Bupati Buka Lomba Sekolah Umum Berbasis Pesantren

0
28

SOLOK, JN- Bupati Solok, H. Gusmal, SE, MM, hari Senin (19/11), membuka secara resmi lomba Sekolah Umum Berbasis Pesantren (SUBP) tingkat SD dan SMP se Kabupaten Solok, bertempat di Aula Solok Nan Indah, kantor Bupati Solok.

Selain Bupati Solok, tampak hadir pada acara tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten  Solok, Zulkisar, Kepala BKPSDM, Feris novel, Ketua PGRI, H. Asrinur, para Kepala SKPD di lingkup Pemerintah Kabupaten Solok beserta seluruh hadirin yang hadir.

 

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten  Solok, Zulkisar, yang bertindak sebagai Ketua panitia pelaksana kegiatan dalam laporannya menyebutkan bahwa Kabupaten Solok akan melaksankan lomba SUBP tingkat SD dan SMP se Kabupaten Solok, guna untuk mendorong meningkat pengetahuan dan pemahaman tentang SUBP di Kabupaten Solok. Peserta berasal dari siswa SD dan SMP SUBP se Kabupaten Solok dan kegiatan ini akan berlangsung dari tanggal 19 sampai 24 November 2018.

 

Sementara tempat kegiatan dilaksanakan di Aula Disdikpora, Mushalla Komplek Perkantoran Arosuka dan Aula Solok Nan Indah Kantor Bupati Solok. Sedangkan Cabang yang akan dilombakan di tingkat SD yaitu lomba Tahfiz, solat jenazah dan MSQ, sementara untuk tingkat SMP cabang yang dilombakan, Tahfiz, MSQ dan khotbah Jumat. “Kita berharap para peserta jangan hanya ikut sebagian perlombaan saja tetapi dapat menjadi barometer kegiatan pembelajaran Al-Qur’an di sekolah masing-masing,”  jelas Zulkisar.

Bupati Solok, H. Gusmal dalam arahannya meminta  bahwa dengan melalui program SUBP  ini kita tingkatkan keimanan dan ketaqwaan serta akhlak mulia peserta didik se-Kabupaten Solok.

“Saya minta kepada kita semua untuk mencapai tujuan SUPB ini secara maksimal dan semoga dengan adanya lomba ini akan semakin merangsang minat siswa untuk lebih meningkatkan ibadah kepada Allah,” jelas H. Gusmal.

 

Bupati juga berharap, bahwa dengan lomba ini para majelis guru bisa melihat hasil dari program SUBP yang telah berjalan selama ini di sekolahnya. “Saya juga berharap kepada anak-anak kami yang ikut lomba ini, saya mengucapkan selamat berlomba dan tampilkanlah yang terbaik keahlian yang dimiliki para siswa,” jelas H. Gusmal.

Bupati Solok itu juga meminta kegiatan ini menjadi agenda rutin dinas pendidikan setiap tahunnya dan kalau bisa pada HUT Kabupaten Solok juga diadakan kegiatan seperti ini.

 

Bupati  Gusmal juga meminta Dinas Pendidikan setempat mengevaluasi sekolah berbasis pesantren yang diberlakukan di 17 SMP dan 85 SD di daerah itu. Evaluasi ini diperlukan untuk mematangkan program Sekolah Umum Berbasis Pesantren  yang dicanangkan, jika sudah diketahui kekurangannya dapat diperbaiki segera. “Kita di Pemkab Solok sangat serius menjalankan program ini, karena itu pihak sekolah diminta bersinergi dengan semua sektor serta saling bahu membahu agar program ini berhasil.

“Program SUBP ini merupakan unggulan dan inovasi pemerintah daerah yang mengimplementasikan keterpaduan antara konsep pendidikan nasional dengan nilai-nilai ajaran agama Islam yang diajarkan di pesantren,” jelas H. Gusmal. Disebutkannya, konsep operasional SUBP  merupakan proses pembudayaan, pewarisan dan pengembangan ajaran agama Islam, budaya dan peradaban Islam di sekolah umum. Sekolah yang sudah ditetapkan sebagai percontohan yang masing-masing minimal 1 sekolah untuk satu kecamatan ini, diharapkan mampu menerapkannya secara mandiri, agar ke depan bisa merangkul  minimal 50 SMP lainnya di daerah itu.

Bupati juga meminta Dinas Pendidikan untuk memberikan pelatihan dan pembinaan agar setiap sekolah ini mampu memahami dan menerapkan program SUBP tersebut dengan baik.

Sebelumnya, untuk menunjang SMA berbasis  Pesantren, Pemerintah Kabupaten Solok juga sudah meminta Pemerintah Provinsi (Sumatra Barat untuk membentuk SMA berbasis pesantren. Hal ini untuk menindaklanjuti pembentukan 17 SMP berbasis pesantren yang sudah dilakukan Pemkab Solok sejak tahun 2017 lalu. Bila SMA berbasis pesantren terealisasi, lulusan SMP berbasis pesantren memiliki opsi untuk melanjutkan pendidikan di sekolah umum bernuansa Islam.

Bupati Solok, Gusmal, menyebutkan bahwa pembentukan SMA berbasis pesantren sepenuhnya kewenangan provinsi karena adanya pengalihan pengelolaan SMA dari kabupaten ke provinsi. Apalagi di Kabupaten Solok  sudah ada 17 SMP di Kabupaten Solok yang sudah menjadi sekolah umum berbasis pesantren.

Konsep sekolah umum berbasis pesantren tidak menghilangkan kurikulum resmi yang berjalan. Akan tetapi, pihak sekolah akan menambahkan beberapa pelajaran yang berkaitan dengan keagamaan Islam, untuk peserta didik Muslim tentunya. Sekolah umum berbasis pesantren juga akan berperan aktif menggandeng wali murid untuk memberikan bekal keagamaan di lingkungan rumah atau keluarga.

 

Bupati Solok, pada kesempatan itu  juga melaunching sekolah SD di Kecamatan menjadi sekolah umum berbasis pesantren (wandy)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan Komentar
Masukkan Nama Anda