kerajinan tersebut sudah berkembang di Kabupaten Solok. Namun Usaha Kecil Menengah (UKM) bidang ekonomi kreatif terlihat cenderung berjalan di tempat. Terobosan-terobosan baru enggan dilakukan pengrajin atau pemilik usaha, karena tidak ada jaminan pemasaran, serta kurang luasnya pengetahuan masyarakat akan usaha kerajinan, imbasnya perkembangan usaha terhambat.

 
Hj. Desnadefi menyatakan kekagumannya saat mengunjungi  usaha batik tulis salingka tabek yang dilakoni oleh Yusrizal, terlihat didalam rumahnya terpajang karya kain batik yang begitu indah, siapa sangka karya tersebut hasil dari peralatan serba kecil itu, sederhana namun berkelas.

Berdasarkan penuturan Yusrizal, hingga saat ini, pesanan-pesanan batik karya Batik Salingka Tabek datang dari keluarga atau kelompok untuk membuat seragam batik, lalu ada juga dari siswa sekolah, kemudian ada juga beberapa masyarakat dari luar Sumbar yang memesan karena tertarik dengan Batik Salingka Tabek dari sosial media. “Kita kan baru merintis, jadi kita menawarkan harga yang relatif murah dulu, yakni Rp. 150 ribu hingga Rp. 700 ribu, untungnya memang tipis, tapi itu strategi awal kita untuk merambah pasar yang lebih luas lagi,” terangnya. Lebih lanjut, untuk motif batik, Yusrizal menekankan motif batik Salingka Tabek terinspirasi dari kaidah lokal Kabupaten Solok sendiri. Ia ingin melalui batik, bisa menjadi wadah untuk memperkenalkan Solok ke seluruh negeri, baik kebiasaan maupun kebudayaan akan dituangkan dalam motif-motif batik.
“Diantaranya yang paling banyak diminati yakni motif Padi Bawang, motif malambuik padi, dan ayam kukuak balenggek,” tambahnya sembari tetap menjaga fokusnya dalam memainkan canting kain mori putih tersebut.

 
Kembali, Hj Desnadefi menegaskan:”Hal yang saya tekankan kepada pengrajin, jangan pernah sekalipun remehkan orderan walaupun jumlahnya hanya sedikit. UMKM harus melakukan perbaikan produk dan konsisten menjaga mutu,” katanya.

Terpisah, Kadis Perdagangan Koperasi dan UKM Kabupaten Solok, Nasripul menuturkan bahwa pihaknya sangat mengapresiasi semangat yang ditunjukkan para pengrajin batik, tenun dan usaha kreatif lainnya, mereka secara gamblang mengusung kearifan lokal daerah dalam motifnya, dan mulai mendapat tempat di hati pecinta batik. Geliat itu tidak saja dirasakan secara lokal kedaerahan namun juga secara nasional.

Usaha kreatif UMKM akan menjadi salah satu solusi dalam menjawab sulitnya lapangan pekerjaan saat ini, sebab sudah sangat tipis peluang bagi generasi muda untuk bisa bekerja, apalagi hanya mengandalkan ijazah semata, keahlian dan kreatifitas sangat dibutuhkan dalam menghadapi era globalisasi seperti sekarang ini. “Kita akan membantu masyarakat Kabupaten Solok yang bergerak di ekonomi kreatif, diharapkan akan berdampak signifikan dalam mendorong perekonomian masyarakat, serta membuka lapangan pekerjaan,” jelasnya.

Secara keseluruhan, untuk menggerakkan  roda perekonomian masyarakat, pihaknya menegaskan untuk mendukung geliat ekonomi daerah, Pemkab Solok memberikan kemudahan bagi pelaku UMKM dengan penguatan untuk permodalan pelaku UMKM. Sebab Keterbatasan modal selama ini selalu menjadi kendala utama bagi pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) untuk melebarkan sayap usahanya. Dan banyak pelaku usaha tidak mampu bertahan dalam persaingan yang semakin ketat.

Pemkab Solok terus berupaya mendekatkan pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dengan sumber permodalan. Baik dari pihak Pemda sendiri, perbankan maupun BUMN yang ada. Diantaranya melalui Lembaga Permodalan dan Penguatan Ekonomi Masyarakat (LP2EM), PT. Permodalan Nasional Madani (PNM), dan Kredit Usaha Rakyat (KUR).

“UMKM sangat perlu mendapatkan bantuan modal usaha dari pemerintah untuk menunjang usahanya, apalagi di tengah gempuran produk global, membuat produk UKM jika monoton akan mati pasaran,” tukasnya (asep ajidin)

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan Komentar
Masukkan Nama Anda