Buya Gusrizal Gazahar Menjadi Narasumber Sekolah Muballigh Kabupaten Solok di Islamic Center Koto Baru

0
112

SOLOK, JN- Ketua MUI Propinsi Sumatera Barat Buya H. Gusrizal Gazahar, Lc, MA Dt. Palimo Kayo, menjadi narasumber pada sekolah muballigh, bertempat di Mesjid Agung Nurul Mukhlisin Islamic Center Koto Baru, Sabtu sore (29/6).

Menurut Kasubag Bintal Bagian Kesra Kabupaten Solok, Mardaus M, S.Ag, M.A.P, kegiatan Sekolah Muballigh kali ini merupakan pertemuan yang ketiga setelah sebelumnya dibuka secara resmi oleh Bupati Solok H. Gusmal, SE, MM Dt. Rajo Lelo pada Sabtu 13 April lalu, di Mesjid Agung Nurul Mukhlisin Islamic Center Koto Baru.

Disebutkan Mardaus, Sekolah Muballigh kali yang ketiga ini narasumbernya Ketua MUI Propinsi Sumatera Barat Buya H. Gusrizal Gazahar, Lc, MA Dt. Palimo Kayo dan Dr. H. Bukhari, M.Ag Lektor Kepala Bidang Ilmu Dakwah UIN Imam Bonjol Padang.
Dalam keterangannya, Mardaus menyampaikan bahwa kegiatan Sekolah Muballigh diikuti oleh 100 peserta yang berasal dari unsur Kementrian Agama Kabupaten Solok dan 14 Kepala KUA se Kabupaten Solok, MUI Kabupaten Solok dan MUI Kecamatan serta Nagari, 14 Kasi Kesra Kantor Camat se Kabupaten Solok dan utusan muballigh dari 14 Kecamatan di Kabupaten Solok.
Mardaus melanjutkan, bahwa narasumber lainnya adalah Drs. H. Alizar, M.Ag Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Solok, Ketua MUI Kabupaten Solok Drs. H. Syahrul Wirda, MM, Dr. H. Zulkarnaini, MA dan Dr. H. Wakidul Kohar, MA Dosen UIN Pascasarjana UIN Imam Bonjol Padang.
“Sekolah Muballigh akan dilaksanakan selama 10 kali pertemuan yang direncanakan dilaksanakan setiap bulan selama tahun 2019,” tambah Mardaus.

Pemerintah Kabupaten Solok menyelenggarakan kegiatan Pembinaan Muballigh yang dikenal dengan Sekolah Muballigh yang dibuka secara resmi oleh Bupati Solok H. Gusmal, SE, MM.

Dalam sambutan dan arahannya Bupati Gusmal pada pembukaan Sekolah Muballigh pada awal April lalu, Bupati Solok menyambut baik dan memberikan apresiasi atas kegiatan Sekolah Muballigh yang merupakan sebuah inovasi dalam sistem pembinaan muballigh dalam menjawab tantangan kekinian.

Pola Sekolah Muballigh ini merupakan ide dan masukan serta hasil diskusi dengan Ketua MUI Propinsi Sumatera Barat Buya Gusrizal pada pertemuan setelah pelantikan sebagai Bupati Solok pada 17 Februari 2016 yang lalu. Untuk itu Bupati Gusmal mengajak para peserta Sekolah Muballigh untuk mengikutinya dengan serius.

“Sekolah Muballigh merupakan bentuk jihad masa kini, karena Rasulullah SAW menjelaskan dalam haditsnya bahwa orang yang keluar dari rumahnya dengan niat untuk menuntut ilmu maka selama dalam perjalanan pergi dan pulang serta selama berada di Majelis Ilmu maka orang itu berada dalam keadaan jihad fii sabilillah,” sebut H. Gusmal.

Selanjutnya, Bupati Gusmal mengutip hadits Nabi lainnya bahwa kaum muslimin dan kaum muslimat diwajibkan menuntut ilmu sepanjang hayat.

Bupati penerima anugerah Dwija Praja Nugraha, penghargaan tertinggi di bidang pendidikan dan peduli profesi guru dari PB PGRI itu menyampaikan beberapa hal kepada para peserta Sekolah Muballigh, yaitu kegiatan Sekolah Muballigh ini yang pertama di Kabupaten Solok, mungkin juga di Propinsi Sumatera Barat dan berpesan untuk mensosialisasikan kepada masyarakat tentang apa yang sedang dilakukan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Kabupaten Solok dengan bahasa agama. Oleh karena hal itu untuk memudahkan pemahaman masyarakat serta sebagai warga negara mesti melandasi pembangunan yang dilakukan dengan Pancasila, dan sebagai umat Islam tentunya mesti mengacu kepada Al-Qur’an dan Hadits dalam segala aktifitas pembangunan di segala bidang (Asep A/01jb)

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan Komentar
Masukkan Nama Anda