H. Sakar Soeib: Bupati Gusmal Harapkan Seluruh SMP di Kabupaten Solok Berbasis Pesantren

0
136

SOLOK, JN- Bupati Solok, H. Gusmal, SE, MM, berharap agar seluruh sekolah SMP yang ada di Kabupaten Solok pada tahun 2025 semuanya berbasis pesantren.

“Ya, Bapak Bupati sangat berharap agar seluruh sekolah SMP dan Sekolah Dasar yang ada di Kabupaten Solok, nantinya menerapkan Sekolah Umum Berbasis Pesantren atau SUBP, ” sebut Kabid SMP dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Solok, H. Sakar Soeib, S. Pd, di ruang kerjanya, Senin (14/10).

H. Sakar Soeib, merupakan penggagas SUBP di Kabupaten Solok. Sebelum diangkat menjadi Kabid SMP, H. Sakar Soeib merupakan mantan Kepsek SMP negeri 6 Gunung Talang. Selama 8 tahun menjadi Kepsek di SMP negeri 6 Guntal, H. Sakar Soeib sudah menerapkan SUBP pada anak didiknya. Bahkan hal ini membuat Bupati Solok mengangkatnya menjadi Kabid SMP, untuk menerapkan SUBP di seluruh Kabupaten Solok.

Bahkan Sekolah Menengah Berbasis Pesantren ini sudah di launching
pada Februari 2017 lalu di Taman Hutan Kota Wisata Arosuka.
“Saat ini Pemerintah Kabupaten Solok terus bekerja keras memasyarakatkan pendidikan yang mengintegrasikan sistem pendidikan umum dengan sistem pendidikan bernuansa pesantren,” sebut H. Sakar Soeib.

Untuk tahap awal tersebut, Pemkab Solok sudah menggerakkan program yang sudah dicanangkan ini, untuk 15 Sekolah yang tersebar di 14 kecamatan sebagai pilot project atau sekolah percontohan untuk penerapan sistem pendidikan yang terbilang baru di kabupaten Solok. “Nantinya semua sekolah akan menerapkan Sekolah Menengah Berbasis Pesantren. Saat ini kita masih kekurangan tenaga pendidik trampil dan juga terbentur biaya karena belum semua sekolah memiliki sarana yang memadai, seperti asrama dan juga mushalla yang layak, ” sebut H. Sakar. Untuk itu, Bupati meminta penerapan SUBP ini bisa terwujud pada tahun 2025 mendatang.

“Sekolah umum berbasis pesantren merupakan upaya membangun generasi yang handal secara pengetahuan umum namun juga dilandasi dengan pengetahuan agama yang kuat, apalagi ditengah pengaruh kuat narkoba dan pergaulan bebas,” ungkap H. Sakar Soeib.

Dalam pencanangan dimulainya proses belajar Mengajar (PBM) SMP Berbasis pesantren diseluruh sekolah yang sudah ditetapkan, Bupati Solok meminta program ini secepatnya bisa dioptimalkan di sekolah yang sudah ditetapkan.

Bahkan besarnya keinginan Bupati terlaksananya dengan baik program unggulan kabupaten Solok ini, ia mewanti-wanti kepala sekolah yang tidak sanggup memimpin dan menerima sistem pendidikan berbasis pesantren ini untuk mundur.

“Bapak Bupati meminta Kepala sekolah yang tidak sanggup, silahkan angkat tangan dan akan kita ganti dengan yang siap. Tapi kalau sudah angkat tangan, tidak adalagi kepercayaan pimpinan kepala daerah bagi yang bersangkutan,” tutur H. Sakar Soeib.

Untuk teknis pelaksanaannnya sendiri, sebut H. Sakar, sudah dilakukan seleksi untuk guru agama yang berkualitas untuk mendukung penambahan kurikulum keagamaan di masing-masing sekolah. Sudah disiapkan 70 orang guru yang berkompeten.

Disebutkan H. Sakar Soeib, Bupati ngotot menerapkan SUBP ini menjadi program unggulan, karena dinilai baik untuk membentuk moral generasi penerus yang agamais dan mengerti etika.
“Sekarang sangat banyak sekali generasi muda kita yang salah jalan, terjerumus narkoba dan pergaulan bebas serta LGBT. Jadi beliau berkeinginan agar SUBP ini bisa mencegah hal yang negatif tersebut, ” pungkas H. Sakar Soeib, saat menerima Pengurus OSIS SMP negeri 3 Gunung Talang dan Ketua Alumni SMP 3 Guntal, Sofriwandy NR di ruang kerjanya (wandy)

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan Komentar
Masukkan Nama Anda