Butuh Dana Perbaikan Segera: Asrama Putri PKU Muhammdiyah Bukit Kili Nyaris Longsor

0
937

SOLOK, JN- Akibab hujan deras yang turun terus menerus pada Kamis (24/5), di kawasan Koto Baru Kabupaten Solok, nyaris saja membuat panti Asuhan Muhammadiyah yang beralamat di Kawasan Bukit Kili, Nagari Koto Baru, Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok.

Menurut Ketua Pengurus Harian Yayasan PKU Muhammadiyah Bukit Kili Kotobaru, Buya Tarliasman, kondisi bangunan asrama putri PKU Muhammadiyah memang rawan longsor dan perlu renovasi terutama bagian belakang asrama yang berada tipis dijurang tebing. “Kalau tidak segera diperbaiki atau di dam, maka kami kuwatir kalau asrama putrid ini akan longsor. Jadi kami butuh perhatian semua pihak, baik donator, Pemerintah Daerah atau lainnya untuk bisa membantu perbaikan asrama panti putrid ini,” jelas Buya Tarliasman.

Disebutkan Buya Tarliasman, saat ini pondasi bangunan asrama Putri sudah retak-retak dan dicemaskan asrama yang saat ini dihuni oleh 35 orang anak yatim putri ini akan longsor. “Ini kan menyangkut nyawa manusia, dan tidak bisa ditawar-tawar. Sebenarnya masalah ini adalah tangggungjawab kita bersama, terutama pemerintah, karena dalam UUD 1945 juga sudah disebutkan bahwa pakir miskim, anak yatim dan orang-orang terlantar dipelihara oleh Negara,” terang Buya Tarliasman.

Disebutkannya, bahwa di negara kita segala sesuatu telah diatur oleh undang-undang. Undang-Undang Dasar 1945 (UUD 1945) dalam pasal 34 ayat 1 dinyatakan bahwa fakir miskin dan anak terlantar dipelihara oleh negara. “Jika mengacu pada bunyi pasal UUD 1945 tersebut, seharusnya tidak ada lagi rakyat di atas bumi pertiwi ini yang masih dalam taraf kehidupan tidak layak, atau berada di garis kemiskinan. Dan, kalaupun masih ada, maka menjadi kewajiban negara melalui pemerintah untuk memelihara dan membuatnya menjadi sejahtera,” tegas Tarliasman.
Sementara salah seorang tokoh masyarakat Kabupaten Solok, Zainal Bahri, menyebutkan bahwa dengan kondisi bangunan asrama yang rawan longsor ini, maka diharapkan perhatian serius dari Pemerintah Daerah, baik BPBD atau Dinas Sosial. “Kalau sudah model begini kondisi Asrama putri dan kapan saja bisa longsor, bisa-bisa mengancam seluruh jiwa anak-anak kita yang tinggal disini,” jelas Zainal.
Pihaknya mengajak para donator atau Pemerintah Daerah untuk melakukan pencegahan sedini mungkin sebelum mengakibatkan kerusakan lebih parah dan menimbulkan korban jiwa. Bagi para donator atau pemerintah daerah yang ingin berpartisiapsi untuk menyumbang membangun asrama putrid Muhammadiyah Bukik Kili, bisa menghubungi Ketua pengurus harian di Nomor 081213143014 (wandy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here