Turnamen Minangkabau Cup 3 Resmi Dilaunching Gubernur Sumbar

0
501

PADANG, JN- Gelaran Minangkabau Cup (MKC) 2020 resmi ditabuh. Salah satu turnamen sepakbola terbesar di Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) ini, diharapkan menjadi momentum menjaring bakat-bakat muda Sumbar yang mampu beprestasi pada tingkat nasional.

Tidak hanya itu, kejuaraan MkC diproyeksikan bisa menjadi peredam iklim politik, karena bertepatan saat proses pemilihan kepala daerah (Pilkada).

Saat peluncuran kejuaraan MkC 2020, Rabu (11/3) di Pangeran Beach Padang Tria ‘Ola’ Suprajeni, Ketua Umum panitia pelaksana (PanPel) Minangkabau Cup mengatakan, kejuaraan ini masuk pada edisi ketiga, dengan sumber pendanaan swadaya dan tidak ada kaitanya dengan dana daerah.

” Salah satu target yang ingin dicapai menjaring pemain, nantinya bisa direkomendasikan untuk memperkuat tim kontingen sepakbola Sumbar dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) ,” katanya.

Dia juga menjabarkan kejuaraan MkC edisi ketiga ini terancam batal digelar, hal itu disebabkan oleh menurunnya prestasi Sumbar yang tidak lolos penyisihan PON Papua 2020.

Namun atas pembahasan yang panjang kejuaran ini pun digelar. MkC telah menghidupkan seluruh sendi-sendi kehidupan sepakbola ranah minang.

Adalah jalan bagi pesepakbola muda yang selama ini minim kesempatan untuk menemui jalan prestasi ke level lebih tinggi.
Serupa Ronaldo Eko Julianto (Koto Tangah/Kalteng Putera FC), Ulul Azmi (Bayang/Borneo FC), Genta Alparedo (Kuranji/SPFC), Yoga Noviandre (Nanggalo/SPFC), Dadang Tri Sismon (Tanjung Emas/Tiga Naga FC). Diantara pemain-pemain kecamatan yang saat ini beredar di kompetisi sepakbola profesional Indonesia.

” Mereka mencicipi MkC dan menemukan pintu karir masing-masing. Setidaknya MkC turut serta memberikan ruang seluas-luasnya, kemudian dilirik klub-klub kontestan kompetisi resmi PSSI, Liga 2 dan Liga 1, ” katanya.

Dijelaskannya musim 2018/2019, Kecamatan Talawi Kota Sawahlunto merebut mahkota juara. Di partai final, Talawi menundukan Kecamatan Guguk Kabupaten Limapuluh Kota dengan skor (2-0) di Stadion H. Agus Salim, Padang, Sabtu, 23 Maret 2019.

“Sekitar 5000 pemain dan 1200 ofisial akan kembali terlibat dalam 300 an pertandingan selama enam bulan kedepan. Saya berharap makin kompetitif,” terangnya.

Sementara itu anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI) asal Sumbar Mulyadi, Minangkabau Cup merupakan inisiatif dari polisi Sumbar lainya yaitu Irman Gusman.

Dalam perjalanan sebagai politisi pihaknya pernah melakukan perjalanan dari kampung ke kampung, antuasiasme masyarakat sangat tinggi. Namun satu hal menjadi catatan yaitu infrastruktur yang kurang memadai.

Dia mengatakan kejuaraan sepakbola MkC, dipromosikan hingga pelosok daerah Sumbar sehingga, penonton yang dihasilkan mencapai ribuan. Momentum ini bisa dijadikan untuk mencari bakat asal Sumbar yang bisa berbicara banyak pada sepakbola.

” Untuk memajukan olahraga Sumbar pihaknya selalu melakukan koordinasi dengan Menrti Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali. Untuk membantu olahraga Sumbar secara anggaran maupun kebijakan, ” katanya.

