Bupati Gusmal: Imam Harus Menjadi Contoh Tauladan Bagi Umat Islam

0
97

SOLOK, JN- Masjid selain berfungsi sebagai pusat pembinaan dan pengembangan umat Islam, memerlukan seorang Imam yang cerdas dan berwawasan luas tentang agama agar umat Islam kalau bertanya bisa dijawab dengan baik dan benar. Selain itu, seorang imam masjid  tentu juga memiliki peran sebagai pemersatu umat Islam, menghidupkan semangat musyawarah, membentengi aqidah umat, menjadi uswah bagi jema’ahnya, menjadi rujukan dalam masalah keislaman dan membangung solidaritas jemaah.

Hal itu disampaikan Bupati Solok, H. Gusmal, saat membuka pelatihan Imam se Kabupaten Solok, bertempat di salah satu hotel ternama di kota Padang, Senin (12/11). Lebih jauh dijelaskan Bupati Solok, bahwa tidak bisa dipungkiri, seorang Imam masjid juga harus memahami lebih dalam ilmu pengetahuan agama Islam dan juga bisa menjadi tauladan serta contoh di lingkungan tempat dia tinggal.  “Para imam jangan hanya sekedar menjadi imam saja, namun harus mampu menjadi contoh dan tauladan bagi masyarakat disekitarnya serta tempat bercurhat masalah agama bagi umat Islam,” jelas Gusmal.

Bupati Gusmal juga menjelaskan bahwa kita di Kabupaten Solok mempunyai yang namanya program subuh berjamaah yang telah di canangkan sejak 2 tahun lalu. Untuk mensukseskan program tersebut, diperlukan bantuan imam masjid yang berakhlak baik. Untuk itu Bupati berpesan agar seorang Imam juga harus menguasai Al-Quran secara penuh sehingga bisa menjadi rujukan bagi masyarakat yang ingin bertanya.

“Dalam dunia atau organisasi apapun di dunia ini yang melibatkan banyak orang, maka sangat diperlukan adanya seorang pemimpin yang bisa memberi arahan dan bimbingan. Masjid sebagai salah satu wadah berkumpulnya umat Islam, juga memerlukan seorang imam yang cerdas dan berwawasan. Pada zaman Rasulullah, masjid selain tempat beribadah, juga tempat bermusyawarahnya umat yang biasanya dipimpin oleh seorang ulama atau imam masjid, sehingga masyarakat bisa berkeluh kesah,” jelas Gusmal.

Dijelaskan Bupati, secara harfiyah Imam artinya pemimpin atau orang yang diikuti. Sementara dalam konteks Shalat, imam adalah orang yang ditunjuk untuk shalat bersama dan berdiri paling depan sehingga bacaan dan gerak geriknya diikuti oleh jamaah. “Artinya imam adalah orang yang cerdas dan diibaratkan membawa kendaraan imam adalah sopir dan kalau penumpang ingin selamat bergantung kepada sang sopir,” jelas H. Gusmal.

Sementara pada saat sekarang ini, ditengah akhlak umat yang sedang merosot, fungsi imam atau yang biasanya adalah seorang ulama, juga berfungsi untuk memberi pencerahan kepada umat muslim, terutama tentang bahaya narkoba, pergaulan bebas, LGBT atau ajaran menyimpang. “Makanya saya sebutkan tadi bahwa seorang imam harus cerdas dan berwawasan agama yang luas, sebab imam adalah orang yang dianggap palin memahami masalah agama,” sebut Gusmal.

 

Seorang Imam juga sangat penting dan tauladan bagi berbagai sisi kehidupan dalam bermasyarakat, keluarga dan pribadi insan. Disadari atau tidak, saat ini masih banyak umat Islam yang masih awam terhadap ilmu agama yang dia anut dan disitulah peran seorang imam diperlukan. “Seorang imam juga harus solidaritas terhadap jama’ah agar bisa mewujudkan masjid yang makmur, mencapai umat yang maju untuk kejayaan Agama Islam didaerah masing-masing dan secara nasional,” tutur Gusmal.

Di zaman Rasulullah, seorang imam sangat penting untuk membangun solidaritas para sahabat yang merupakan jama’ah masjid untuk bahu membahu dalam memperjuangkan agama Islam.

Kegiatan tersebut didanai melalui APBD Kabupaten Solok atau melalui DPA Bagian Kesra.

Asep Ajidin juga menyebutkan bahwa sebelumnya Bagian Kesra Pemkab Solok juga sudah melaksanakan pelatihan secara beruntun yakni mulai melaksanakan Pelatihan Guru MDA/TPA dan Pelatihan Muballigh dan saat ini bagian Kesra Sekretariat Daerah Pemkab Solok juga melaksanakan kegiatan Pelatihan para Imam masjid.

 

Sementara yang bertindak sebagai narasumber adalah H. Gusrizal Gazahar dengan tema Imam Masjid Dalam Tuntunan Syari’at dan Realita di Tengah Umat. Selanjutnya adalah DR. H. Zurkarnaini, M. Ag yang membawakan tema Fashathul Imam, kemudian H. Mukhlis, S. MIQ yang membawakan tema Tahsinul Qur’an Bagi Seorang Imam. Selanjutnya M. Shaleh Zulfahmi, Lc, MA yang membawakan tema Bagaimana seorang Imam Menghafal Al Qur’an dan Menjaga Hafalannya. Selanjutnya  Ardinal yang membawakan Suara dan Lagu Imam Dalam Membawakan Shalat Berjamaah dan HDrs. H. Suharmen Thaib, MM yang membawakan tema Peranan Imam Dalam Mensukseskan Maghrib Mengaji dan Shubuh Berjamaah di Kabupaten Solok.

 

 

 

Sebelumnya, Ketua panitia pelaksana, Asep Ajidin yang juga Kabag Kesra Pemkab Solok menyebutkan bahwa tujuan dari pelatihan ini adalah dalam rangka peningkatan kualitas iman masjid dan mushalla yang professional di Kabupaten Solok. Pelatihan ini diikuti  peserta sebanyak 40 orang yang terdiri dari iman mesjid dan mushalla se Kabupaten Solok. Kegiatan akan dilaksanakan mulai dari tanggal 12-14 November 2018.

 

Acara pelatihan ini juga dihadiri oleh  Staf Ahli Bidang Hukum dan Politik, H. Noviarman, Staf Ahli Bidang Pemerintah, Kemasyarakatan dan SDM,  Drs. Suharmen, MM, Asisten Koordinator Bidang Ekonomi, Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat, Drs. Aliber Mulyadi serta  Kepala Dinas Perhubungan Pemkab Solok, Eva Nasri (wandy)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan Komentar
Masukkan Nama Anda