Bupati Gusmal Launching Sekolah Umum Berbasis Pesantren di SMP 1 Kubung

0
1340

KESERIUSAN Bupati Solok H. Gusmal Dt Rajo Lelo dan Wakil Bupati Solok, Yulfadri Nurdin, SH untuk menjadikan Kabupaten Solok bernuansa Qur’ani, sudah dimulai semenjak dari awal kepemimpinan beliau.    

Salah satu langkah yang menjadi acuan duet pemimpin Kabupaten penghasil bareh tanamo itu adalah dengan gencar menyuarakan Sekolah SMP Berbasis Pesantren. Sekolah umum berbasis pesantren ini, diilhami dari SMP 6 Gunung Talang, dimana dibawah kepemimpinan Kepsek SMP 6 Gunung Talang, SMP 6 berhasil mengibarkan bendera menjadi sekolah umum berbasisi pesantren pertama di Kabupaten Solok. “Kita akan menjadikan setiap satu SMP di setiap kecamatan berbasis pesantren. Hal ini sesuai dengan apa yang sudah diterapkan di SMP Negeri 6 Gunung Talang, dan itu kita yakini bisa menjadikan generasi muda hebat dan berwawasan Al Qur’an,” jelas H. Gusmal, pada saat sebelum melakukan launching Sekolah Umum Berbasis Pesantren di SMP 1 Kubung, Senin sore (17/7). Dipilihnya SMP 1 Kubung sebagai sekolah launching SMP berbasis pesantren, karena SMP 1 Kubung termasuk SMP tertua di Kabupaten Solok. Bupati Solok itu sangat mensupor kehadiran satu sekolah SMP di setiap kecamatan untuk tahap awal berbasis pesantren dan sekolah sudah saatnya Kabupaten Solok memiliki sekolah plus ini. Pertimbangannya, persoalan ahlak/moral generasi penerus belakangan ini kian serius. Globalisasi yang ditopang kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek), juga mendorong arus komunikasi informasi begitu pesat memberikan pula dampak negatif. “Sudah saatnyakita membutuhkan bekal agama yang kuat disamping bekal mata pelajaran umum untuk menangkal atau menetralisir hal ini. Dan hal itu dimulai sejak dari SMP dan SD,” jelas H. Gusaml, saat melaunching Sekolah Umum dengan Pencanangan Proses Belajar SMP Berbasis Pesantren di SMP 1 Kubung. Hadir pada saat launching tersebut, Ketua DPRD Kabupaten Solok, H. Hardinalis Kobal, SE, MM, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumbar, Kadispora Kabupaten Solok, Syahrul Efendi, MM, Sekretaris Daerah Kabupaten Solok, Aswirman, Kepala BKP-SDM Kabupaten Solok, Staf Ahli Bupati Bidang Hukum dan Politik, Aliber Mulyadi, Kepala Koperindag, Nasripul Romika, para camat se Kabupaten Solok, para Kepala Sekolah se Kabupaten Solok dan Kepsek SMP 1 Kubung, Nurmalini Nasution serta undangan lainnya.

Sebelumnya, ketua Panitia Pelaksana, Syahrul Efendi menyampaikan bahwa  SMP Berbasis Pesantren merupakan program untuk mengintegrasikan keunggulan sistem pendidikan yang dikembangkan di sekolah umum. Dengan keunggulan sistem pendidikan yang dilaksanakan di pesantren, dengan memadukan kedua program ini semoga peserta didik kita mampu mengamalkan ilmunya dengan sikap yang Saleh, melalui sistem pendidikan berbasis Pesantren ini kita berharap dapat mengembalikan nilai-nilai agama, moral dan adat istiadat yang mulai tergerus oleh arus modernisasi. “Kita telah menyusun Peraturan Bupati dan juknis, serta telah melakukan seleksi terhadap calon guru honorer, seleksi dilaksanakan dalam bentuk seleksi administrasi yang dilakukan oleh sekolah piloting dan seleksi akademik serta pedagogik yang dilaksanakan oleh dinas pendidikan, dari 120 orang yang diseleksi maka yang lulus hanya 70 orang dan hal ini telah memenuhi kuota yang dibutuhkan bagi calon guru, bagi calon tenaga guru yang telah lulus, kita beri pembekalan untuk menyusun program mengajar yang bertempat di SMPN 6 Gunung Talang berapa waktu yang lalu,” jelas Syahrul Efendi. Dia menyebutkan bahwa Strategi pelaksanaan sekolah umum berbasis Pesantren ini  adalah dengan mengoptimalisasikan Pendidikan Agama (Alquran dan Hadis, fiqih,akidah Akhlak dan bahasa Arab). Kemudian pengaitan materi keimanan dan ketaqwaan dengan materi umum, Selanjutnya peningkatan kegiatan ekstrakurikuler yang bernuansa Islami  dan menciptakan suasana sekolah yang kondusif bagi peningkatan iman dan taqwa siswa  serta peningkatan kerjasama sekolah dan masyarakat.