Sementara itu Gubernur Sumbar Irwan Prayitno mengatakan MkC merupakan upaya strategis untuk mengangkat dunia sepakbola Sumbar, pada kejuaraan PON Sumbar gagal pada tahap kualifikasi.

Dengan adanya kejuaraan ini, pemain-pemain muda yang berpartisipasi bisa disaring untuk memperkuat kontingen Sumbar pada Ajang PON berikutnya. Ajang MkC bisa membangkitkan semangat seluruh pesepakbola Sumbar untuk berprestasi.

” Sepakbola merupakan hiburan merakyat. Dikampung- kampung jika ada pertandingan sepakbola semua akan keluar,” katanya.

Adalah jalan bagi pesepakbola muda yang selama ini minim kesempatan untuk menemui jalan prestasi ke level lebih tinggi.
Serupa Ronaldo Eko Julianto (Koto Tangah/Kalteng Putera FC), Ulul Azmi (Bayang/Borneo FC), Genta Alparedo (Kuranji/SPFC), Yoga Noviandre (Nanggalo/SPFC), Dadang Tri Sismon (Tanjung Emas/Tiga Naga FC). Diantara pemain-pemain kecamatan yang saat ini beredar di kompetisi sepakbola profesional Indonesia.

” Mereka mencicipi MkC dan menemukan pintu karir masing-masing. Setidaknya MkC turut serta memberikan ruang seluas-luasnya, kemudian dilirik klub-klub kontestan kompetisi resmi PSSI, Liga 2 dan Liga 1, ” katanya.

Dijelaskannya musim 2018/2019, Kecamatan Talawi Kota Sawahlunto merebut mahkota juara. Di partai final, Talawi menundukan Kecamatan Guguk Kabupaten Limapuluh Kota dengan skor (2-0) di Stadion H. Agus Salim, Padang, Sabtu, 23 Maret 2019.

“Sekitar 5000 pemain dan 1200 ofisial akan kembali terlibat dalam 300 an pertandingan selama enam bulan kedepan. Saya berharap makin kompetitif,” terangnya.

Sementara itu anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI) asal Sumbar Mulyadi, Minangkabau Cup merupakan inisiatif dari polisi Sumbar lainya yaitu Irman Gusman.

Dalam perjalanan sebagai politisi pihaknya pernah melakukan perjalanan dari kampung ke kampung, antuasiasme masyarakat sangat tinggi. Namun satu hal menjadi catatan yaitu infrastruktur yang kurang memadai.

Dia mengatakan kejuaraan sepakbola MkC, dipromosikan hingga pelosok daerah Sumbar sehingga, penonton yang dihasilkan mencapai ribuan. Momentum ini bisa dijadikan untuk mencari bakat asal Sumbar yang bisa berbicara banyak pada sepakbola.

” Untuk memajukan olahraga Sumbar pihaknya selalu melakukan koordinasi dengan Menrti Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali. Untuk membantu olahraga Sumbar secara anggaran maupun kebijakan, ” katanya.

Sementara itu Gubernur Sumbar Irwan Prayitno mengatakan MkC merupakan upaya strategis untuk mengangkat dunia sepakbola Sumbar, pada kejuaraan PON Sumbar gagal pada tahap kualifikasi.

Dengan adanya kejuaraan ini, pemain-pemain muda yang berpartisipasi bisa disaring untuk memperkuat kontingen Sumbar pada Ajang PON berikutnya. Ajang MkC bisa membangkitkan semangat seluruh pesepakbola Sumbar untuk berprestasi.

” Sepakbola merupakan hiburan merakyat. Dikampung- kampung jika ada pertandingan sepakbola semua akan keluar,” katanya.

Menurut diskusinya bersama Kapolda Sumbar, jika bisa jadwal pertandingan MkC didekatkan saat proses pilkada berlangsung. Hal itu diharapakan efektif untuk meredam ketengangan politik.

” Dengan adanya sorak sorai penonton akan menjadi pelipur hagatnya suhu politik yang pasti ada perbedaan, ” katanya. (fai) .

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here