Nil Maizar: Semen Padang Dilarang Sombong Saat Hadapi Bhayangkara FC

0
665

SOLO, JN-Meski diperkuat sebagian besar jebolan Timnas Indonesia U-19 era Indra Sjafri,Bhayangkara FC yang bakal dihadapi Semen Padang pada partai perempat final Piala Presiden 2017 dinilai bukan tim istimewa.

Hal itu mengacu pada dua kali pertemuan di Torabika Soccer Championship (TSC) 2016 presented by IM3 Ooredoo, tim Kabau Sirah lebih mendominasi. Pada putaran pertama yang dimainkan di Stadion H. Agus Salim, Padang, Semen Padang unggul tipis 2-1. Pada putaran kedua di Gelora Delta, Sidoarjo, Hengki Ardiles dkk. mampu mengemas satu poin saat kedua tim bermain dengan skor akhir 2-2.

Sementara dari hasil yang dicatatkan di penyisihan grup Piala Presiden 2017, Bhayangkara berhasil memenangi dua pertandingan dengan skor tipis, yakni 2-1 dan 1-0, masing-masing melawan PS TNI serta Persija Jakarta. Bicara sisi materi pemain, Semen Padang masih mempertahankan mayoritas eks TSC 2016. Dukungan pemain asing baru, Ko Jae-sung, dalam dua pertandingan juga sangat membantu. Hal itu diperlihatkan saat bermain penuh menghadapi Madura United dan Perseru Serui di penyisihan Grup 5. Situasi sama berlaku di kubu Bhayangkara FC, yang rata-rata diperkuat pemain muda. Manajemen Bhayangkara FC tim juga mempertahankan sebagian pemain lama. Bhayangkara FC memiliki semangat dan motivasi yang terbilang tinggi dalam setiap pertandingan karena mendapat dukungan langsung oleh anggota Polri. Sama dengan Semen Padang, Bhayangkara FC diperkuat tiga pemain asing yang sudah malang-melintang di liga Indonesia seperti Otavio Dutra. Ada juga striker asal Brasil, Thiago Furtuoso, serta pemain asal Korea Selatan, Lee Yu-jun.

Secara umum, Semen Padang  sudah siap menghadapi Bhayangkara baik secara fisik, teknik, taktik, maupun mental. Demikian dikatakan pelatih Semen Padang Nilmaizar, dalam keterangan persi di Hotel Aston Solo, Sabtu (25/2/2017).  Namun Semen Padang dilarang sombong saat bertemu Bhayangkara Utama. “Kami tahu Bhayangkara tim cukup muda yang memiliki motivasi dan kecepatan tinggi,” kata Nil. Semen Padang akan memperbaiki diri tetap fokus pada permainan, sehingga mampu mengimbangi permainan dan mengalahkan lawan. Nil mengatakan semua tim yang masuk delapan besar sangat luar biasa. Karena itu, pelatih asal Sumatera Barat tersebut meminta tim harus bekerja keras dan fokus pada permainan jika ingin menjadi juara. “Kami sudah mempunyai konsep dan strategi untuk menghadapi Bhayangkara yang diperkuat anak-anak muda yang memiliki daya juang tinggi dan kecepatan,” katanya. Ia juga sudah meminta anak-anak jangan sampai lengah dan terlena untuk bisa mengalahkan lawan. Bhayangkara banyak dihuni pemain muda-muda. “Anak-anak tekad bulat dapat memenangkan pertandingan. Mereka tidak boleh sombong dan terlena meskipun dalam babak penyisihan mampu mengkoleksi 12 gol ke gawang lawan,” tuturnya.

Gelandang Semen Padang, Novan Setya Sasongko, mengatakan timnya sudah melakukan persiapan dengan matang, untuk mencapai target menjadi juara Piala Presiden tahun ini. Pelatih Bhayangkara FC Simon McMenemy mengatakan timya selalu bekerja keras untuk persiapan pertandingan di delapan besar Piala Presiden di Solo. Menurut Simon McMenemy, calon lawan Semen Padang merupakan tim yang berbahaya, tetapi Bhayangkara FC sudah menemukan pola untuk menghadapi lawan.  “Saya tahu Semen Padang tim yang bagus, tetapi saya bersama teman-teman akan fokus ke timnya untuk mempersiapkan pertanding melawan tim asal Padang itu,” kata penjaga gawang utama tim Bhayangkara FC, Wahyu Tri Nugroho (wandy/ berbagai sumber)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here