 

Ketua DPRD Kabupaten Solok, H. Hardinalis Kobal, SH, MM dalam sambutannya menyampaikan bahwa Sekolah SMP Berbasis Pesantren ini adalah sebuah tanggung jawab yang besar dan membutuhkan keseriusan oleh semua pihak. “Saya berharap adanya action yg nyata, kami dari DPRD sangat membutuhkan data, sehingga kami bisa menentukan berapa kebutuhan anggarannya,” jelas H. Hardinalis.

Sementara Kepsek SMP 1 Kubung, Nurmalini Nasution, sangat berterimakasih karena sekolah yang dipimpinnya dipilih untuk launching sekolah umum berbasis pesantren di Kabupaten Solok. “Kita juga berharap agar  dari SMP Kubung ini akan lahir insan yang bertaqwa dan memahami Al Qur’an dan Hadis dalam kehidupan sehari-hari,” jelas Nurmalini.

 

Sementara Bupati Solok, H. Gusmal dalam arahannya menyampaikan bahwa pada hari ini kita gebyarkan dimulainya kegiatan proses belajar mengajar (PBM) di sekolah umum berbasis Pesantren, hal ini merupakan sebuah proses yang kita tempuh menuju visi dan misi “Terwujudnya masyarakat Kabupaten Solok yang maju dan mandiri menuju kehidupan masyarakat yang madani dalam nuansa “adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah”.

“SMP berbasis Pesantren adalah sebuah icon Pendidikan Kabupaten Solok menuju terciptanya sumber daya manusia yang berdaya saing yang diiringi dengan akhlak yang baik.

Tujuan akhir dari program ini adalah terciptanya generasi yang berkarakter sesuai dengan nilai kearifan lokal, agama, serta budaya yang telah tumbuh dan berkembang dan menjadi kebanggaan masyarakat Minangkabau,” jelas H. Gusmal.

Disebutkan Bupati, icon pendidikan ini kita laksanakan tidak hanya dalam bentuk seremonial semata, tetapi melalui sebuah pengkajian yang mendalam dan komprehensif,dan pada kesempatan ini kami mengajak kita semua baik dalam struktur pemerintah maupun pada komponen lainnya yang terlibat langsung dan tidak langsung untuk sama-sama membulatkan tekad demi suksesnya program sekolah umum berbasis pesantren ini. Tahapan kegiatan ini sudah dimulai dengan dilaksanakannya launching di sekolah umum berbasis Pesantren pada tanggal 13 April 2017, kemudian secara maraton dilanjutkan dengan sosialisasi juknis kegiatan sekolah berbasis pesantren untuk kepala sekolah, komite sekolah, wakil kurikulum serta guru PAI pada 15 sekolah penyelenggara, serta seleksi tenaga pendidik pada sekolah umum berbasis pesantren.

“Saya minta kepada pihak-pihak yang terkait untuk berkomitmen secara serius melaksanakannya sesuai dengan beban tugas masing-masing, pertama kepada penyelenggara yang terlibat langsung seperti Kepala Sekolah, wakil kurikulum serta guru PAI, untuk betul-betul menyelenggarakan secara serius pelaksanaan program ini sesuai dengan rencana yang telah disusun artinya program ini tidak dilaksanakan dengan hanyalah motivasi pelaksanaan tugas semata melainkan dibarengi dengan niat ibadah adalah pengabdian,” jelas H. Gusmal. Kemudian Bupati meminta kepada  semua pihak yang terlibat langsung secara teknis di lapangan seperti Camat, Wali Nagari dan komite sekolah, untuk dapat mengawal secara langsung pelaksanaan program ini sekaligus memberikan masukan terhadap penyempurnaan sekolah berbasis Pesantren, selanjutnya pada level pengambil kebijakan di tingkat Kabupaten atau SKPD terkait agar selalu melaksanakan monitoring dan evaluasi secara berkala dan berkelanjutan.

“Satu tahun setelah program ini kita laksanakan, akan dilakukan evaluasi, yang memberikan gambaran atas keberhasilan dan hal-hal yang perlu kita benahi, untuk upaya kearah itu, berbagai program dan kegiatan akan kita laksanakan pada masa selanjutnya, kebutuhan terhadap infrastruktur pendukung dan kelengkapan lainnya secara bertahap akan kita penuhi sesuai dengan kemampuan yang ada,” beber Sang Bupati.

Bupati Solok ini juga mengharapkan adanya kunjungan dari daerah lain yang ingin melihat kesuksesan Kabupaten Solok dalam menjalankan program SMP berbasis pesantren kita ini***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here