SOLOK, JN- Bupati Solok, H. Gusmal, hari Rabu membuka Bimtek Pencocokan Daftar Pemilih Gubernur dan Bupati Tahun 2020, bertempat di Aula Resto D’relazion Kota Solok.
Tampak hadir selain Bupati Solok, KPU Sumbar Nova Indra, Kakan Kesbangpol Junaidi, Kabag Humas Syofiar Syam, Ketua KPU Kabupaten Solok, Ir. Gadis Komisioner KPU, Jonsmanedi dan lainnya.

Bupati Solok yang menjadi pembicara utama (Keynote Speaker) dalam “peran pemerintah untuk penyusunan dan pemutakhiran daftar pemilih” yang di gelar oleh KPU Kabupaten Solok. Selain Bupati Solok, hadir juga KPU Propinsi Sumatera Barat Nova Indra selaku Keynote Speaker “pencocokan dan penelitian daftar pemilih pada masa new normal” dan Keynote Speaker dari KPU Kab. Solok oleh Jonsmanedi dan Bawaslu oleh Mora dan dilanjutkan dengan sesi berikut yang dijadwalkan sehari penuh.
Menurut Bupati Solok, H. Gusmal, Pemerintah Kabupaten Solok melalui Kesbangpol, Kecamatan sampai ke Nagari akan mengambil langkah-langkah, yakni  yang pertama agar seluruh masyarakat kita bisa berpartisipasi di pemilukada 2020.
 “Kita tingkatkan partisipasi masyarakat oleh Wali Nagari dan Camat serta PPK harus ikut juga mensosialisasikan kepada masyarakat menyampaikan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan menyampaikan bagaimana cara-cara cara Pemilukada di masa new normal,” ujar H. Gusmal.

Disebutkan Bupati, masyarakat kita sangat bervariatif, kita semua harus memahaminya dan saya minta kepada Camat, Walinagari agar berperan aktif dalam mendorong bagaimana pemilu ini berjalan sebaik²nya. Kemudian apabila KPU, PPK memerlukan sebuah informasi dan memerlukan sebuah peraturan untuk kelancaran pemilukada, Pemkab Solok melalui Kesbangpol siap memfasilitasi berbagai kebutuhan yang diperlukan oleh KPU dan PPK, sehingga pemilu berjalan lancar.
Disamping itu, ada lembaga penegak hukum, Polri, TNI dan Kejaksaan. Semuanya tetap dilakukan koordinasi bagaimana menjaga stabilitas keamanan kab. Solok mulai sejak sekarang sampai pada akhir Pemilukada. 

 “Saya banyak melihat ASN kecendrunganya ikut pilkada, saat ini saya sampaikan pada ASN agar tidak memihak pada satu kandidat. Pada Bawaslu tolong disampaikan dan sosialisasikan. Kapan perlu Bawaslu dan Pemkab Solok merumuskan dan membuat aturan bagi Honerer tidak boleh ikut-ikutan memihak pada salah satu kandidat,” sebut Gusmal.
Ketua KPU Kabupaten Solok, Ir. Gadis, dalam laporannya menyebutkan bahwa 
PPK yang dilantik pada akhir Februari kemaren dan Alhamdulillah sampai hari ini sehat dan tidak yang mengundurkan diri. “Secara lahir dan bhatin, fisik dan mental kawan-kawan ini siap melanjutkan tugasnya sebagai ujung tombak dalam penyelenggaraan Pemilukada Gubernur dan Wagub Sumbar serta Bupati Solok dan Wabup Solok tahun 2020 ini,” sebut Ir. Gadis.

Setidaknya ada enam PPS kita yang mengundurkan diri dengan berbagai alasan salah satunya pindah keluar daerah dan ada juga yang hal² lain yang tidak bisa menerapkan amanah secara sungguh-sungguh.
“Sesuai dengan DP4 yang kita terima pada akhir Desember 2019 jumlah DP4 275. 311 orang setelah adanya singkronisasi dengan data pemilih terakhir. Namun kemaren metri dalam negeri melalui dirjen Disdukcapil menyampaikan tambahan data pemilih pemula kepada KPU RI dan selanjutnya disampaikan kepada KPU Propinsi dan KPU kab/ kota,” ulas Ir. Gadis.
 Tambahan pemilih pemula sekitar 1.729 orang maka hari ini jumlah DP4 kita 277. 040 orang. 

“Di kabupaten Solok ada penambahan TPS sebanyak 51 TPS. Dan kemungkinan akan ada lagi penambahan 2 atau 3 TPS lagi. Kita tetap optimalkan sesuai dengan kuota yang telah disiapkan. Kami sampaikan pada Bupati Solok, sekarang sedang berlangsung verifikasi faktual calon Gubernur dan Bupati Solok dengan jumlah 58 ribu yang akan di verifikasi faktual,” terang Gadis.
Diharapakan pada PPK yang mengikuti Bimtek pada hari agar betul-betul serius mengikutinya untuk bisa difahami bersama-sama (wandy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here