Anak Hilang Ditemukan Berkat Berita Online Jarbatnews: Ini Alasanya Kenapa Fadil Sampai Kabur

0
521

SOLOK, JN- Sempat kabur dari rumah selama hampir satu bulan, akhirnya Muhammad Fadila Rizki atau akrab dipanggil Fadil, usia 11 tahun, warga Bukik Kili, Koto Baru, Kecamatan Kubung, Kabupaten  Solok, akhirnya ditemukan di Simpang Rumbio Kota Solok, pada Selasa malam (31/7), sekira jam 22.00 Wib.

Penemuan Fadil tersebut, berkat informasi atau pemberitaan dari sebuah media Online Jarbatnews.com dengan judul “Fadil Bocah Sebelah Tahun, Warga Bukik Kili, Sudah Hampir Sebulan Meninggalkan Rumah” yang ditayangkan sekitar jam 17.30 Wib pada Selasa 31 Juli 2018 dan selang sekitar 20.00 Wib, salah masyarakat kota Solok usai membaca berita tersebut langsung mencocokan dengan anak yang dilihatnya di Simpang Rumbio. Dan usai mencocokan gambar dan cerita Fadil, kemudian yang bersangkutan menghubungi ketua RT dan RW setempat bersama salah seorang tokoh Pemuda Pancasila kota Solok yang bernama Zal Sutan Mantari.

“Saya diberi tau adik saya, katanya dia membaca berita online Jarbatnews.com yang memberitakan tentang hilangnya Fadil dan adik saya meminta kepada saya untuk menghubungi nomor Ketua pemuda Nagari Bukik Kili dan juga Nomor yang ada di berita tersebut dan ternyata benar,” jelas Zal Sutan Mantari, Selasa malam.

Karena yakin bahwa yang ditemukan adalah Fadil sesuai yang diberitakan, Zal Sutan Mantari langsung menghubungi ketua pemuda Bukik Kili Koto Baru dan orang tua Fadil.

 

Usai menghubungi ketua pemuda Bukik Kili, Rizki Nofrizal dan orang tua Fadil, Murni, mereka sepakat untuk bertemu di kota Solok bahwa yang ditemukan dan sekaligus memastikan bahwa yang ditemukan adalah Fadil.

 

Selanjutnya sekitar jam 21.30, Wib,  orang tua Fadil bersama Ketua Jorong Bukik Kili, Mulyadi Gobe, Ketua pemuda Bukik Kili serta saudaranya berangkat ke Kota Solok. Saat itu mereka sepakat bertemu di rumah ketua Rt di Simpang Rumbio, karena hingga jam 10 malam Fadil masih bermain bersama saudara angkatnya yang ditemukan dalam pelarian di kota Solok. “Kita sengaja tidak langsung menuju rumah Fadil menginap, takutnya dia mencium kedatangan kita dan lantas kabur. Dan usai pulang bermain ke rumah bersama saudara angkatnya, kita baru menuju tempat Fadil biasa menginap selama dalam pelarian,” jelas Riski Nofrizal yang diamini Kepala Jorong Bukik Kili, Mulyadi Gobe.

 

Fadil lari dari rumah karena sering disakiti dan kurang kasih sayang

 

Usai ditemukan, Fadil menolak untuk pulang ke rumah orang tuanya di Bukik Kili dan lebih nayaman berada di rumah saudara angkatnya di kota Solok. “Saya tidak mau pulang, ayah saya jahat dan ibu lebih sayang kepada ayah tiri saya dari pada ke saya dan saya sering dipukul,” jelas Fadil, dihadapan yang hadir, termasuk orang tua angkat Fadil dan Ketua RW dan RT di Simpang Rumbio Solok.

 

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Fadil dilaporkan orang tuanya meninggalkan rumah sejak Kamis 12 Juli 2018 lalu, nekad meninggalkan rumah karena merasa tertekan. Ibunya Fadil menikah lagi dengan lelaki lain karena ayah kandungnya sudah berpisah dengan dirinya dan sudah pulang ke pulau Jawa. Sejak menikah dengan ayah tirinya, Fadil sering tertekan. Selain itu, teman-teman Fadil juga sering memaksa Fadil untuk mencuri beras orang tuanya dan uangnya digunakan untuk ngelem. “Saya tidak mau, tetapi mereka sering memaksa saya untuk mencuri,” jelas Fadil dengan lugunya.

 

Selain itu, tinggal dalam lindungan ayah tiri, membuat Fadil makin menderita. Yang paling sedih lagi, Fadil sempat di ikat ayah tirinya dalam kamar selama  3 hari tanpa diberi makan. Sementara ibu Fadil Murni tidak berdaya, dikarenakan kepatuhan kepada suami. Karena tidak tahan,  ibu fadil menitipkan fadil pada kakek dan neneknya  yang berjarak sekitar satu kilo dari rumah Fadil. Dan disanalah Fadil sering dipaksa teman-temannya untuk mencuri beras milik kakek dan neneknya, sehingga nenek dan kakek Fadil sering marah kepada Fadil.  Karena tidak tahan, akhirya  Fadil nekad kabur dari rumah neneknya dan hanya berjalan kaki dari shubuh menuju kota Solok.

“Saat bermain di warnet di kota Solok, saya dapat teman yang saat ini menjadi saudara angkat saya. Dia juga baik dan termasuk dua orang tua angkat saya,” jelas Fadil. Disaat itulah saudara angkatnya yang bernama Radit anak dari Bapak Budi dan Sofia, sepakat menampung Fadil di rumahnya di daerahan Biruhun, Simpang Rumbio Kota Solok. Usia kakak angkatnya Radit lebih tua Tiga tahun dari pada Fadil yang baru berusia 11 tahun.

Sementara orang tua angkatnya Pak Budi dan Sofia, sempat menanyakan dari mana asalnya dan apa lasannya kabur dari rumah, dan Fadil menjelaskan kepadanya bahwa  bunda dan ayah tirinya jahat, bahkan sering memukuli dan tidak diberi belanja. “Katanya semua teman-temanya jahat-jahat dan dia sering  disuruh mencuri, jadi kesimpulannya dia tidak mau pulang keruma bunda atau neneknya,” jelas Budi,orang tua angkat Fadil selama dalam pelarian.

Setelah ditemukan, saat ini Fadil dalam pengawasan para pemuda Bukik Kili dan Fadil disuruh untuk sekolah lagi. “Fadil mau sekolah lagi, asal pindah dari SD 12 Bukik Kili ke sekolah agama di Koto Baru dan itu disetujui, sebab bibiknya juga ada yang mengajar di Koto Baru,” jelas Walijorong Bukik Kili, Mulyadi Gobe. Apalagi saat ini bunda Fadil, Murni, sudah tinggal bersama orangtuanya yakni kakek dan nenek Fadil karena sudah berpisah dengan ayah tirinya yang terbilang galak.

“Saat ini Fadil dalam pengawasan kita. Saya atas nama pemuda Bukik Kili dan keluarga Fadil, menyampaikan ucapan terimakasih kepada semua pihak yang sudah membantu mempertemukan Fadil dengan orang tuanya. Termasuk kepada orang tua angkat Fadil, Pemuda Pancasila Kota Solok dan juga media Jarbatnews tentunya,” jelas Rizki Nofrizal, Ketua pemuda Bukik Kili (wandy)

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan Komentar
Masukkan Nama Anda