Demo Mahasiswa UIN IB Padang Salin Dorong, Minta Turunkan Presiden Mahasiswa

0
207
PADANG, JN-  Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol (IB) Padang melakukan aksi demo di depan kantor rektorat UIN IB Padang, Senin (10/9). Dalam aksi tersebut, mahasiswa meminta kepada rektor  UIN IB Padang, agar menurunkan presiden mahasiswa (presma),Khairul Fajri, yang mencalonkan dirinya sebagai calon legislatif (caleg) di tahun 2019 mendatang.
Koordinator lapangan (korlap), Maulis Man, berbersama mahasiswa lainnya, mengatakan hal tersebut telah bertentangan dengan aturan. ” Kami minta turunkan presma,” katanya. Dalam aksi demo tersebut, mahasiswa sempat terjadi aksi dorong untuk dapat masuk ke dalam gedung rektorat, dan bertemu dengan pimpinan. Namun Wakil Rektor (WR) III UIN IB Padang, bidang kemahasiswaan, Ikhwan Martondang, langsung ke luar ruangan.
Dihadapan mahasiswa WR III berjanji akan memprosesnya. ” Saya sudah dua kali memanggil Senat Mahasiswa (SEMA) guna menindak lanjuti kasus ini, tapi yang bersangkutan tidak datang,” ujarnya. WR III menjelaskan presma akan dikenakan sangsi. ” Sesuai dengan SK rektor nomor 775 tahun 2018 tentang persyaratan dewan mahasiswa UIN IB Padang, pada pasal 5 berbunyi, bakal calon sudah menjadi calon dan terpilih menjadi presiden dan wakil presiden mahasiswa UIN IB Padang, yang terbukti masuk ke dalam partai politik maka dikenakan sangsi dari sema UIN IB Padang
Tak hanya itu, mahasiswa juga ingin kejelasan tentang pemungutan uang mahasiswa Fakultas Ekonomi Bisnis Islam (Febi), yang pergi kekampus III, menaiki mobil kampus. Namun WR III tidak dapat mengambil sikap karena bukan bidangnya. Tapi mahasiswa yang berdemo pada siang hari terus saja mendesak WR III, sehingganya WR III terlihat geram. ” Kalau yang itu saya tidak bisa, karena harus dirapatkan,” ucapnya WR III dengan nada tinggi.
Mendengar hal tersebut, sontak membuat mahasiswa tersulut emosi, namun cepat direda, oleh WR III sehingga tidak menimbulkan hal-hal yang diinginkan. Usai berdemo mahasiswa meminta menanda tangani surat pernyataan diatas matrai.
Sementara itu korlap, Maulisman, menuturkan kepada awak media bahwa, tidak ada presma yang ikut ke partai politik. Selain itu pihak kampus agar mempurmudah fasiltas kampus, karena selama ini kami dipersulit. ” Pihak kampus dapat menyelesaikan semua persoalan-persoalan yang ada di kampus,” harapannya.
Ditempat yang sama aggota Senat Mahasiswa (Senat), Tasril, segera membawa masalah ini kedalam forum. ” Tentunya segera melakukan rapat paripurna bersama anggota,” tutupnya. Selain itu mahasiswa minta kepada pihak kampus, agar menyelesaikan penanganan Okta Sandi yang dipersekusi oleh preman, sistem Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang menzalimi mahasiswa, rusaknya indepensasi lembaga mahasiswa yang terlibat politik praktis, sistem kelembagaan mahasiswa yang tidak jelas, pelecehan seksual terhadap mahasiswi di lingkungan kampus, fasilitas kampus yang dipersulit, dan tidak becusnya pimpinan menanggapi persoalan-persoalan mahasiswa. Usai melakukan aksi mahasiswa langsung membubarkan diri secara tertip. (eko)
Teks Foto I : Wakil Rektor III bidang kemahasiswaan, Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol (UIN) Padang, Ikhwan Martondang, menemui mahasiswa yang berdemo di gedung rektorat, Senin (10/9).

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan Komentar
Masukkan Nama Anda