Akhirnya Pemkab Solok Perbaiki Paving Block Islamic Center

0
119

SOLOK, JN- Sering disorot media, akhirnya Pemkab Solok melalui Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (DPR KPP) Kabupaten Solok, mengambil inisiatif untuk merenovasi pemasangan paving block halaman Islamic Center Koto Baru.

 

Kepala Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (DPR KPP) Kabupaten Solok, Deni Prihatni, ST, saat ditemui di sela-sela perbaikan paving block tersebut Minggu (28/10), menyebutkan bahwa demi kenyaman dan keamanan para pengunjung masjid untuk beribadah, maka sangat diperlukan perbaikan paving block yang dalam beberapa bulan sudah banyak yang copot dan membentuk gelombang hingga ketinggian 30 cm. Sementara dana yang dianggarkan untuk perbaikan paving block Islamic Center adalah sekitar Rp 200 juta, melalui dana APBD Kabupaten Solok.

“Hal ini juga untuk menghindari sorotan masyarakat dan demi keamanan umat muslim untuk beribadah,” tambah Deni Prihatni.

Deni Prihatni

Sebelumnya, beberapa media termasuk KORAN PADANG, juga sering menyorot pemasangan paving block Islamic Center yang dinilai sangat amburadul dan diduga tingginya permainan korupsi oleh kontraktor dari pemasangan Paving block atau conblock Islamic Center Koto Baru, Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok dipasang asal jadi. Sehingga belum lama difungsikan, kondisi paving block tersebut saat ini rusak parah.

“Kalau bukan karena dikorupsi, tidak akan mungkin pemasangannya kayak begini. Benar-benar aneh orang sekarang, untuk masjid kok disunat juga, apa gak takut mati kali ya,” ucap Sekretaris Umum Forum Walinagari Kabupaten Solok, Arnold Piliang, kepada Koran Padang, usai melaksanakan sholat Zuhur di masjid Raya Islamic Center Koto Baru, beberapa waktu lalu. Pihaknya menduga buruknya pemasangan atau pengerjaan paving block Islamic center Koto Baru ini, karena diduga sudah ada permainan kongkolingkong anatara pihak pengembang dan PPTK dari pembangunan ini yang dikabarkan memakan dana APBD Milyaran Rupiah.

 

“Saya mendengar bahwa kontraktor yang mengerjakan paving block ini adalah orang dekat mantan pejabat di Kabupaten Solok,. Kalau kita mau menegakkan kebenaran, pemerintah harus mengusut hal ini, baik Kejaksaan atau Kepolisian,” jelas Arnold tampak geram. Disebutkan Arnold, Paving Block merupakan suatu komposisi berbentuk segmen-segmen kecil yang terbuat dari beton dengan bentuk segi empat atau segi banyak yang dipasang sedemikian rupa sehingga dapat saling mengunci. Material ini biasanya dipasang untuk mengeraskan bagian lahan bangunan agar permukaannya rata dan stabil. “Ini malah amburadul kayak rumah habis ditimpa gempa,” tambah Arnold Piliang

Walinagari Koto Baru, Afrizal K, ketika ditemui di kantornya waktu itu juga mengaku tidak mengenal siapa kontraktor pengerjaan paving block Islamic Center tersebut dan berapa biayanya. “Saya tidak tau menau siapa kontraktor yang mengerjakan proyek itu dan berapa biayanya. Sebab tidak ada laporan masuk ke Walinagari sejak dimulai pengerjaan hingga sekarang,” jelas Afrizal K. Pihaknya juga menyebutkan bahwa untuk tahun 2018  ini memang ada dianggarkan dana sekitar RP 1,4 Milyar juga untuk paving block Islamic Center, namun kontraktor lalu pihaknya tidak mengetahui siapa kontraktornya.

Mantan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Solok, Yondri Samin, SH, waktu itu juga meminta kalau memang ada dugaan penympangan dalam pembangunan di Islamic Center, pihak yang berwenang, mulai dari inspektorat hingga ke Kejaksaan harus melakukan pemeriksaan kusus agar semuanya menjadi terang. “Silahkanlah pihak yang berwajib melakukan pemeriksaan agar tidak menjadi fitnah kalau memang ada diduga penyelewengan,” jelas Yondri Samin. Dirinya juga merasa heran kok halaman Islamic Center tiba-tiba menjadi buruk dan tidak rata. Disana sini terdapat beberapa buah bata yang sudah copot yang menandakan pengerjaannya asal jadi (wandy)

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan Komentar
Masukkan Nama Anda