SOLOK, JN -Bupati Solok, H. Gusmal Dt Rajo Lelo, SE, MM menyebutkan bahwa banyak hal yang harus dibenahi kedepannya untuk membangun Kabupaten Solok agar menjadi Kabupaten yang terbaik dari yang baik.

Hal itu disampaikan Bupati Gusmal kepada awak media di ruang kerjanya, Senin (23/4). “Banyak yang harus kita benahi untuk membangun Kabupaten Solok yang kita cintai ini kedepannya dan itu membutuhkan waktu yang cukup panjang. Beberapa hal yang harus kita benahi dan mendapat perhatian khusus adalah seperti sektor pertanian, pariwisata, pendidikan, olahraga, moralitas generasi muda agar tidak tergoda narkoba, LGBT, sektor ekonomi masyarakat dan seterusnya. Hal itu jelas tidak bisa kita kerjakan sendiri dan butuh kerjasama semua pihak, baik SKPD, DPRD, Depag, Camat, Walinagari dan juga masyarakat itu sendiri agar berkomitmen untuk mau maju dan berubah, bukan hanya bisa menghujat,” tutur Gusmal.

 

Disebutkan Gusmal, bahwa dari segi prilaku masyarakat dan generasi muda saja, diperlukan kesadaran agar agar menjahui narkoba atau terlena dalam-hal-hal yang tidak bermanfaat dan harus mau merubah dari kebiasaan buruk kepada yang baik. Selain itu, perang melawan narkoba dan LGBT serta penyakit masyarakat lainnya sangat dibutuhkan kerjasama semua pihak di nagari.

 

“Faktor moralitas keponakan yang dulu dikenal sangat segan kepada mamaknya beberapa tahun lalu yang masih menjadi kebanggaan bagi masyarakat Minang, namun sekarang seiring masuknya tekhnologhy, seorang keponakan tidak lagi begitu menghargai mamaknya. Atau juga mamak itu sendiri yang tidak lagi  menanamkan pendidikan moral kepada keponakannya. “Maka dari itu, kita akan benahi dulu lambat-lambat, seperti dengan program maghrib mengaji dan subuh berjamaah. Kalau ilmu agama sudah kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari, maka saya optimis pembangunan fisik akan gampang saja kita lakukan,” tutur Ketua LKAAM Kabupaten Solok terpilih itu.

 

Terpisah, Wakil Bupati Solok, Yulfadri Nurdin, SH, juga mengaku sangat prihatin dengan banyaknya kasus asusila yang terjadi di Kabupaten Solok, seperti pencabulan anak kandung oleh ayahnya sendiri, menandakan bahwa moral masyarakat sudah banyak yang harus dibenahi, salah satunya tentunya dengan kembali ke agama. “Pengawasan orang tua, guru, Walinagari, BMN dan juga tokoh masyarakat sangat dibutuhkan agar kembali keaqidah agama. Kalau itu sudah terlaksana, maka semua pembangunan yang kita rencanakan, seperti membangun pertanian, pariwisata, pendidikan tadi, isnyaalah akan terwujud,” jelas Yulfadri Nurdin.

Wabub juga berpesan agar masyarakat kembali membudayakan tradisi bergoro di nagari untuk menjalin silaturrahmi dan kebersamaan di nagari seperti yang dilakukan oleh nenek moyang kita dari semenjak dulu.

“Budaya goro selain menjalin tali silaturrahmi di nagari, juga bisa membangun nagari dengan mudah termasuk dengan masyarakat kita yang berada di perantauan,” pungkas Yulfadri Nurdin, SH (wandy)

Share.

Leave A Reply

Exit mobile version