Batik Tulis Kapujan, Syorga Tersembunyi Dari Daerah Tertinggal

0
99

SOLOK, JN- Batik Tulis Kapujan, mungkin masih asing bagi kita. Namun Batik tulis Kapujan ini, merupakan gagasan anak muda Kapujan Nagari Rangkiang Luluih, Kecamatan Tigo Lurah, Kabupaten Solok, yang belum banyak dikenal warga Sumbar, karena kurangnya promosi.

Batik tulis Kapujan ini, di dirikan oleh anak muda kreatif asal Kapujan, yakni Dori Hendrianto, Amelia Silviana dan Abdul Rahman sekitar 1 Oktober 2018.
Batik ini mengambil motif dari alam seperti Samuik Gajah, bungo rayo legenda rangkiang luluih, lado kutu dan lainnya.

Menurut salah seorang pendiri batik tulis Kapujan, Dori Hendrianto, tujuan awal mendirikan batik tulis ini adalah untuk membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat setempat.

“Kami mencoba memanfaatkan bahan dari alam termasuk corak dan motifnya. Kalau bahan pembuatnya seperti dari
tanah liek, daun kayu, kulit kayu, getah dan juga yang lainnya, “tutur Dori Hendrianto.
Namun karena kekurangan modal dan promosi, batik baru tersedia dalam jumlah terbatas, kecuali ada yang memesan terlebih dulu.
Batik ini beralamat di Jalan Kapujan, Rimbodata. Nagari Rangkiang luluih Kecamatan Tigo Lurah, Kabupaten Solok.

Karya anak muda ini menampilkan motif andalan seperti samuik gajah legenda rangkiang luluih anggrek rimbo bungo rayo.

Sementara di Kotoo Baru ada Batik tulis “Salingka Tabek” itu, menceritakan tentang alam Solok Nan Indah hingga proses pembuatan batik tulis yang dikerjakan langsung dua anak muda kreatif asal Koto Baru

“Saya berharap agar Batik Tulis Kapujan ini bisa menjadi produk unggulan dari UKM Kabupaten Solok kedepannya, ” terang Dori Hendrianto, Senin (15/4)

Pihaknya juga berharap agar pejabat di Kabupaten Solok memakai batik tulis karya mereka agar lebih mudah berkembang dan dikenal masyarakat (wandy)

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan Komentar
Masukkan Nama Anda