Piala Dunia Hari Ini: Colombia Siap Gempur Inggris, Swiss Akan Bungkam Swedia

0
498

MOSKOW, JN– Dua laga terakhir di babak 16 besar Piala Dunia 2018 akan dilangsungkan hari ini. Swedia akan melawan Swiss, sedangkan Kolombia beradu kekuatan dengan Inggris.

Swedia akan berhadapan dengan Swiss di Krestovsky Stadium, Saint Petersburg, Selasa (3/7/2018) malam WIB. Swedia berstatus juara Grup F, sedangkan Swiss merupakan runner-up Grup E.

Swedia lolos setelah menang dua kali dan kalah sekali di babak penyisihan grup. Marcus Berg dan kawan-kawan cuma kalah dari juara bertahan Jerman, yang akhirnya malah tersingkir.

Sementara itu, Swiss tak terkalahkan di babak penyisihan grup. Tim yang dilatih Vladimir Petkovic itu menang sekali dan seri dua kali, termasuk menahan imbang tim kuat Brasil dengan skor 1-1.

Sementara Pada Rabu (4/7/2018) dinihari WIB, Kolombia akan berduel dengan Inggris di Spartak Stadium, Moskow. Kolombia adalah juara Grup H, sedangkan Inggris lolos sebagai runner-up Grup G.

Setelah di luar dugaan kalah dari Jepang, Kolombia bangkit di babak penyisihan grup. Kemenangan atas Polandia dan Senegal meloloskan James Rodriguez dan kawan-kawan ke babak 16 besar.

Inggris melewati babak penyisihan grup dengan relatif mulus. The Three Lions memastikan kelolosannya usai menekuk Tunisia dan Panama. Dalam perebutan juara grup dengan Belgia, mereka kalah tipis 0-1.

 

 

Inggris vs Colombia

Will England beat Colombia? Begitu tanya para awak media, ketika coba menghitung peluang dan tantangan dalam pertandingan antara Inggris melawan Kolumbia nanti malam, yang berlangsung di Stadion Spartak, Moskow.

Sebelum semua orang mulai berbicara tentang siapa yang telah berhasil dihindari Inggris di perempat final Piala Dunia, dengan cara ‘sengaja mengalah’ dari Belgia pada Kamis malam, ada satu tim besar yang siap menghadang mereka.

Celakanya, justru Kolombia lah tim yang paling ingin dihindari oleh Inggris di putaran kedua. Dari tim yang relatif berimbang di Grup H, mereka adalah satu-satunya tim yang memiliki beberapa pemain yang ‘mampu membuat perbedaan’ yang mampu melukai lawan mana saja.

Setelah pemainnya dikeluarkan akibat menerima kartu merah di menit ketiga dalam laga pembuka Piala Dunia, mereka berhasil pulih dan memenangkan dua pertandingan fase grup terakhir mereka dengan skor agregat empat gol.

Jose Pekerman, sang pelatih, suka dengan gaya main timnya yang cenderung mendominasi ball possesion dan menggilas lawan. Mereka bermain keluar dari belakang dengan dua bek tengah muda yang bermain di Tottenham, Davinson Sanchez dan di Barcelona, Yerry Mina.

Belum lagi, Juan Cuadrado, James Rodriguez dan Juan Quintero adalah trio yang selalu menebar ancaman. Ketiganya memiliki kecepatan, tipu daya, tipu muslihat dan kemampuan kreatif yang luar biasa, khususnya setelah mereka berhasil lolos ke babak 16 besar kali ini.

Sayangnya, yang akan mereka hadapi adalah ‘The Three Lion’ Inggris, yang mengalir di alam bawah sadarnya, Spirit Imperium Britania sebagai penakluk dunia.

Pada masa puncak kejayaannya, Inggris pernah menjadi pusat peradaban dunia, layaknya Baghdad di Irak ribuan tahun lalu atau Amerika Serikat pada masa kini.

British rule the world, dan ‘the sun never set in British empire’ (Kerajaan Inggris menguasai dunia, dan, Matahari tidak pernah terbenam di kerajaan Inggris), adalah slogan-slogan kebanggan Ingris pada pertengahan abad 16 hingga 17. Pada saat itu, wilayah kekuasaan koloni Inggris terbentang dari Afrika, Asia, Australia hingga Amerika, yang artinya bahwa selalu ada wilayah kemaharajaan Inggris yang terpapar sinar matahari.

 

Singkatnya, sejak hampir selama 1000 tahun inggris di akui sebagai Negara yang paling kuat dalam hal militer di lautan maunpun di daratan. Sehingga tak heran, kalau sebuah studi terbaru menunjukkan, bahwa 90 persen negara di dunia ternyata pernah dijajah Inggris. Dari sekitar 200 negara di dunia saat ini, hanya 22 negara yang sama sekali tak pernah dijajah Inggris, antara lain Guatemala, Tajikistan dan Kepulauan Marshall termasuk satu negara Eropa, Luksemburg.

Jadi, akankah Spirit Sang Penakluk, kembali termanifestasi ke dalam pertanding nanti malam? Atau, justru negeri yang menjadi ‘surga’ bagi peredaran mariyuana, yang mampu ‘membius’ lawannya? Patut kita tunggu Bersama. (berbagai sumber/donas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here